Ilustasi Transformasi Transoprtasi di Riyadh (Sumber: Leaders-Mena.com)
Transformasi transportasi publik Riyadh, Arab Saudi, menunjukkan perkembangan pesat. Dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diluncurkan, jaringan transportasi publik di ibu kota tersebut telah mendekati 500 juta perjalanan pengguna. Capaian ini menandai perubahan penting dalam mobilitas perkotaan, terutama di tengah upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kehadiran Riyadh Metro dan jaringan bus yang menghubungkan kawasan permukiman dengan berbagai pusat kegiatan ekonomi. Selain meningkatkan konektivitas kota, pengembangan ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi untuk membangun sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Menurut Wakil Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi, Dr. Rumaih Al-Rumaih, tingginya penggunaan transportasi publik mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi dialog Kongres Energi Dunia ke-25 tahun 2026 di Riyadh.
Riyadh Metro dan Bus Mendorong Perubahan Mobilitas
Riyadh Metro menjadi salah satu proyek transportasi perkotaan terbesar yang dikembangkan secara terpadu. Jaringan ini memiliki enam jalur utama dengan panjang sekitar 176 kilometer dan melayani 85 stasiun.
Keberadaan metro dilengkapi jaringan bus yang menghubungkan berbagai kawasan di ibu kota. Integrasi kedua moda transportasi tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang sebelumnya lebih bergantung pada mobil pribadi.
Dengan tersedianya pilihan transportasi umum, masyarakat memiliki peluang untuk merencanakan perjalanan secara lebih efisien. Selain itu, jaringan tersebut mendukung konektivitas antara kawasan tempat tinggal, pusat bisnis, dan berbagai tujuan aktivitas sehari-hari.
Hampir 500 juta perjalanan pengguna dalam waktu kurang dari dua tahun juga menunjukkan besarnya potensi transportasi publik di Riyadh. Capaian ini menjadi indikator penting bahwa pembangunan infrastruktur dapat mendorong perubahan perilaku perjalanan ketika layanan tersedia dalam skala yang memadai.
Kapasitas Riyadh Metro Akan Bertambah 60 Persen
Seiring meningkatnya permintaan, pemerintah Riyadh menyiapkan ekspansi armada metro. Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC) telah menandatangani kontrak senilai sekitar 5,5 miliar riyal Saudi untuk pengadaan 94 rangkaian kereta tambahan.
Kontrak tersebut melibatkan Siemens dari Jerman dan Alstom dari Prancis. Pengiriman kereta dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 2028.
Setelah pengadaan selesai, jumlah armada Riyadh Metro akan meningkat dari 183 menjadi 277 kereta. Penambahan tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas jaringan sekitar 60 persen.
Ekspansi ini dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang, terutama pada jalur yang memiliki permintaan tinggi. Selain itu, kapasitas tambahan diharapkan membantu meningkatkan fleksibilitas operasional pada jam sibuk.
Data yang dilaporkan Leaders MENA juga menunjukkan bahwa rata-rata penggunaan metro pada Januari hingga September 2026 meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka tersebut memperkuat kebutuhan untuk menyesuaikan kapasitas layanan dengan perkembangan permintaan.
Transportasi Berkelanjutan dalam Agenda Vision 2030
Transformasi transportasi Riyadh tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah penumpang. Pengembangan ini juga berkaitan dengan agenda keberlanjutan lingkungan Arab Saudi melalui Vision 2030.
Sektor transportasi dan logistik menyumbang sekitar 30 persen dari permintaan energi global. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi dan pengurangan emisi karbon menjadi tantangan penting bagi pemerintah maupun operator transportasi.
Menurut Al-Rumaih, pengurangan emisi membutuhkan pendekatan jangka panjang serta kombinasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik setiap moda transportasi. Dalam jaringan Riyadh, layanan bus telah menggunakan kombinasi energi listrik dan bahan bakar konvensional.
Ke depan, perluasan jaringan transportasi publik di berbagai kota Arab Saudi diharapkan dapat memperbesar pilihan mobilitas yang lebih berkelanjutan. Langkah ini juga mendukung diversifikasi energi dan target nasional mencapai emisi nol bersih pada 2060.
