Arab Saudi mempercepat transformasi ekonominya dengan mengurangi ketergantungan pada minyak dan petrokimia. Salah satu langkah terbarunya adalah kemitraan antara Saudi Aramco dan Saudi Arabian Mining Company (Ma’aden) untuk membentuk perusahaan patungan di sektor eksplorasi mineral dan pertambangan batuan keras.
Melalui kerja sama ini, Aramco dan Ma’aden akan mencari serta mengembangkan cadangan mineral strategis di Arab Saudi. Tembaga menjadi salah satu target utama karena permintaannya meningkat seiring ekspansi kendaraan listrik, energi terbarukan, penyimpanan energi, dan jaringan transmisi listrik.
Kemitraan tersebut mendukung ambisi Saudi Vision 2030 untuk menjadikan pertambangan sebagai pilar ekonomi baru. Dalam strategi nasional ini, pertambangan diposisikan sebagai sektor penting setelah minyak dan petrokimia.
Aramco dan Ma’aden Bentuk Perusahaan Patungan
Rencana perusahaan patungan Aramco dan Ma’aden pertama kali diumumkan pada Januari 2025. Dalam struktur kepemilikannya, Ma’aden akan memegang 51 persen saham, sedangkan Aramco menguasai 49 persen.
Perusahaan patungan ini akan berfokus pada eksplorasi di Zone 4 atau Transitional Zone di kawasan Arabian Shelf. Wilayah tersebut memiliki luas sekitar 182.000 kilometer persegi, setara hampir 10 persen dari total wilayah Arab Saudi.
Zona eksplorasi itu membentang di sepanjang jalur selebar kurang lebih 100 kilometer yang sejajar dengan Arabian Shield. Kawasan ini dinilai memiliki prospek geologi yang besar, tetapi belum dieksplorasi secara maksimal.
Melalui proyek ini, Aramco dan Ma’aden ingin mempercepat penemuan sumber daya mineral yang dapat dikembangkan secara komersial. Jika berhasil, langkah tersebut dapat memperkuat pasokan mineral domestik Arab Saudi sekaligus meningkatkan perannya dalam rantai pasok global.
Data Geologi Aramco Jadi Keunggulan Utama
Salah satu kekuatan utama dalam kemitraan ini adalah data geologi dan geofisika milik Aramco. Perusahaan energi tersebut telah mengumpulkan data bawah permukaan selama lebih dari 90 tahun melalui aktivitas eksplorasi minyak dan gas.
Data tersebut dapat membantu perusahaan patungan memilih lokasi yang memiliki potensi mineral tinggi secara lebih tepat. Dengan demikian, risiko dan biaya pada tahap awal eksplorasi dapat ditekan.
Aramco membawa pemahaman mendalam mengenai Arabian Shelf, sedangkan Ma’aden memiliki pengalaman dalam eksplorasi dan pengembangan proyek tambang. Kombinasi tersebut diharapkan mempercepat proses pencarian cadangan mineral baru.
Kolaborasi ini juga menunjukkan perubahan peran Aramco. Perusahaan tidak hanya mengembangkan bisnis energi fosil, tetapi juga mulai memperluas eksposur ke mineral penting bagi transisi energi.
Tembaga Jadi Target Eksplorasi Utama
Tembaga menjadi komoditas utama dalam ekspansi pertambangan Arab Saudi. Mineral ini dibutuhkan dalam kabel listrik, kendaraan listrik, pembangkit energi terbarukan, jaringan transmisi, dan sistem penyimpanan energi.
Kebutuhan tembaga diperkirakan terus tumbuh karena elektrifikasi ekonomi global membutuhkan infrastruktur kelistrikan yang lebih besar. Arab Saudi pun ingin mengurangi ketergantungan impor dengan memperkuat produksi mineral di dalam negeri.
Selain tembaga, perusahaan patungan Aramco dan Ma’aden juga akan mengeksplorasi sejumlah mineral strategis lainnya, yaitu:
- Seng
- Timbal
- Unsur tanah jarang atau rare earth elements
Mineral-mineral tersebut memiliki nilai penting bagi industri teknologi, manufaktur canggih, energi bersih, pertahanan, dan pengolahan bahan baku industri.
AI Percepat Eksplorasi Mineral
Aramco dan Ma’aden berencana memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta komputasi berperforma tinggi dalam proses eksplorasi mineral.
Teknologi ini dapat menganalisis data geologi dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi area yang paling prospektif. Hasil analisis tersebut kemudian dapat membantu tim eksplorasi menentukan lokasi survei lanjutan dan pengeboran.
