Hubungan Arab Saudi dan Prancis memasuki babak baru. Kedua negara memperkuat kemitraan strategis melalui berbagai kesepakatan di bidang kecerdasan buatan (AI), pertahanan, energi, infrastruktur, kesehatan, logistik, budaya, dan olahraga.
Penguatan hubungan tersebut berlangsung saat Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman, melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris pada Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Arab Saudi dan Prancis menggelar pertemuan perdana Saudi-French Strategic Partnership Council dan Saudi-French Investment Roundtable.
Menurut laporan Leaders, terdapat 21 kesepakatan dan memorandum of understanding (MoU) dengan nilai investasi sekitar US$15,7 miliar. Namun, pernyataan bersama pemerintah Prancis dan Arab Saudi pada 25 Agustus 2026 menyebut lebih dari 22 kesepakatan dan MoU diumumkan selama rangkaian kunjungan tersebut.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa cakupan kerja sama kedua negara sangat luas. Hubungan Riyadh dan Paris kini tidak hanya berfokus pada perdagangan dan energi, tetapi juga berkembang ke teknologi strategis, AI, pertahanan, transportasi, kesehatan, hiburan, budaya, olahraga, dan investasi.
Pertemuan Tingkat Tinggi Arab Saudi dan Prancis
Pertemuan tingkat tinggi menjadi salah satu agenda utama kunjungan Mohammed bin Salman ke Prancis.
Putra Mahkota Arab Saudi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin pertemuan pertama Saudi-French Strategic Partnership Council. Forum ini menjadi mekanisme baru untuk memperkuat koordinasi strategis antara kedua negara.
Selain itu, keduanya menghadiri Saudi-French Investment Roundtable. Pertemuan tersebut mempertemukan pejabat pemerintah, investor, pemimpin perusahaan, dan CEO dari Arab Saudi serta Prancis.
Berbagai peluang investasi dibahas dalam forum tersebut. Sektornya mencakup energi, industri, jasa keuangan, transportasi, logistik, kesehatan, budaya, pariwisata, dan kecerdasan buatan.
Hubungan ekonomi kedua negara juga menunjukkan perkembangan positif. Nilai perdagangan bilateral Arab Saudi dan Prancis mencapai sekitar SAR44,2 miliar atau US$11,8 miliar pada 2025.
Investasi Qiddiya di Prancis
Salah satu pengumuman terbesar dalam kemitraan Arab Saudi dan Prancis adalah rencana investasi Qiddiya Investment Company di kawasan Cergy-Pontoise, sekitar 30 kilometer di barat laut Paris.
Qiddiya menandatangani MoU untuk mengeksplorasi pengembangan destinasi terpadu yang menggabungkan:
- hiburan;
- rekreasi;
- perhotelan;
- budaya; dan
- olahraga.
Nilai pengembangan proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar €6 miliar sepanjang siklus pengembangannya.
Rencana awal mencakup hingga tiga fasilitas hiburan utama, hotel, serta berbagai pengalaman rekreasi. Presiden Emmanuel Macron menyambut proyek tersebut sebagai investasi berskala besar yang berpotensi menjadi salah satu proyek hiburan terbesar di Prancis sejak Disneyland Paris.
Proyek tersebut juga diperkirakan menciptakan sekitar 22.000 lapangan kerja. Salah satu konsep yang dilaporkan berkaitan dengan taman hiburan bertema manga, termasuk kemungkinan atraksi yang terinspirasi dari Dragon Ball.
Investasi ini menarik karena memperlihatkan perkembangan baru Vision 2030. Arab Saudi tidak hanya membangun destinasi hiburan di dalam negeri, tetapi juga mulai membawa pengalaman dan kemampuan pengembangan industri hiburannya ke pasar internasional.
Arab Saudi dan Prancis Perkuat Kerja Sama AI
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu sektor strategis dalam hubungan kedua negara.
Arab Saudi dan Prancis sepakat memperkuat kerja sama di bidang AI, komputasi kuantum, teknologi baru, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Kerja sama tersebut diperkuat melalui MoU antara Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi dengan kementerian Prancis yang menangani ekonomi, keuangan, kedaulatan industri, energi, dan digital.
Sektor swasta juga memainkan peran penting.
Perusahaan AI Arab Saudi HUMAIN dan perusahaan AI Prancis Mistral AI mengumumkan kemitraan strategis. Kerja sama tersebut mencakup infrastruktur AI, pengembangan model AI canggih, serta penerapan solusi AI di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya.
Bagi Arab Saudi, pengembangan AI merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi berbasis teknologi. Sementara itu, Prancis memperoleh peluang untuk memperluas ekosistem teknologi dan AI Eropa ke pasar Timur Tengah.
