Kawanan Gazel Pasir Berteduh di Bawah Hamparan Sel Surya (Sumber: Arab News)
Arab Saudi menghadirkan inovasi baru yang mempertemukan energi terbarukan dan konservasi satwa liar. Sebuah pembangkit listrik tenaga surya yang telah beroperasi kini juga berfungsi sebagai lokasi pengembangbiakan gazel pasir yang rentan.
Inisiatif tersebut dikembangkan di kawasan destinasi AMAALA dan menjadi bagian dari program konservasi yang disebut ReWildingVoltaics. Konsep ini memanfaatkan infrastruktur energi surya untuk menghasilkan listrik bersih sekaligus membantu memulihkan populasi satwa di habitat alaminya.
38 Gazel Pasir Ditempatkan di Pembangkit Surya
Sebanyak 38 gazel pasir telah ditempatkan di fasilitas pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 250 megawatt (MW). Komposisinya terdiri dari 33 betina dan lima jantan.
Fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 505 hektare. Pembangkit ini dibangun dan dikelola oleh AMAALA Sustainable Company for Energy (ASCE), sebuah konsorsium yang melibatkan EDF Group, Masdar, SUEZ, serta Korea East-West Power.
Selain menghasilkan energi bersih untuk destinasi AMAALA milik Red Sea Global, area pembangkit kini menyediakan ruang terlindungi bagi gazel untuk berkembang biak.
Panel Surya Sekaligus Memberikan Perlindungan
Keunikan program ini terletak pada cara fasilitas energi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan satwa.
Panel-panel surya tidak hanya menghasilkan listrik. Struktur tersebut juga menciptakan area teduh bagi gazel. Bahkan, keberadaan panel mampu menurunkan suhu permukaan tanah sekitar 5 hingga 10 derajat Celsius.
Sementara itu, pagar pelindung di sekeliling fasilitas membantu mencegah masuknya predator. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terkendali untuk proses pengembangbiakan.
Sekitar 73 persen dari luas fasilitas dapat digunakan sebagai habitat pengembangbiakan. Area tersebut mencakup ruang terbuka, kawasan di bawah panel surya, serta bagian lahan yang memiliki formasi batuan alami.
Dengan ruang yang relatif luas, gazel juga dapat melakukan perilaku alaminya, termasuk mencari makan, berinteraksi, kawin, dan melahirkan.
Populasi Gazel Diproyeksikan Mencapai 600 Ekor
Program pengembangbiakan ini bukan sekadar untuk mempertahankan 38 gazel yang telah ditempatkan di fasilitas tersebut.
Berdasarkan pemodelan populasi oleh divisi ilmiah cagar alam, jumlah gazel diperkirakan dapat meningkat menjadi sekitar 600 ekor pada 2031. Anak gazel pertama diharapkan lahir pada Desember 2026.
Target tersebut penting karena kawasan cagar alam membutuhkan populasi awal yang cukup besar sebelum proses pelepasliaran dilakukan. Sedikitnya 500 gazel diperkirakan diperlukan untuk membentuk populasi pendiri yang memadai.
Karena itu, pengelolaan genetika menjadi bagian penting dari program. Pejantan akan diseleksi dan dapat dipindahkan atau diganti secara berkala. Langkah tersebut bertujuan menjaga keragaman genetik dan mengurangi risiko perkawinan sedarah.
Dari Pembangkit Surya Menuju Pemulihan Ekosistem
Program ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan jumlah gazel.
Gazel pasir berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem gurun. Aktivitas merumput dan memakan semak membantu mengendalikan vegetasi. Satwa tersebut juga berperan dalam penyebaran benih serta mendukung rantai makanan alami.
Oleh sebab itu, peningkatan populasi gazel dapat membantu memulihkan fungsi ekosistem secara bertahap. Keberhasilan konservasi nantinya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah satwa yang berhasil berkembang biak, tetapi juga berdasarkan kemampuan mereka untuk kembali hidup secara mandiri di alam.
Konsep ReWildingVoltaics Jadi Model Baru
Pendekatan yang disebut ReWildingVoltaics merupakan bagian paling menarik dari proyek ini.
Selama ini, pembangkit listrik tenaga surya lebih sering dipandang sebagai infrastruktur untuk menghasilkan energi bersih. Namun, proyek di Arab Saudi menunjukkan bahwa fasilitas tersebut juga dapat memberikan fungsi ekologis.
Dengan memanfaatkan lahan dan infrastruktur yang sudah tersedia, kebutuhan ruang untuk pengembangbiakan satwa dapat diperluas tanpa harus sepenuhnya bergantung pada fasilitas konservasi konvensional.
Program ini bahkan meningkatkan kapasitas pemeliharaan satwa milik cagar alam hingga 15 kali lipat. Tim penjaga dapat melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap perilaku, kesehatan, dan keberhasilan reproduksi gazel.
Mendukung Target Saudi Green Initiative
Inovasi tersebut juga sejalan dengan agenda lingkungan Arab Saudi yang lebih luas melalui Saudi Green Initiative.
Kerajaan menargetkan perlindungan 30 persen wilayah daratan dan laut pada 2030. Pada saat yang sama, Arab Saudi menargetkan sumber energi terbarukan menyumbang 50 persen produksi listrik pada 2030.
Dalam satu dekade terakhir, proporsi kawasan daratan Arab Saudi yang berada dalam cakupan perlindungan juga meningkat dari sekitar 4,2 persen menjadi 18,3 persen.
Dengan demikian, proyek di AMAALA memperlihatkan bagaimana dua agenda tersebut dapat berjalan bersamaan. Energi surya menghasilkan listrik rendah emisi, sedangkan lahannya turut mendukung pemulihan kehidupan liar.
Arab Saudi Uji Masa Depan Energi dan Konservasi
Keberhasilan program ini berpotensi melampaui kawasan AMAALA. Hasil pemantauan dan penelitian dari proyek tersebut diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan model serupa di wilayah lain.
Terlebih, kebutuhan terhadap ruang pengembangbiakan satwa semakin besar ketika program pelepasliaran diperluas. Karena itu, memanfaatkan lahan yang telah digunakan untuk infrastruktur energi terbarukan dapat menjadi salah satu pendekatan baru dalam konservasi.
Pada akhirnya, proyek ini menunjukkan bahwa pembangunan energi dan perlindungan alam tidak selalu harus ditempatkan sebagai dua kepentingan yang berlawanan. Melalui ReWildingVoltaics, Arab Saudi sedang menguji sebuah model di mana satu kawasan dapat menghasilkan listrik bersih sekaligus membantu mengembalikan satwa liar ke habitatnya.
Jika berhasil dikembangkan lebih luas, pembangkit listrik tenaga surya tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi Arab Saudi. Infrastruktur tersebut juga berpotensi menjadi bagian dari pemulihan ekosistem gurun dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Baca juga: Arab Saudi Perkuat Konservasi Satwa Liar, Hyena Belang dan Burung Unta Jadi Sorotan
Referensi:
- Al Arabiya. (2026). Saudi solar park becomes breeding ground for threatened wildlife in conservation first. Diambil dari https://english.alarabiya.net/News/saudi-arabia/2026/10/06/saudi-solar-park-becomes-breeding-ground-for-threatened-wildlife-in-conservation-first.
- Saudi Gazetter. (2026). Saudi solar park becomes breeding ground for threatened gazelles in global-first initiative. Diambil dari hhttps://saudigazette.com.sa/article/665140/saudi-arabia/saudi-solar-park-becomes-breeding-ground-for-threatened-sand-gazelles.