Lebih dari 18.000 personel telah dikerahkan di seluruh Makkah dan Madinah untuk menjaga kelancaran ibadah. Pihak berwenang juga menurunkan hampir 6.000 kendaraan serta peralatan pendukung lainnya di kedua kota suci tersebut. Langkah besar ini diambil seiring dengan peningkatan persiapan menyambut 10 hari terakhir Ramadan. Di saat yang sama, para jamaah kini sudah mulai melaksanakan ibadah i’tikaf di Masjidil Haram.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Saudi, I’tikaf ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah menyelesaikan proses pendaftaran. Selain mendaftar, para jamaah tersebut juga diwajibkan mengantongi izin resmi sebelum memulai i’tikaf di dalam masjid.
Fasilitas dan Layanan Komprehensif bagi Jamaah Dua Masjid Suci
Otoritas Umum untuk Pengurusan Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi telah menyediakan berbagai layanan pendukung bagi jamaah. Fasilitas yang tersedia mencakup aspek bimbingan, pengorganisasian ibadah, hingga layanan perawatan kesehatan.
Selain itu, terdapat pula layanan penerjemahan dan keramahan untuk memastikan kenyamanan setiap pengunjung. Pihak otoritas juga menyediakan perlengkapan penting guna menciptakan pengalaman spiritual yang lebih mendalam.
Tim lapangan telah dikerahkan secara khusus untuk mengelola akses di setiap titik masuk dan keluar masjid. Pengawasan ketat terhadap layanan ini bertujuan agar para jamaah dapat sepenuhnya fokus dalam doa dan refleksi diri.
Madinah Perketat Operasional Layanan dan Kebersihan Fasilitas Umum
Pemerintah Kota Madinah kini tengah meningkatkan berbagai upaya pelayanan bagi para pengunjung di Masjidil Nabawi. Fokus pelayanan ini juga diperluas hingga mencakup masjid-masjid besar lainnya yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Untuk mendukung operasional selama periode sibuk ini, lebih dari 5.700 personel telah dikerahkan ke lapangan. Selain tenaga manusia, sebanyak 1.230 kendaraan operasional dan peralatan teknis lainnya turut dimobilisasi.
Rencana kerja utama pemerintah saat ini sangat menitikberatkan pada aspek kebersihan fasilitas umum. Program sanitasi lingkungan juga diperketat demi menjamin kesehatan dan kenyamanan para jamaah yang hadir.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya memperkuat layanan infrastruktur agar tetap berfungsi optimal di tengah keramaian. Inspeksi terhadap tempat usaha komersial dan penyedia makanan pun ditingkatkan guna menjamin kepatuhan pada standar keamanan produk.
Strategi Kementerian dan Pengerahan 13.000 Personel di Wilayah Makkah
Platform elektronik kini telah diaktifkan secara penuh untuk memperkuat sistem pemantauan di seluruh area. Penggunaan teknologi ini bertujuan agar pihak berwenang dapat merespons setiap laporan layanan kota dengan lebih cepat.
Di lapangan, berbagai kampanye juga dilakukan secara intensif untuk memerangi praktik penipuan komersial. Selain itu, petugas juga dikerahkan untuk mengatur pedagang kaki lima guna menjaga ketertiban di tengah lonjakan pengunjung.
Melalui rencana strategis ini, Kementerian Kota dan Perumahan telah meningkatkan kesiapan infrastruktur kota secara signifikan. Langkah tersebut diambil untuk menjamin kenyamanan layanan bagi para jamaah Umrah maupun pengunjung lainnya.
Pemerintah berupaya memastikan seluruh jamaah dapat melaksanakan ibadah dalam lingkungan yang aman dan terorganisir. Khusus di wilayah Makkah, pemerintah kota telah mengerahkan kekuatan lebih dari 13.000 personel lapangan.
Penyediaan 42.000 Ruang Parkir untuk Mitigasi Kemacetan di Area Pusat
Ribuan personel tersebut bekerja dalam sistem sif sepanjang waktu untuk mendukung kegiatan operasional tanpa henti. Fokus utama mereka adalah menjaga kebersihan di area pusat serta wilayah di sekitar Masjidil Haram.
Untuk menunjang mobilitas, lima area parkir besar dengan kapasitas lebih dari 42.000 kendaraan telah disiapkan. Penyediaan lahan parkir yang luas ini diharapkan dapat memudahkan akses ke masjid suci sekaligus meminimalkan kemacetan lalu lintas.
Baca juga: Makkah Lautan Manusia: Hampir 2 Juta Jamaah Melewati Miqat Selama Ramadan
Sumber: Arab News. (2026, March 9). 18,000 personnel mobilized in Makkah, Madinah as itikaf begins. https://www.arabnews.com/node/2635820/saudi-arabia