Masjid Al-Ajlan memiliki nilai historis yang sangat signifikan karena statusnya sebagai salah satu rumah ibadah tertua di wilayah tersebut. Lokasinya yang strategis berada di luar tembok kota tua Buraidah menjadikannya sebagai situs bersejarah yang ikonik.
Berdasarkan catatan sejarah, masjid ini telah berdiri kokoh sejak lebih dari 350 tahun yang lalu. Peran masjid ini melampaui fungsinya sebagai tempat shalat dan ibadah ritual semata bagi umat Muslim.
Sejak lama, Masjid Al-Ajlan telah menjadi pusat kebudayaan serta mercusuar keilmuan bagi masyarakat sekitar. Berbagai kegiatan edukatif seperti pelajaran agama dan ceramah rutin diselenggarakan di dalam ruangannya.
Secara arsitektur, bangunan ini mengusung gaya khas Najdi yang menggunakan material alami berupa tanah liat dan batu. Dengan luas sekitar 90 meter persegi, masjid yang beratap daun tamarix dan pelepah palem ini mampu menampung hingga 33 jamaah.Peran Masjid Al-Ajlan.
Menilik Fungsi Ganda sebagai Madrasah Ilmu dan Ruang Diskusi Warga
Sejak awal pembangunannya, Masjid Al-Ajlan telah dikenal luas oleh masyarakat berkat keunggulan program pendidikannya yang terstruktur. Masjid ini memainkan peran penting dalam memberantas buta aksara melalui pengajaran keterampilan menulis bagi warga setempat.
Selain itu, kegiatan keagamaan difokuskan pada program menghafal Al-Quran yang menjadi pusat pembelajaran spiritual utama di wilayah tersebut. Di samping fungsi edukasi, masjid ini juga menjadi ruang sosial strategis untuk bermusyawarah serta menyelesaikan berbagai perselisihan di antara penduduk.
Struktur Ikonik dan Fasilitas Modern
Secara geografis, Masjid Al-Ajlan berlokasi di area pertanian lama yang berada tepat di luar tembok kota tua Buraydah. Letak persisnya berada di Jalan Raja Abdulaziz, atau sekitar 7,5 kilometer ke arah tenggara dari pusat Kota Buraydah.
Bangunan bersejarah ini berdiri di atas lahan seluas 90 meter persegi yang dirancang untuk menampung sekitar 33 jamaah. Struktur utama fasilitas masjid terdiri dari ruang salat utama yang memiliki dua lorong sejajar dengan dinding kiblat.
Masjid ini juga dilengkapi dengan halaman terbuka yang dikelilingi oleh tembok pelindung pada ketiga sisinya. Untuk kenyamanan jamaah, tersedia fasilitas penunjang seperti area wudhu serta toilet yang telah direnovasi secara modern. Di sisi utara bangunan, terdapat sebuah menara yang terbuat dari material besi sebagai ciri khas penanda waktu salat.
Pengembangan Sistematis Berbasis Nilai Estetika dan Budaya
Upaya pelestarian Masjid Al-Ajlan mulai dilaksanakan secara intensif dan sistematis melalui pendekatan konservasi yang profesional. Langkah besar ini bermula ketika bangunan tersebut terpilih masuk ke dalam fase pertama Proyek Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah.
Inisiatif yang diluncurkan pada tahun 2018 tersebut bertujuan untuk mengembalikan nilai estetika dan kekuatan struktur bangunan tanpa menghilangkan identitas aslinya. Melalui keterlibatan dalam proyek strategis ini, Masjid Al-Ajlan kini terjaga keberlanjutannya sebagai warisan arsitektur dan budaya yang sangat berharga bagi Arab Saudi.
Baca juga: Aturan Baru Memasuki Makkah Selama Persiapan dan Pelaksanaan Haji Tahun 1447 H
Sumber: Saudipedia. Al-Ajlan Mosque https://saudipedia.com/en/al-ajlan-mosque