Istana Abo Sarrah merupakan kompleks bangunan bersejarah yang berdiri megah di pusat Desa al-Azizia, kawasan as-Sudah, Kota Abha. Sebagai ibu kota administratif Provinsi Aseer di barat daya Arab Saudi, lokasi ini menyimpan nilai sejarah yang sangat tinggi bagi Kerajaan.
Struktur megah ini pertama kali dibangun pada tahun 1834 oleh sosok bernama Lahiq bin Ahmed Abo Sarrah. Setelah melalui proses renovasi oleh para cucu keturunan beliau pada tahun 2017, kini Istana Abo Sarrah telah resmi dibuka untuk kunjungan publik.
Karakteristik Unik Istana Abo Sarrah: Perpaduan Kayu Juniper, Qudad, dan Panorama Pegunungan
Istana Abo Sarrah terdiri dari tiga istana yang berdekatan, dibangun di atas lahan seluas lebih dari tiga ribu m². Istana-istana ini dibangun dari batu-batu yang diambil dari pegunungan Provinsi Aseer dan kayu juniper. Eksteriornya dilapisi dengan material yang disebut Qudad dan dinding serta langit-langitnya dihiasi dengan prasasti.
Istana-istana bersejarah ini memiliki karakteristik arsitektur berupa dinding yang sangat tebal dan tinggi. Desain dinding tersebut secara khusus didedikasikan untuk menangkis berbagai serangan musuh serta bertahan dari kondisi cuaca yang buruk. Setiap bagian bangunan dirancang secara fungsional, yakni sebagai tempat tinggal yang nyaman selama masa damai.
Di sisi lain, struktur bangunan ini juga dapat berubah fungsi menjadi benteng yang kokoh dan tak tertembus ketika terjadi perang. Secara estetika, posisi istana-istana ini sangat strategis karena langsung menghadap ke hamparan lahan pertanian hijau dan pegunungan tinggi yang indah. Keunikan lainnya adalah setiap istana memiliki nama dengan makna tersendiri, yang masing-masing dikenal sebagai “Wazaa”, “Aziz”, dan “Benteng al-Musalla”.
Komponen Istana Abo Sarrah
Istana Wazaa dan Aziz terdiri dari enam lantai, sedangkan Benteng al-Musalla terdiri dari tiga lantai. Kedua istana tersebut mencakup tiga puluh dua ruangan, beberapa di antaranya diberi nama, seperti “al-Mustahi,” yang diperuntukkan bagi tamu dan terletak di lantai atas, “al-Sufli,” yang diperuntukkan bagi ternak, dan “al-Suman,” yang merupakan ruangan kedap udara yang terisolasi dari udara dan kelembapan. Ruangan ini diperuntukkan untuk penyimpanan biji-bijian dan makanan. Pengunjung dapat mempelajari simbolisme dan konotasi nama-nama tersebut dengan memindai kode QR di pintu masuk ruangan. Istana-istana tersebut juga mencakup ruang pameran.
Istana Abo Sarrah juga mencakup kafe terbuka, yang dibangun mengikuti arsitektur dan gaya warisan istana. Istana-istana tersebut juga memiliki restoran yang menyajikan makanan tradisional, selain beberapa ruang pameran dan area tempat duduk.
Pusat Akulturasi dan Warisan: Transformasi Istana Abo Sarrah Menjadi Ruang Publik Kreatif
Istana Abo Sarrah mencerminkan sejarah panjang dan aspek sosial yang berlaku di Provinsi Aseer. Istana-istana ini menjadi tujuan yang dicari oleh wisatawan dan pengunjung dari Arab Saudi dan luar negeri, dan akhirnya menjadi tempat berkumpulnya berbagai acara, kegiatan, dan program budaya, sosial, pariwisata, dan ekonomi.
Area istana dan alun-alun di sekitarnya kini berfungsi sebagai ruang publik untuk menyelenggarakan berbagai pertunjukan serta acara seni secara langsung. Salah satu agenda besar yang pernah digelar di lokasi ini adalah Malam Budaya dan Seni Abha oleh Masyarakat Kebudayaan dan Seni Arab Saudi pada tahun 2021.
Selain itu, kawasan bersejarah ini juga menjadi tuan rumah bagi perhelatan edisi ketiga Festival Internasional Qemam untuk Seni Pertunjukan Pegunungan. Festival berskala internasional tersebut sukses diselenggarakan pada tahun 2024 di bawah naungan Komisi Teater dan Seni Pertunjukan.
Baca juga: Hari Kesehatan Sedunia: Kerajaan Arab Saudi Tegaskan Akses Kesehatan sebagai Hak Asasi
Sumber: Saudipedia. Abo Sarrah Palaces. Diambil 10 April 2026, dari https://saudipedia.com/en/abo-sarrah-palaces