Permainan Tradisional Hada Raja (Sumber: Saudipedia)
Permainan tradisional bukan sekadar hiburan bagi anak-anak Arab Saudi; ia adalah bagian dari identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Dari lorong-lorong tua Makkah hingga festival modern di Riyadh, permainan-permainan ini mencerminkan kreativitas, kecerdasan, dan nilai kebersamaan masyarakat Saudi.
Akar Sejarah Permainan Tradisional di Makkah
Catatan klasik dari para ahli bahasa seperti Ibnu Siddah al-Andalusi dan Ibnu Manzur menunjukkan bahwa bangsa Arab memiliki lebih dari 40 jenis permainan tradisional. Di Makkah, permainan-permainan ini dimainkan sejak masa pra-Islam dan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak dan remaja.
Salah satu permainan yang terkenal adalah Al Kurrok, permainan kuno yang pernah disaksikan langsung oleh Umar bin Khattab. Permainan ini menggunakan patung kayu menyerupai kuda poni, yang dinaiki dan dimainkan oleh anak-anak. Meski kini tidak lagi ditemukan, jejaknya tetap hidup dalam literatur Arab.
Ada pula Al Qirq, permainan kecerdasan yang menggunakan garis-garis persegi dan batu kerikil. Permainan ini melatih strategi dan ketelitian, dan masih dimainkan hingga hari ini.

Hada Raja: Permainan Tanpa Alat yang Penuh Antusiasme
Di berbagai kota Saudi, anak-anak memainkan Hada Raja, permainan yang tidak membutuhkan alat apa pun. Anak-anak menaruh tangan di tanah, lalu seorang pemain menggerakkan jarinya sambil melantunkan syair ritmis:
“Hada Raja, Bada Raja… Kam Baqi ‘ala Ramadan…”
Permainan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana mengembangkan kemampuan bahasa, ritme, dan interaksi sosial. Meski banyak permainan tradisional mulai menghilang akibat urbanisasi, Hada Raja tetap dikenang sebagai bagian penting dari warisan budaya Saudi.
Taq Taq Taqiyah: Kecepatan, Kelincahan, dan Strategi
Permainan Taq Taq Taqiyah dimainkan dalam lingkaran besar. Seorang anak berlari mengelilingi lingkaran sambil menyanyikan:
“Taq Taq Taqiyah…”
Anak-anak lain menjawab dengan syair balasan, menciptakan suasana meriah. Pemain yang berlari kemudian menjatuhkan sebuah benda kecil—biasanya taqiyah, penutup kepala tradisional—di belakang salah satu anak.

Jika anak yang dijatuhkan benda tidak menyadarinya, ia kalah dan harus menjadi pelari berikutnya. Permainan ini mengasah refleks, kecerdikan, dan kerja sama, serta menjadi salah satu permainan tradisional paling populer di kalangan anak-anak Saudi.
Baloot: Permainan Kartu yang Menyatukan Generasi
Berbeda dari permainan anak-anak, Baloot adalah permainan kartu yang sangat populer di kalangan remaja dan orang dewasa. Masuk ke Arab Saudi lebih dari 100 tahun lalu, Baloot dimainkan di rumah, acara keluarga, hingga pernikahan.
Mirip dengan permainan Prancis Belote, Baloot membutuhkan empat pemain yang terbagi menjadi dua tim. Permainan ini menuntut strategi, kecerdasan, dan ketangkasan membaca situasi. Popularitasnya semakin meningkat setelah pemerintah mengadakan Kejuaraan Baloot Nasional dengan hadiah mencapai SR 1 juta.
Baloot bukan sekadar permainan; ia adalah fenomena sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Baca juga: Baju Tradisional Arab Saudi: Warisan Budaya yang Tetap Hidup di Tengah Modernisasi
Referensi:
- Mukhtar, U. (2022). Mengenal Ragam Permainan Tradisional Anak-Anak Arab di Makkah. Diambil dari https://ihram.republika.co.id/berita/rk1g0l430/mengenal-ragam-permainan-tradisional-anakanak-arab-di-makkah.
- Saudipedia. (2023). Hada Raja Game. Diambil dari https://saudipedia.com/en/hada-raja-game.
- Saudipedia. (2023). Taq Taq Taqiyah. Diambil dari https://saudipedia.com/en/taq-taq-taqiyah.
- Obaid, R. (2018). Why Baloot is so popular with Saudis. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/1249291/saudi-arabia.