Saudi Green Initiative menjadi salah satu kerangka utama dalam upaya tersebut. Sementara itu, Strategi Transportasi dan Logistik Nasional mencakup berbagai sektor, mulai dari penerbangan dan transportasi laut hingga perkeretaapian, jalan raya, dan transportasi darat.
Persiapan Riyadh Menyambut Expo 2030 dan Piala Dunia 2034
Pengembangan transportasi publik juga berkaitan erat dengan persiapan Riyadh menjadi tuan rumah berbagai acara internasional. Kota ini dijadwalkan menyelenggarakan Expo 2030 dan menjadi salah satu pusat perhatian ketika Arab Saudi menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034.
Kedua agenda tersebut diperkirakan meningkatkan kebutuhan mobilitas penduduk dan pengunjung. Karena itu, kapasitas transportasi yang memadai menjadi bagian penting dari kesiapan infrastruktur kota.
Selain menambah armada metro, pemerintah Riyadh mengembangkan jaringan jalan utama dan jalan lingkar. Program pengembangan tersebut mencakup sekitar 700 kilometer jalan, lebih dari 330 persimpangan utama, serta pembangunan lebih dari 300 jembatan dan 80 terowongan.
Perluasan Jalur Merah Riyadh Metro juga direncanakan dengan penambahan lima stasiun yang menghubungkan King Saud University, fasilitas kota medis universitas tersebut, dan Diriyah.
Dengan kombinasi pengembangan metro, bus, dan infrastruktur jalan, Riyadh berupaya memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus mengakomodasi pertumbuhan kota.
Tantangan Berikutnya: Membuat Transportasi Publik Semakin Mudah Diakses
Meskipun jumlah pengguna terus meningkat, keberhasilan transformasi transportasi tidak hanya ditentukan oleh panjang jalur atau jumlah kereta. Kemudahan akses dari rumah menuju stasiun, keterhubungan antarmoda, dan kenyamanan perjalanan juga berperan penting dalam menentukan pilihan masyarakat.
Karena itu, integrasi antara metro, bus, dan akses menuju tujuan akhir perlu terus diperhatikan. Fasilitas pejalan kaki yang nyaman, informasi perjalanan yang mudah dipahami, serta koneksi yang efisien dapat membantu masyarakat memanfaatkan jaringan transportasi publik secara optimal.
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penumpang perlu diimbangi dengan kualitas layanan yang konsisten. Ketepatan waktu, kapasitas pada jam sibuk, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan keterjangkauan biaya menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan pengguna.
Apabila pengembangan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan, transportasi publik berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas. Manfaat tersebut mencakup mobilitas yang lebih efisien, berkurangnya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta dukungan terhadap kualitas lingkungan perkotaan.
Transformasi Riyadh Menjadi Model Mobilitas Perkotaan Modern
Hampir 500 juta perjalanan pengguna dalam waktu kurang dari dua tahun menunjukkan besarnya skala perubahan transportasi di Riyadh. Penambahan armada, perluasan jaringan, dan integrasi berbagai moda menjadi bagian dari upaya membangun sistem mobilitas yang mampu mengikuti pertumbuhan ibu kota Arab Saudi.
Namun, capaian ini juga menjadi awal dari pekerjaan jangka panjang. Infrastruktur yang besar perlu diikuti oleh layanan yang mudah diakses, andal, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, Riyadh berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan mobilitas, dan keberlanjutan lingkungan. Keberhasilan langkah tersebut akan menjadi bagian penting dari transformasi perkotaan Arab Saudi menuju 2030 dan tahun-tahun berikutnya.
Baca juga: Riyadh Metro Luncurkan Annual Pass untuk Pelajar di Riyadh
Referensi:
- Sayed, A. (2026). The Transit Revolution: How Riyadh Is Reshaping Its Urban Mobility. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/the-transit-revolution-how-riyadh-is-reshaping-its-urban-mobility/.
- Saudi Gazette. (2026). Al-Rumaih: Riyadh public transport nears 500 million users within 2 years. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/665393/saudi-arabia/al-rumaih-riyadh-public-transport-nears-500-million-users-within-2-years.