Gerbang Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud
Di jantung kota Riyadh, tepatnya di kawasan Syimal (Shemal), berdiri megah salah satu institusi pendidikan tinggi negeri tertua dan terbesar di Arab Saudi——Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud (Imam Mohammad Ibn Saud Islamic University/IMSIU). Dikenal pula dengan nama populer Al-Imam University (IMAMU), universitas ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan monumen hidup perjalanan pendidikan Kerajaan Saudi yang memadukan akar tradisi keislaman dengan tuntutan zaman modern.
Awal Mula: Dari Institut Islam di Era Raja Abdulaziz
Sejarah IMSIU dimulai pada tahun 1950, ketika Raja Abdulaziz——pendiri Kerajaan Saudi modern——memberikan amanat kepada Mufti Besar pertama Kerajaan, Muhammad bin Ibrahim Asy-Syaikh (Muhammad ibn Ibrahim ash-Sheikh), untuk mendirikan sebuah institut Islam di Riyadh. Inisiatif kerajaan ini menjadi fondasi awal bagi berdirinya lembaga pendidikan tinggi Islam yang sistematis di tanah Saudi.
Tiga tahun kemudian, pada 1953 (1373 H) , institut tersebut bertransformasi menjadi Kolej Syariah (College of Sharia)——cikal bakal universitas yang kita kenal saat ini. Selama dua dekade berikutnya, Kolej Syariah terus berkembang dan membuka cabang-cabang ilmu keislaman lainnya, sebelum akhirnya mencapai tonggak sejarah berikutnya.
1974: Tahun Bersejarah Diresmikannya Universitas Penuh
Puncak perjalanan IMSIU terjadi pada tahun 1974 (1394 H) , ketika pemerintah Kerajaan Saudi mengeluarkan dekrit kerajaan yang menggabungkan seluruh fakultas yang ada menjadi sebuah universitas utuh, sekaligus mengubah namanya menjadi Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud——terhormat diambil dari nama Amir Diriyah sekaligus pendiri Negara Saudi Pertama, Muhammad bin Saud Al-Muqrin.
Keputusan bersejarah ini diperkuat dengan dikeluarkannya Keputusan Kerajaan No. 1100 pada 4 September 1974 yang secara resmi mengesahkan kebijakan dan status universitas sebagai institusi akademik tinggi yang terdiri dari berbagai lembaga tinggi, fakultas, dan Kolej Syariah. Sejak saat itu, IMSIU resmi menjelma menjadi universitas negeri komprehensif yang tak lagi hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga merambah berbagai disiplin ilmu modern.
Kampus Megah: Peletakan Batu Pertama hingga Peresmian
Perjalanan fisik kampus IMSIU juga memiliki cerita tersendiri. Batu pertama pembangunan gedung kampus utama diletakkan pada 5 Januari 1982, di masa pemerintahan Raja Khalid bin Abdulaziz Al Saud. Proses pembangunan berjalan selama delapan tahun hingga akhirnya kampus resmi dibuka pada tahun 1990. Kampus utama IMSIU terletak di Riyadh dengan luas area yang sangat luas. Universitas ini juga dilengkapi dengan kampus terpadu khusus untuk mahasiswi (Queen Abdullah bin Abdulaziz Campus) yang menjadi salah satu yang terbesar di Saudi
14 Fakultas: Menggabungkan Syariah, Sains, dan Teknologi
Saat ini, IMSIU memiliki 14 fakultas (colleges) yang tersebar di kampus pusat. Keunikan IMSIU terletak pada kemampuannya menggabungkan ilmu syariah dengan spesialisasi ilmiah dan teknis modern. Berikut adalah fakultas-fakultas unggulan yang dimiliki:
Fakultas Syariah——jantung universitas yang mewarisi tradisi Kolej Syariah
Fakultas Ushuluddin (Fundamentals of Religion)——mengkaji Al-Qur’an, Sunnah, dan akidah
- Fakultas Bahasa Arab——pelestari bahasa dan sastra Arab
- Fakultas Ilmu Sosial——mencakup psikologi, sosiologi, sejarah, dan geografi
- Fakultas Media dan Komunikasi——jurnalistik, penyiaran, hubungan masyarakat, dan periklanan
- Fakultas Bahasa dan Terjemahan——bahasa Inggris dan sastra
- Fakultas Komputer dan Ilmu Informasi——ilmu komputer, sistem informasi, dan teknologi informasi
- Fakultas Ekonomi dan Administrasi Bisnis——ekonomi, akuntansi, perbankan, dan manajemen risiko
- Fakultas Sains——matematika, fisika, kimia, dan biologi
- Fakultas Teknik——teknik sipil, mesin, elektro, kimia, dan arsitektur
- Fakultas Kedokteran——dengan berbagai departemen spesialisasi
- Fakultas Pendidikan——dasar-dasar pendidikan, perencanaan, dan kurikulum
- Fakultas Studi Lanjutan dan Pelayanan Masyarakat
- Fakultas Syariah dan Studi Islam, Provinsi Al-Ahsa
Selain itu, IMSIU juga memiliki 3 lembaga tinggi (higher institutes) , yaitu Lembaga Tinggi Peradilan (Higher Institute of Judicial) , Lembaga Tinggi Dakwah dan Hisbah (Higher Institute of Dawah and Ihtisaab) , serta Lembaga Pengajaran Bahasa Arab (Arabic Teaching Institute).