Energi dan Ketahanan Rantai Pasok
Energi tetap menjadi salah satu fondasi kemitraan Arab Saudi dan Prancis.
Kedua negara menegaskan komitmen terhadap stabilitas pasar energi global, keamanan pasokan, serta perlindungan jalur perdagangan dan pelayaran internasional.
Kerja sama energi juga diarahkan pada sejumlah bidang masa depan, antara lain:
- energi nuklir untuk tujuan damai;
- hidrogen bersih;
- energi surya;
- integrasi energi terbarukan ke jaringan listrik;
- penyimpanan energi;
- efisiensi energi;
- pengurangan emisi; dan
- teknologi penangkapan atau penghilangan emisi.
Salah satu kerja sama bisnis terbesar melibatkan Saudi Aramco dan sejumlah perusahaan Prancis.
Kesepakatan dengan nilai lebih dari US$3,7 miliar diarahkan untuk memperkuat ekosistem rantai pasok, meningkatkan efisiensi operasional, mengembangkan teknologi digital dan AI industri, serta meningkatkan transfer teknologi dan inovasi.
Dengan demikian, hubungan energi Arab Saudi dan Prancis mulai bergerak dari pola perdagangan tradisional menuju kemitraan teknologi dan industri yang lebih luas.
Kerja Sama Pertahanan Arab Saudi dan Prancis
Pertahanan menjadi sektor strategis lainnya dalam hubungan bilateral kedua negara.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi dan Kementerian Angkatan Bersenjata dan Urusan Veteran Prancis mengadopsi Declaration of Intent untuk meningkatkan kerja sama pertahanan.
Ruang lingkupnya meliputi:
- produksi persenjataan bersama;
- pendidikan dan pelatihan militer;
- teknologi pertahanan;
- keamanan siber; dan
- pengembangan kemampuan industri pertahanan.
Kerja sama tersebut sejalan dengan agenda Arab Saudi untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanannya sendiri.
Melalui Vision 2030, Arab Saudi menargetkan lebih dari 50% belanja pertahanannya dapat dilokalisasi pada akhir dekade ini. Kebijakan tersebut didorong oleh General Authority for Military Industries (GAMI) dan Saudi Arabian Military Industries (SAMI).
Bagi Prancis, kerja sama ini membuka peluang untuk memperluas kemitraan industri pertahanan. Bagi Arab Saudi, kerja sama tersebut dapat mendukung pengembangan teknologi, kapasitas industri, dan sumber daya manusia pertahanan domestik.
Penguatan Logistik dan Pelabuhan Jeddah
Sektor logistik juga mendapatkan perhatian dalam rangkaian kesepakatan tersebut.
Red Sea Gateway Terminal (RSGT) dan perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM menandatangani kesepakatan senilai sekitar US$434 juta.
Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pengembangan dan pengoperasian Terminal 4 di Jeddah Islamic Port.
Investasi ini memperkuat posisi Jeddah sebagai salah satu simpul logistik penting di kawasan Laut Merah.
Bagi Arab Saudi, pengembangan pelabuhan dan jaringan logistik merupakan bagian penting dari strategi diversifikasi ekonomi. Posisi geografis Kerajaan juga memberikan peluang untuk menghubungkan perdagangan antara Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.
Pembiayaan hingga US$5 Miliar untuk Proyek Arab Saudi
Kerja sama finansial menjadi bagian penting dari kemitraan ekonomi baru tersebut.
Kementerian Keuangan Arab Saudi dan Bpifrance Assurance Export menandatangani pernyataan bersama untuk membentuk fasilitas kredit khusus hingga US$5 miliar.
Fasilitas tersebut dirancang untuk membiayai atau melakukan refinancing terhadap kontrak yang diberikan kepada perusahaan Prancis.
Kerangka pembiayaan tersebut dapat mendukung berbagai proyek Vision 2030, terutama:
- infrastruktur perkotaan;
- transportasi;
- kesehatan;
- teknologi; dan
- proyek pembangunan strategis lainnya.
Dengan adanya mekanisme tersebut, kerja sama Arab Saudi dan Prancis tidak hanya mencakup investasi langsung. Kerja sama ini juga menyediakan instrumen pembiayaan yang dapat mempercepat keterlibatan perusahaan Prancis dalam proyek pembangunan Arab Saudi.
Pembiayaan Pesawat untuk Saudia
Sektor penerbangan juga masuk dalam agenda kerja sama ekonomi.
Saudia Group, Saudi EXIM Bank, dan Crédit Agricole CIB menandatangani MoU untuk menyusun skema pembiayaan pembelian empat pesawat Airbus oleh Saudia.
