King Salman Gate Makkah memasuki tahap pengembangan baru melalui kemitraan antara RUA AlHaram AlMakki Company dari Arab Saudi dan MRCB International dari Malaysia. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan kawasan terpadu berbasis transportasi dengan nilai pengembangan indikatif sekitar SAR21 miliar.
Proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan terminal bus. Rencana pengembangan akan mengintegrasikan transportasi publik dengan hunian, hotel, area komersial, ritel, serta fasilitas pendukung lainnya. Dengan pendekatan ini, King Salman Gate diharapkan mendukung mobilitas yang lebih terintegrasi di kawasan sekitar Masjidil Haram.
Kesepakatan ini juga menunjukkan semakin besarnya peran kerja sama internasional dalam pembangunan Makkah. Namun, nilai SAR21 miliar masih berupa indicative Gross Development Value (GDV). Realisasi proyek tetap bergantung pada uji kelayakan, perizinan, pembiayaan, tahapan pembangunan, dan perjanjian final. RUA
Apa Itu King Salman Gate Makkah?
King Salman Gate merupakan proyek pengembangan kawasan multifungsi yang terletak di sebelah Masjidil Haram, Makkah. RUA AlHaram AlMakki, perusahaan milik Public Investment Fund atau PIF, bertindak sebagai pengembang utama.
Proyek ini mencakup total luas lantai kotor atau Gross Floor Area hingga 12 juta meter persegi. Kawasan tersebut dirancang untuk menggabungkan fungsi hunian, perhotelan, perdagangan, budaya, ruang ibadah, dan transportasi publik. King Salman Gate
Skala proyek King Salman Gate cukup besar. Rencana pengembangan mencakup sekitar 50.000 unit hunian, hingga 16.000 kamar hotel, lebih dari 200.000 meter persegi area ritel, serta ruang salat dalam dan luar ruangan dengan kapasitas sekitar 900.000 jemaah. King Salman Gate
Selain membangun fasilitas baru, proyek ini juga memiliki unsur pelestarian. Pengembang merencanakan pengembangan dan revitalisasi sekitar 19.000 meter persegi kawasan warisan budaya dan sejarah di Makkah. King Salman Gate
Dengan demikian, King Salman Gate tidak dirancang sebagai proyek properti tunggal. Kawasan ini dikembangkan sebagai bagian dari transformasi wilayah pusat Makkah.
Kemitraan Arab Saudi dan Malaysia dalam King Salman Gate
Pada September 2026, RUA AlHaram AlMakki dan MRCB International Sdn Bhd menandatangani kerja sama untuk mengeksplorasi pengembangan kawasan transport-oriented mixed-use di dalam King Salman Gate.
Bambang Kajairi selaku CEO RUA AlHaram AlMakki dan Dato’ Imran Salim selaku Group Managing Director MRCB menandatangani kesepakatan tersebut di Kuala Lumpur. Gubernur PIF Yasir Al-Rumayyan serta sejumlah pejabat senior perusahaan juga menyaksikan penandatanganan. MRCB
Nilai pengembangan indikatif proyek mencapai sekitar SAR21 miliar. Namun, kedua perusahaan masih mengeksplorasi kerangka pembangunan, pendanaan, dan pelaksanaan proyek. Karena itu, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai nilai investasi final. RUA
Kemitraan ini mempertemukan dua keahlian berbeda. RUA membawa visi pengembangan King Salman Gate dan pemahaman terhadap kebutuhan kawasan Makkah. Sementara itu, MRCB membawa pengalaman dalam pembangunan kawasan berbasis transportasi.
Mengapa MRCB Malaysia Terlibat?
Keterlibatan MRCB memiliki hubungan erat dengan pengalaman perusahaan tersebut dalam Transit-Oriented Development (TOD).
Salah satu proyek utama MRCB adalah KL Sentral di Kuala Lumpur. MRCB menyebut KL Sentral sebagai pusat transportasi terintegrasi terbesar di Malaysia. Kawasan tersebut menggabungkan jaringan transportasi dengan fungsi bisnis, properti, hunian, dan layanan perkotaan. MRCB
Pengalaman tersebut relevan dengan kebutuhan King Salman Gate Makkah.
Makkah memiliki pola mobilitas yang berbeda dari banyak kota besar lain. Jumlah pengunjung dapat meningkat sangat tinggi pada periode tertentu, terutama selama musim haji dan umrah. Karena itu, transportasi tidak cukup hanya menghubungkan satu titik dengan titik lainnya.