Pemanfaatan AI berpotensi mempercepat proses dari pemetaan regional menuju penemuan deposit mineral. Namun, perusahaan patungan ini tetap perlu memperoleh persetujuan internal, regulator, dan izin persaingan usaha sebelum dapat beroperasi penuh.
Pertambangan Jadi Pilar Ketiga Ekonomi Arab Saudi
Ekspansi Aramco dan Ma’aden sejalan dengan Saudi Vision 2030. Pemerintah Arab Saudi ingin membangun pertambangan sebagai pilar ketiga ekonomi nasional setelah minyak dan petrokimia.
Arab Saudi memperkirakan nilai sumber daya mineral yang belum dikembangkan mencapai sekitar SAR 9,4 triliun atau setara US$2,5 triliun. Negara ini juga telah mengidentifikasi lebih dari 45 jenis mineral, termasuk emas, tembaga, seng, fosfat, dan uranium.
Pemerintah Saudi mendorong investasi melalui pembaruan regulasi pertambangan, perluasan survei geologi, percepatan proses perizinan, dan pemberian berbagai insentif eksplorasi.
Beberapa langkah yang dilakukan Arab Saudi antara lain:
- Menurunkan tarif pajak pertambangan dari 45 persen menjadi 20 persen.
- Menyediakan insentif eksplorasi sekitar SAR 685 juta atau US$182 juta.
- Memberikan dukungan untuk lisensi eksplorasi yang memenuhi syarat.
- Mengembangkan platform digital Ta’adeen untuk proses perizinan.
- Memperkuat survei geologi dan infrastruktur pendukung tambang.
- Menyediakan pembiayaan bagi proyek pertambangan yang memenuhi ketentuan.
Saudi Industrial Development Fund disebut dapat membiayai hingga 75 persen biaya proyek eksplorasi lanjutan dan pertambangan yang memenuhi syarat. Dukungan ini bertujuan mengurangi risiko investasi dan mempercepat pengembangan proyek tambang.
Belanja Eksplorasi Mineral Meningkat
Aktivitas eksplorasi mineral Arab Saudi tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dikutip Leaders MENA dari S&P Global Market Intelligence, anggaran eksplorasi pertambangan Saudi naik dari sekitar US$21 juta pada 2022 menjadi sekitar US$146 juta pada 2025.
Jumlah proyek pengeboran juga bertambah. Pada 2023, terdapat sekitar 58 proyek pengeboran, sedangkan pada 2024 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 160 proyek.
Kenaikan ini memperlihatkan bahwa Arab Saudi tidak hanya memetakan potensi mineral, tetapi juga mulai mempercepat tahap eksplorasi untuk menemukan cadangan yang layak dikembangkan.
Aramco dan Ma’aden Juga Bidik Lithium
Kerja sama pertambangan batuan keras bukan satu-satunya proyek antara Aramco dan Ma’aden. Pada Januari 2025, kedua perusahaan juga menandatangani kesepakatan awal untuk mengembangkan proyek lithium.
Proyek lithium tersebut menargetkan produksi komersial mulai 2027. Lithium merupakan bahan penting dalam baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Kombinasi eksplorasi tembaga, unsur tanah jarang, dan lithium memperlihatkan arah strategi Arab Saudi. Negara tersebut ingin memperkuat posisinya dalam rantai pasok mineral penting yang mendukung transisi energi global.
Kesimpulan
Kemitraan Aramco dan Ma’aden menjadi langkah penting dalam ekspansi pertambangan Arab Saudi. Perusahaan patungan ini menggabungkan data geologi Aramco, pengalaman operasional Ma’aden, teknologi AI, serta dukungan kebijakan pemerintah Saudi.
Fokus pada tembaga dan mineral strategis dapat membantu Arab Saudi membangun sumber pertumbuhan baru di luar minyak. Jika eksplorasi di Zone 4 menghasilkan cadangan komersial, proyek ini berpotensi memperkuat industri pertambangan domestik dari tahap eksplorasi hingga pengolahan mineral bernilai tambah.
Referensi
- Ghandour, A. (2026). Saudi mining expansion: Aramco, Ma’aden join forces in multi-billion dollar mineral push. Leaders MENA.
https://www.leaders-mena.com/?p=110905 - Saudi Aramco. Informasi perusahaan dan strategi bisnis terkait energi serta pengembangan mineral.
- Ma’aden. Informasi perusahaan mengenai kegiatan eksplorasi, pertambangan, dan pengembangan mineral di Arab Saudi.
- Saudi Vision 2030. Strategi diversifikasi ekonomi Arab Saudi, termasuk pengembangan sektor pertambangan.