Kerja sama ini memperlihatkan keterkaitan antara sektor penerbangan, perbankan, pembiayaan ekspor, dan industri manufaktur pesawat Eropa.
Bagi Arab Saudi, pengembangan sektor penerbangan semakin penting seiring pertumbuhan pariwisata dan konektivitas internasional sebagai bagian dari agenda Vision 2030.
Kesehatan, Farmasi, dan Pengembangan SDM
Kesehatan menjadi bidang lain yang mendapatkan perhatian dalam rangkaian perjanjian Arab Saudi dan Prancis.
Kedua negara memperluas kerja sama kelembagaan di bidang kesehatan, termasuk:
- produksi farmasi canggih;
- penelitian bioteknologi;
- teknologi medis; dan
- lokalisasi industri kesehatan.
Kerja sama akademik juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Bentuknya antara lain peningkatan pertukaran dan kolaborasi antara universitas serta lembaga penelitian kedua negara.
Bagi Arab Saudi, kemitraan ini dapat mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Sementara bagi Prancis, pasar kesehatan Saudi yang berkembang membuka peluang bagi perusahaan farmasi, bioteknologi, peralatan medis, dan institusi penelitian.
Memperpanjang Kemitraan AlUla hingga 2035
Hubungan Arab Saudi dan Prancis juga memiliki dimensi budaya yang kuat.
Menteri Kebudayaan Arab Saudi Prince Badr bin Abdullah bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menandatangani kesepakatan untuk memperpanjang kemitraan antarpemerintah dalam pengembangan warisan budaya AlUla hingga 2035.
Kerja sama tersebut mencakup:
- arkeologi;
- konservasi warisan budaya;
- pariwisata berkelanjutan;
- infrastruktur;
- pengembangan AlUla Tram; dan
- proyek pariwisata dan budaya lainnya.
AlUla menjadi salah satu contoh bagaimana kerja sama budaya dapat berjalan bersamaan dengan pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Kerja Sama Olahraga dan Esports
Olahraga dan esports juga masuk dalam agenda hubungan bilateral.
Pada rangkaian kegiatan Esports World Cup 2026 di Paris, Menteri Olahraga Arab Saudi Prince Abdulaziz bin Turki bin Faisal dan Menteri Olahraga, Pemuda dan Kehidupan Komunitas Prancis Marina Ferrari menandatangani Sports Cooperation MoU.
Kerangka kerja sama tersebut mencakup program olahraga bersama, pelatihan atlet, kedokteran olahraga, serta pengembangan esports.
Hal ini menunjukkan bahwa olahraga semakin menjadi instrumen diplomasi ekonomi dan budaya antara Arab Saudi dan Prancis.
Prancis Mendukung Expo 2030 Riyadh
Presiden Emmanuel Macron dan Mohammed bin Salman juga mengonfirmasi partisipasi Prancis dalam Expo 2030 Riyadh.
Kedua negara sepakat memanfaatkan Expo tersebut sebagai momentum untuk memperkuat hubungan komersial, teknologi, dan budaya.
Pemerintah Prancis dan Arab Saudi juga menyatakan bahwa Expo 2030 dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta kedua negara.
Seberapa Besar Hubungan Investasi Arab Saudi dan Prancis?
Hubungan ekonomi Arab Saudi dan Prancis telah berkembang selama beberapa dekade.
Prancis termasuk salah satu investor asing penting di Arab Saudi, terutama dalam bidang energi, pengelolaan air, transportasi, dan logistik. Kedua negara juga menyatakan keinginan untuk meningkatkan investasi dua arah.
Beberapa angka memberikan gambaran mengenai hubungan ekonomi tersebut:
- US$17,04 miliar: stok investasi langsung Prancis di Arab Saudi pada 2024.
- US$11,78 miliar: nilai perdagangan bilateral Arab Saudi–Prancis pada 2025.
- SAR23,9 miliar atau sekitar US$6,37 miliar: arus investasi asing langsung ke Arab Saudi pada kuartal I 2026 menurut data yang dikutip Leaders.
- 651: jumlah lisensi investasi aktif yang dimiliki perusahaan Prancis di Arab Saudi.
- 18: jumlah sektor ekonomi Arab Saudi yang memiliki kehadiran aktif perusahaan Prancis.
- Posisi ke-4: peringkat Prancis sebagai sumber investasi asing langsung di Arab Saudi menurut data yang dikutip dalam artikel sumber.
Data perdagangan tahun 2025 juga dikonfirmasi oleh Saudi Press Agency. Nilainya mencapai sekitar SAR44,2 miliar, meningkat 7,2% dibandingkan periode sebelumnya.
Apa Arti Kesepakatan Ini bagi Vision 2030?