Sistem mobilitas juga perlu terhubung dengan penginapan, ruang ibadah, area komersial, jalur pejalan kaki, dan fasilitas pelayanan jemaah.
Di sinilah konsep TOD menjadi penting.
Konsep Transit-Oriented Development di King Salman Gate
Transit-Oriented Development merupakan pendekatan pembangunan kawasan yang menempatkan transportasi publik sebagai salah satu pusat aktivitas.
Dalam konsep ini, stasiun atau terminal tidak berdiri sendiri. Kawasan di sekitarnya berkembang bersama fasilitas hunian, perdagangan, perhotelan, dan pelayanan publik.
Dalam rencana kerja sama King Salman Gate, pengembangan akan mengeksplorasi integrasi terminal bus publik dengan fasilitas hunian, perhotelan, komersial, ritel, dan komponen mixed-use lainnya. MRCB
Model tersebut dapat memperpendek perpindahan antarfasilitas. Pengunjung tidak harus selalu menggunakan kendaraan untuk memenuhi setiap kebutuhan.
Selain itu, hubungan antara transportasi dan kawasan perkotaan dapat membantu mengatur arus perjalanan secara lebih sistematis.
Bagi Makkah, pendekatan tersebut menjadi relevan karena mobilitas jemaah memiliki skala besar dan terkonsentrasi pada kawasan tertentu.
King Salman Gate dan Transportasi Publik Makkah
Transportasi menjadi salah satu unsur penting dalam peningkatan pelayanan jemaah di Arab Saudi.
Laporan Saudi Vision 2030 tahun 2025 menyebut jaringan transportasi untuk jemaah telah menghubungkan transportasi udara, kereta, dan angkutan darat. Sistem tersebut mencakup Haramain High-Speed Railway, Mashaer Train, serta jaringan bus Makkah. Pada 2025, Makkah Buses tercatat melayani lebih dari 187,8 juta perjalanan penumpang. Saudi Vision 2030
King Salman Gate akan menambah dimensi lain pada sistem tersebut karena proyek ini dirancang agar terhubung dengan jaringan transportasi publik.
Tujuannya bukan sekadar menambah fasilitas transportasi. Pengembang juga ingin meningkatkan akses menuju Masjidil Haram dan mempermudah pergerakan pengunjung di kawasan pusat Makkah. King Salman Gate
Oleh karena itu, pembangunan kawasan berbasis transportasi dapat menjadi bagian penting dari perubahan pola mobilitas Makkah dalam jangka panjang.
Dampak bagi Mobilitas Jemaah dan Pengunjung
Jika rencana pengembangan terealisasi sesuai konsepnya, King Salman Gate Makkah dapat memberikan beberapa perubahan pada pengalaman perjalanan jemaah.
Pertama, integrasi transportasi dapat mengurangi kebutuhan perpindahan yang tidak perlu. Terminal, hotel, tempat tinggal, toko, dan fasilitas lain berada dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Kedua, pengembangan jalur pejalan kaki dapat meningkatkan akses menuju Masjidil Haram. Situs resmi King Salman Gate menyebut proyek tersebut akan menyediakan koridor pejalan kaki yang memberikan akses langsung menuju kawasan Masjidil Haram. King Salman Gate
Ketiga, kawasan terpadu dapat mendukung distribusi pergerakan pengunjung. Hal ini penting karena kawasan sekitar Masjidil Haram menghadapi tekanan mobilitas yang tinggi.
Namun, dampak tersebut masih bergantung pada desain final, kapasitas transportasi, manajemen lalu lintas, integrasi dengan jaringan yang sudah ada, dan tahapan pelaksanaan proyek.
Karena proyek masih berada dalam tahap pengembangan, terlalu dini untuk menyimpulkan seberapa besar pengaruh akhirnya terhadap kemacetan atau waktu perjalanan jemaah.
Mendukung Pilgrim Experience Program dan Saudi Vision 2030
Pengembangan King Salman Gate memiliki hubungan dengan agenda Saudi Vision 2030, khususnya peningkatan pelayanan bagi jemaah haji dan umrah.
Pilgrim Experience Program menempatkan peningkatan infrastruktur, akses menuju tempat suci, serta kualitas layanan sebagai bagian dari sasaran utamanya. Program tersebut juga mendorong koordinasi pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan perjalanan jemaah. Saudi Vision 2030
Secara lebih luas, Saudi Vision 2030 mencantumkan peningkatan akses ke Masjidil Haram, perbaikan layanan bagi jemaah haji dan umrah, serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan sebagai beberapa tujuan pembangunan. Saudi Vision 2030
King Salman Gate berada dalam konteks tersebut.
