Masjid Al-Nusb adalah masjid bersejarah yang dibangun dengan gaya arsitektur Sarat di Kota Abha pada awal abad ke-18. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Provinsi Aseer. Tempat ibadah bersejarah ini sempat ditutup, dan dibuka kembali pada tahun 1999.
Pembangunan Masjid Al-Nusb, yang terletak di Lingkungan Al-Nusb di pusat Kota Abha, Provinsi Aseer, dimulai pada tahun 1690. Masjid ini dibangun oleh Mohammed Al Mufreh I, dan keluarganya telah merawatnya hingga saat ini. Sebuah masjid baru kemudian dibangun bersebelahan dengan masjid lama, yang kemudian digabungkan ke dalam struktur aslinya.
Masjid ini terletak di Lingkungan Al-Nusb bersejarah yang memiliki banyak bangunan kuno dan istana ikonik. Kawasan tersebut juga dicirikan oleh keberadaan jalan setapak unik yang dirancang khusus dengan gaya “Raqf”. Hingga saat ini, kondisi asli bangunan masjid tersebut masih tetap dipertahankan dengan sangat baik.
Arsitektur Gaya Sarat: Perpaduan Material Lumpur, Batu, dan Kayu Juniper
Unsur-unsur Masjid al-Nusb meliputi ruang shalat lama yang menjadi fitur warisan paling menonjol di bangunan ini. Bagian ikonik tersebut dibangun dengan gaya Sarat menggunakan material alami berupa lumpur dan batu.
Atap pada ruang shalat lama tersebut menggunakan batang kayu juniper untuk menjaga keaslian arsitekturnya. Di sisi selatan masjid warisan, terdapat ruang shalat modern yang dibangun menggunakan batu bata dan beton.
Fasilitas pendukung di area masjid ini mencakup toilet, area wudhu, ruang penjaga, serta ruang penyimpanan. Ruang shalat modern tersebut juga dilengkapi dengan halaman terbuka dan sebuah menara berbentuk persegi. Dengan luas sekitar 281 meter persegi, masjid ini mampu menampung sekitar delapan puluh tujuh jamaah sekaligus.
Restorasi dan Pengembangan Infrastruktur Masjid
Masjid al-Nusb terpilih masuk ke dalam fase pertama proyek pemugaran dan rehabilitasi masjid-masjid bersejarah di Kerajaan. Inisiatif ini merupakan bagian dari Proyek Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid-Masjid Bersejarah yang dimulai sejak 2018.
Setelah proses pengembangan, luas bangunan masjid kini bertambah menjadi 286 meter persegi. Dengan perluasan tersebut, daya tampung masjid meningkat sehingga mampu melayani hingga 117 jamaah. Pekerjaan pengembangan ini meliputi pemugaran menyeluruh pada ruang shalat warisan, fasilitas toilet, area wudhu, hingga halaman masjid.
Baca juga: Tradisi Tahunan Jelang Haji: Bagian Bawah Kiswah Ka’bah Diangkat Setinggi 3
Sumber: Saudipedia. (n.d.). Al-Nusb Mosque. Diambil 12 April 2026, dari https://saudipedia.com/en/al-nusb-mosque