Kehadiran Global: Kampus di Indonesia dan Djibouti
Salah satu keistimewaan IMSIU adalah kehadirannya di luar negeri. Universitas ini memiliki 5 lembaga ilmiah di luar Kerajaan Saudi, yang tersebar di Indonesia dan Djibouti. Kehadiran di Indonesia menjadi bukti nyata komitmen IMSIU dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan dakwah Islam ke kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, IMSIU juga mengelola 70 institut ilmiah di dalam Kerajaan, menjadikannya jaringan pendidikan yang sangat luas dan tersebar di berbagai wilayah Saudi.
93 Departemen Akademik untuk Lebih dari 60.000 Mahasiswa
Dengan 93 departemen akademik, IMSIU melayani lebih dari 60.000 mahasiswa——bahkan beberapa sumber menyebutkan angka lebih dari 81.000 mahasiswa. Jumlah ini didukung oleh lebih dari 4.000 staf pengajar (fakultas).
Keberagaman menjadi ciri khas IMSIU. Universitas ini menyambut mahasiswa dari lebih dari 96 negara di seluruh dunia setiap tahunnya, menjadikannya salah satu institusi terkemuka di kawasan dengan keragaman intelektual dan budaya yang luas. Saat ini, tercatat 2.187 mahasiswa internasional pria dan 730 mahasiswi internasional yang menempuh pendidikan di IMSIU.
Perpustakaan Sultan Pangeran: Pusat Ilmu Pengetahuan
IMSIU memiliki Perpustakaan Sultan Pangeran untuk Ilmu dan Pengetahuan (Prince Sultan Library For Science and Knowledge) yang didirikan pada tahun 1952——bahkan sebelum universitas resmi berdiri. Perpustakaan ini menjadi mitra Perpustakaan Digital Dunia (World Digital Library) dan menyimpan koleksi ilmu pengetahuan yang sangat berharga.
Kurikulum Unggulan dan Riset Bertaraf Internasional
Kurikulum IMSIU dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif, berkualitas dalam pengetahuan dan keterampilan, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja. Universitas ini juga memiliki 8 pusat penelitian di berbagai bidang ilmiah yang bertujuan memimpin keunggulan riset dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan.
Di antara program unggulannya, IMSIU meluncurkan Magister Sains dalam Aktuaria dan Matematika Keuangan——yang pertama di Timur Tengah. Universitas juga baru-baru ini menandatangani kontrak akreditasi untuk 10 program, termasuk program doktoral di bidang Sosiologi, Sastra Inggris, dan Sejarah serta Peradaban.
Reputasi dan Peringkat
IMSIU terus mencatatkan prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional. Pada tahun 2024, universitas ini berhasil melesat ke peringkat ke-3 di antara universitas-universitas Saudi dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE), serta masuk dalam kelompok peringkat 351–400 secara internasional. Capaian ini menunjukkan komitmen IMSIU dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset secara berkelanjutan.
Baca juga: Umm Al-Qura: Dari Madrasah Syariah Pertama hingga Universitas Modern Berkelas Dunia
Referensi:
- Wikipedia. (2026). Imam Mohammad Ibn Saud Islamic University. Diambil dari https://en.wikipedia.org/wiki/Imam_Mohammad_Ibn_Saud_Islamic_University.
- Study is Saudi. (2026). Imam Muhammad bin Saud Islamic University. Diambil dari https://studyinsaudi.sa/en/Institutions/Details/982a3dfd-2ddd-4569-8e81-56fb8040724a.
- My.gov.sa. (2026). Immam Mohammed Bin Saud Islamic University. Diambil dari https://my.gov.sa/en/agencies/17420.