Selain terhubung dengan transportasi publik, proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas akomodasi, hunian, fasilitas ibadah, perdagangan, dan pelayanan pengunjung.
Dengan demikian, proyek tersebut menghubungkan pembangunan properti dengan kebutuhan mobilitas dan pelayanan jemaah.
Peluang Investasi Internasional di Makkah
Kemitraan dengan MRCB juga membuka jalur bagi keterlibatan keahlian dan modal internasional dalam pengembangan King Salman Gate.
RUA menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menciptakan platform bagi institusi internasional untuk berpartisipasi dalam pembangunan jangka panjang Makkah. Namun, RUA tetap memegang kendali atas visi utama dan pelaksanaan keseluruhan King Salman Gate. RUA
Model tersebut memungkinkan pengembang Arab Saudi memanfaatkan pengalaman perusahaan luar negeri dalam bidang tertentu.
Dalam kasus MRCB, kemampuan yang menjadi fokus adalah pengembangan kawasan terpadu berbasis transportasi.
Kerja sama semacam ini juga dapat mendukung pertukaran pengalaman dalam desain perkotaan, integrasi moda transportasi, manajemen kawasan, serta pembiayaan pembangunan berskala besar.
Menjaga Warisan Makkah di Tengah Modernisasi
Transformasi Makkah membawa tantangan tersendiri. Kota ini membutuhkan infrastruktur modern, tetapi juga memiliki warisan sejarah dan identitas keagamaan yang harus diperhatikan.
King Salman Gate mencoba memasukkan dua kepentingan tersebut dalam satu masterplan.
Selain membangun fasilitas modern, proyek ini akan mengembangkan dan merehabilitasi sekitar 19.000 meter persegi kawasan budaya dan warisan. Desainnya juga diarahkan untuk menghubungkan unsur arsitektur Makkah dengan fasilitas perkotaan kontemporer. King Salman Gate
Pendekatan tersebut penting karena transformasi kawasan sekitar Masjidil Haram tidak hanya berkaitan dengan kapasitas bangunan.
Kualitas akses, ruang publik, pengalaman pejalan kaki, transportasi, pelayanan jemaah, dan pelestarian warisan juga menjadi bagian dari pembangunan kota.
King Salman Gate Membawa Model Baru Pengembangan Makkah
Kemitraan RUA AlHaram AlMakki dan MRCB International menunjukkan arah baru dalam pengembangan King Salman Gate Makkah.
Kedua perusahaan tidak hanya membahas pembangunan terminal transportasi. Mereka mengeksplorasi kawasan yang mengintegrasikan transportasi publik, hunian, hotel, perdagangan, dan layanan bagi jemaah.
Nilai pengembangan indikatif sekitar SAR21 miliar memperlihatkan skala rencana tersebut. Namun, proyek masih harus melalui uji kelayakan, persetujuan, pengaturan pembiayaan, tahapan pembangunan, serta perjanjian final. RUA
Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, King Salman Gate dapat memperkuat konektivitas kawasan pusat Makkah dan meningkatkan integrasi antara transportasi dengan aktivitas perkotaan.
Pada saat yang sama, keberhasilan proyek akan bergantung pada kemampuan pengembang mengelola kebutuhan mobilitas yang sangat besar tanpa mengabaikan karakter sejarah dan spiritual Makkah.
Referensi
- Malaysian Resources Corporation Berhad. (2026, September 29). RUA AlHaram AlMakki and MRCB Partner on SAR 21 Billion Development at King Salman Gate in Makkah. MRCB Media Release
- RUA AlHaram AlMakki Company. (2026, September 28). RUA AlHaram AlMakki and MRCB Partner on SAR 21 Billion Development at King Salman Gate in Makkah. RUA AlHaram AlMakki
- King Salman Gate. (2025, October 15). HRH Crown Prince Announces King Salman Gate Project in Makkah. King Salman Gate Official Website
- King Salman Gate. (2026). Frequently Asked Questions: Project Overview and Facilities. King Salman Gate FAQ
- Public Investment Fund. (2026). RUA AlHaram AlMakki Company. Public Investment Fund
- Saudi Vision 2030. (2026). Pilgrim Experience Program. Saudi Vision 2030, Pilgrim Experience Program
- Saudi Vision 2030. (2026). Vision 2030 Overview. Saudi Vision 2030