Rangkaian kesepakatan menunjukkan bahwa hubungan Arab Saudi dan Prancis sedang mengalami perubahan struktural.
Jika sebelumnya energi menjadi salah satu fondasi utama hubungan ekonomi, kini kerja sama semakin luas. Bidangnya mencakup AI, teknologi, industri pertahanan, logistik, kesehatan, hiburan, olahraga, budaya, dan pariwisata.
Bagi Arab Saudi, kemitraan dengan Prancis dapat mendukung setidaknya tiga agenda utama Vision 2030.
1. Diversifikasi Ekonomi
Arab Saudi berupaya mengurangi ketergantungan terhadap minyak dengan memperluas sektor teknologi, hiburan, pariwisata, manufaktur, dan jasa.
2. Transfer Teknologi dan Pengembangan SDM
Kemitraan dengan perusahaan dan institusi Prancis dapat membantu Arab Saudi membangun kemampuan domestik di berbagai sektor strategis.
3. Investasi Internasional
Arab Saudi tidak hanya berupaya menarik perusahaan asing ke dalam negeri. Negara tersebut juga mulai mendorong perusahaan Saudi untuk melakukan investasi dan ekspansi ke pasar internasional.
Di sisi lain, Prancis memperoleh peluang untuk memperluas akses perusahaan dan teknologinya ke salah satu pasar investasi terbesar di Timur Tengah.
Kesimpulan
Kemitraan Arab Saudi dan Prancis memasuki fase baru dengan cakupan kerja sama yang semakin luas.
Rangkaian kesepakatan selama kunjungan Mohammed bin Salman ke Paris mencakup pertahanan, AI, energi, logistik, pembiayaan, kesehatan, budaya, olahraga, dan hiburan.
Beberapa proyek utama menunjukkan besarnya skala hubungan tersebut. Di antaranya adalah proyek Qiddiya senilai sekitar €6 miliar di Cergy-Pontoise, kemitraan AI antara HUMAIN dan Mistral AI, investasi Saudi Aramco lebih dari US$3,7 miliar dengan perusahaan Prancis, fasilitas pembiayaan hingga US$5 miliar, serta pengembangan Terminal 4 di Pelabuhan Jeddah.
Lebih jauh, hubungan ini menunjukkan bahwa Vision 2030 semakin memiliki dimensi internasional. Arab Saudi tidak hanya mengundang investasi dan teknologi asing ke dalam negeri, tetapi juga mulai membawa perusahaan dan model bisnis Saudi ke pasar global.
Dengan semakin eratnya hubungan Riyadh dan Paris, kemitraan Arab Saudi dan Prancis berpotensi menjadi salah satu kemitraan ekonomi dan teknologi penting antara Timur Tengah dan Eropa dalam dekade mendatang.
Referensi
Aya Sayed. (2026). AI, defense & infrastructure: 21 landmark agreements solidify Saudi-French ties. Leaders MENA. Leaders MENA
Embassy of France in Saudi Arabia. (2026, August 25). Joint statement by France and Saudi Arabia on the occasion of the visit of His Royal Highness Prince Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Crown Prince and Prime Minister of the Kingdom of Saudi Arabia, to the French Republic. Ministère de l’Europe et des Affaires étrangères. Joint statement France–Saudi Arabia
Reuters. (2026, August 24). France, Saudi Arabia agree on €6 billion Dragon Ball Z theme park project near Paris. Reuters
Saudi Press Agency. (2026, June 21). Federation of Chambers delegation highlights expanding Saudi-French trade and investment ties. Saudi Press Agency
Saudi Press Agency. (2026, June 11). Saudi Arabia and France sign joint action program to advance tourism cooperation. Saudi Press Agency
Saudi Gazette. (2026, August 24). Saudi Arabia, France push diplomacy on Iran and reject threats to Hormuz: The two countries deepen strategic partnership with 21 agreements and MoUs. Saudi Gazette
SEO Settings
Focus keyphrase:
kemitraan Arab Saudi dan Prancis
Slug:kemitraan-arab-saudi-dan-prancis
Meta description:
Kemitraan Arab Saudi dan Prancis makin kuat melalui kerja sama AI, pertahanan, energi, investasi, logistik, kesehatan, budaya, dan Vision 2030.
SEO title:
Arab Saudi dan Prancis Perkuat Kemitraan Strategis di AI, Energi, dan Pertahanan
Suggested secondary keywords:
Arab Saudi Prancis, hubungan Arab Saudi dan Prancis, kerja sama Arab Saudi Prancis, investasi Arab Saudi Prancis, Vision 2030, kerja sama AI Arab Saudi, investasi Saudi di Prancis, kemitraan strategis Arab Saudi, Saudi-French Strategic Partnership, investasi Qiddiya Prancis