Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas pendukung bagi jemaah haji Indonesia telah mencapai tahap final. Menjelang pendaratan perdana pada 22 April nanti, aspek vital seperti penginapan, katering, dan armada transportasi dipastikan sudah siap operasi. Sebanyak 682 personel PPIH telah disiagakan di wilayah Madinah dan bandara untuk mengawal mobilitas jemaah.
Kedatangan kloter pertama dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) di Bandara Madinah pada pukul 06.50 WAS akan dipermudah dengan sistem fast track. Teknologi ini memangkas durasi pemeriksaan imigrasi di bandara secara signifikan. Oleh karena itu, prosesi penyambutan formal yang dihadiri oleh Duta Besar dan Konsul Jenderal RI akan difokuskan saat jemaah tiba di hotel, bukan di area bandara.
Sinergi PPIH-Syarikah dalam Mengatur Pergerakan Jemaah
Pihak PPIH bekerja sama dengan perusahaan layanan (syarikah) untuk memastikan perpindahan jemaah dari bandara ke bus berlangsung sistematis. Pengaturan dilakukan ketat berdasarkan regu agar rombongan tetap utuh hingga pembagian kamar hotel.
Selain itu, sistem penanganan bagasi khusus telah disiapkan guna menjamin koper jemaah sampai di akomodasi masing-masing dengan aman.
Agenda Ibadah dan Jaminan Konsumsi
Selama menetap di Madinah, para jemaah dijadwalkan melaksanakan ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari. Untuk mendukung stamina jemaah, Kemenhaj memberikan jaminan layanan konsumsi sebanyak 27 kali makan selama periode tersebut. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian di Madinah, jemaah akan dimobilisasi menuju Makkah untuk melaksanakan inti ibadah haji.
Baca juga: Menelusuri Masjid Al-Nusb: Simbol Arsitektur Sarat yang Berdiri Tegak Sejak Abad ke-18
Sumber: Kemeterian Haji dan Umrah RI. (2026, 20 April). Gunakan Skema Fast Track, Kloter Pertama Jemaah Haji Mendarat di Madinah 22 April. Haji.go.id. https://haji.go.id/berita/gunakan-skema-fast-track-kloter-pertama-jemaah-haji-mendarat-di-madinah-22-april-1776661039386