MAKKAH — Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan pelaksanaan operasi kesehatan untuk musim Haji 2026. Dalam pengumuman tersebut, pihak kementerian menegaskan situasi di lapangan berjalan dengan aman dan terkendali. Mereka juga memastikan bahwa tidak ada wabah penyakit atau ancaman kesehatan masyarakat yang tercatat di antara para jamaah.
Menurut pihak kementerian, tim medis sukses memberikan lebih dari 2,5 juta layanan kesehatan kepada jamaah sejak awal musim Haji. Seluruh rangkaian layanan medis intensif ini tercatat berlangsung hingga tanggal 12 Dzul Hijjah yang bertepatan dengan 29 Mei.
Data resmi kementerian juga menunjukkan bahwa sebanyak 114.889 orang telah mendapatkan manfaat dari pusat kesehatan serta fasilitas perawatan darurat. Selain itu, unit gawat darurat dilaporkan bergerak cepat dalam menangani 58.462 kasus medis di lapangan. Sementara itu, fasilitas klinik rawat jalan telah menerima dan melayani 29.846 pasien secara optimal.
Ratusan Operasi Jantung hingga Layanan Preventif: Totalitas Medis untuk Jamaah
Sebanyak 8.342 pasien tercatat harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama musim tersebut. Selama periode itu pula, tim spesialis berhasil melakukan 410 prosedur bedah yang mencakup 323 kateterisasi jantung dan 33 operasi jantung terbuka.
Tidak hanya tindakan kuratif, otoritas kesehatan juga gencar meningkatkan kampanye kesadaran serta pencegahan bagi para jamaah. Upaya preventif ini terbukti sukses dengan tersalurkannya lebih dari 292.585 layanan pencegahan di lapangan. Terakhir, pusat panggilan terpadu 937 turut menerima lebih dari satu juta panggilan untuk menyediakan dukungan medis dan konsultasi 24 jam dalam tujuh bahasa.
Modernisasi Layanan Kesehatan Haji Lewat Solusi Inovatif
Pelaksanaan Haji tahun ini menyaksikan penerapan teknologi medis canggih yang belum pernah terjadi sebelumnya di tanah suci. Salah satu inovasi utama yang menonjol adalah penggunaan pesawat tanpa awak atau drone. Teknologi drone ini dikerahkan khusus untuk mengangkut obat-obatan serta peralatan medis penting dengan sangat cepat.
Di ruang operasi, para ahli bedah spesialis kini mulai mengandalkan bantuan robot medis untuk menangani berbagai prosedur bedah yang kompleks. Sementara itu, pemantauan kesehatan jamaah berisiko tinggi dipermudah lewat penggunaan jam tangan pintar yang melacak tanda-tiga vital mereka secara jarak jauh. Seluruh upaya modernisasi ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Kerajaan Saudi dalam menerapkan berbagai solusi kesehatan yang inovatif.
Baca juga: Air Mata dan Doa di Ka’bah: Suasana Khidmat Tawaf Wada’ Lepas Kepulangan Jamaah Haji
Sumber: Saudi Gazette. (2026, May 31). Ministry of Health provides over 2.5 million services during Hajj season. https://saudigazette.com.sa/article/661752/saudi-arabia/ministry-of-health-provides-over-25-million-services-during-hajj-season