header, Ilustrasi Aneka Ragam Pekerjaan di Arab Saudi (Sumber: Linkedln)
Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial (MHRSD) terus menunjukkan komitmennya dalam mentransformasi pasar tenaga kerja nasional. Dalam langkah terbarunya, kementerian resmi meluncurkan fase kedua dari program Nitaqat Al-Mutawar yang ambisius. Di mana program ini dirancang untuk menciptakan lebih dari 340.000 lapangan kerja tambahan bagi warga Saudi di sektor swasta dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Pengumuman penting ini menjadi tonggak baru dalam upaya berkelanjutan pemerintah untuk memberdayakan putra-putri bangsa serta memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan ekonomi nasional.
Keberhasilan Fase Pertama Nitaqat Menjadi Fondasi Kokoh
Peluncuran fase kedua ini bukanlah langkah tanpa dasar. Kementerian mengungkapkan bahwa fase pertama program Nitaqat Al-Mutawar yang diluncurkan pada tahun 2022 telah mencetak kesuksesan gemilang. Program tersebut berhasil memfasilitasi penyerapan lebih dari 550.000 tenaga kerja Saudi di sektor swasta selama tiga tahun terakhir.
Capaian ini jauh melampaui target awal yang juga sebesar 340.000 pekerjaan. Dan keberhasilan ini menegaskan bahwa program insentif dan kebijakan lokalisasi yang terstruktur mampu mendorong sektor swasta untuk berperan aktif dalam mengurangi angka pengangguran. Serta meningkatkan partisipasi angkatan kerja nasional.
Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial, Ahmed Al-Rajhi, menekankan bahwa fase baru ini dirancang dengan cermat berdasarkan analisis komprehensif terhadap pasar tenaga kerja dan kapabilitas perusahaan di berbagai sektor.
“Program ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara stimulasi lokalisasi dan pertumbuhan sektor swasta,” ujar Al-Rajhi.
Ia menambahkan, pengalaman dari fase-fase sebelumnya telah membuktikan kemampuan warga Saudi untuk sukses dan unggul di berbagai profesi dengan efisiensi tinggi, menjadi landasan peluncuran fase baru yang lebih ambisius.
Capaian Strategis Pasar Tenaga Kerja Tembus 92 Persen
Kesuksesan program Nitaqat selaras dengan pencapaian besar Arab Saudi dalam target Strategi Pasar Tenaga Kerja (Labor Market Strategy) nasional. Dalam pertemuannya dengan sejumlah pengusaha dan wirausahawan di wilayah Madinah, Menteri Al-Rajhi memaparkan bahwa kerajaan telah mencapai 92 persen dari target strategi tersebut.
Capaian ini merupakan refleksi nyata dari keberhasilan program lokalisasi dan pemberdayaan kompetensi nasional. Saat ini, jumlah warga Saudi yang bekerja di sektor swasta telah mencapai 2,5 juta orang, sebuah angka yang signifikan dalam perjalanan menuju Visi Saudi 2030.
Wakil Menteri untuk Sektor Ketenagakerjaan, Abdullah Abuthnain, menjelaskan bahwa dalam merancang fase baru Nitaqat, kementerian melakukan studi analitis menyeluruh di semua sektor dan perusahaan. Studi ini menghasilkan usulan persentase Saudisasi yang realistis dan terarah, dengan mempertimbangkan sifat pekerjaan dan kondisi pasar, serta ketersediaan calon tenaga kerja Saudi yang berkualitas.
. “Langkah ini akan berkontribusi pada peningkatan stabilitas kerja, produktivitas, dan keberlanjutan sejati di pasar tenaga kerja,” jelas Abuthnain.
Program Kerja Fleksibel Perluas Partisipasi Ekonomi
Selain program lokalisasi terstruktur seperti Nitaqat, pemerintah juga aktif memperkenalkan pola kerja modern yang adaptif. Menteri Al-Rajhi menyoroti bahwa program kerja fleksibel dan modern telah membuka pintu partisipasi ekonomi yang lebih luas.
Lebih dari 430.000 warga telah mendapatkan manfaat dari skema pekerja lepas (freelance). Di samping itu, lebih dari satu juta kontrak kerja fleksibel dan jarak jauh telah diterbitkan. Langkah ini dinilai sejalan dengan perubahan pola kerja global dan kebutuhan pasar tenaga kerja kontemporer yang dinamis.
Tidak hanya itu, peran Lembaga Pembangunan Sosial (SDB) dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan kewirausahaan juga turut dipaparkan. Nilai dukungan yang telah disalurkan mencapai SAR8,5 miliar dan telah bermanfaat bagi lebih dari 130.000 penerima. Dana ini menjadi stimulus penting bagi usaha kecil dan menengah serta memperkuat stabilitas ekonomi.
Penurunan Angka Pengangguran dan Lonjakan Partisipasi Wanita
Seluruh upaya ini membuahkan hasil positif pada indikator ketenagakerjaan utama. Tingkat pengangguran secara keseluruhan di Arab Saudi tercatat turun menjadi 3,4 persen pada kuartal ketiga tahun 2025. Yang lebih membanggakan, tingkat pengangguran warga Saudi berhasil ditekan hingga 6,8 persen pada kuartal kedua tahun 2025.
Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dari 12 persen pada tahun 2019 dan telah melampaui target Visi 2030 yang menetapkan angka 7 persen. Lonjakan luar biasa juga terjadi pada partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja, yang kini mencapai 34,5 persen, meningkat drastis dari 23 persen di tahun 2019. Menteri Al-Rajhi menegaskan bahwa perubahan-perubahan ini menandai babak baru perkembangan pasar tenaga kerja nasional yang semakin inklusif dan kompetitif.
Dengan peluncuran fase baru Nitaqat dan pencapaian signifikan dari berbagai inisiatif ketenagakerjaan, Arab Saudi terus melangkah mantap mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang stabil, berkelanjutan, dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan cita-cita Visi 2030.
Baca juga: Pengawasan Meningkat! Ini Rincian Denda Terbaru Tenaga Kerja di Arab Saudi
Referensi:
- Farraj, Y. (2026). Saudi Arabia achieves 92 percent of Labor Market Strategy targets, says Al-Rajhi. Diambil dari https://economymiddleeast.com/news/saudi-arabia-achieves-92-percent-labor-market-strategy-targets-al-rajhi/.
- Saudi gazette. (2026). Saudi Arabia launches new phase of Nitaqat to create 340,000 jobs for Saudis in 3 years. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/658365/saudi-arabia/saudi-arabia-launches-new-phase-of-nitaqat-to-create-340000-jobs-for-saudis-in-3-years.