Arab Saudi Peringkat Pertama Dunia dalam ICT
Arab Saudi kembali memperkuat posisinya sebagai pemimpin transformasi digital global. Kerajaan menempati peringkat pertama dunia dalam ICT Development Index (IDI) 2026 yang diterbitkan International Telecommunication Union (ITU). Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan digital Saudi tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung keberlanjutan.
Posisi teratas ini menjadi salah satu pencapaian utama yang disoroti dalam edisi kelima Digital and Space Sustainability Report 2026. Laporan tersebut diterbitkan oleh Communications, Space and Technology Commission (CST) bersama ITU dan Ministry of Communications and Information Technology (MCIT).
Tema laporan tahun ini adalah “A Sustainable Present for an Empowered Future.” Tema tersebut menggambarkan arah baru transformasi digital Saudi. Teknologi tidak lagi sekadar menjadi alat untuk meningkatkan layanan, tetapi juga digunakan untuk menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang.
Arab Saudi Memimpin ICT Development Index 2026
Dalam IDI 2026, Arab Saudi memperoleh skor 99,8 dari 100. Kerajaan mencatat skor penuh pada indikator universal connectivity dan 99,6 pada meaningful connectivity.
Dengan capaian tersebut, Arab Saudi berada di posisi pertama dunia untuk dua tahun berturut-turut. Indeks ITU tersebut mengukur perkembangan ICT di 159 negara berdasarkan dua pilar utama, yaitu konektivitas universal dan konektivitas bermakna.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa investasi Saudi pada infrastruktur digital telah menghasilkan dampak yang luas. Hingga akhir 2025, penetrasi internet di Kerajaan mencapai 100%. Sementara itu, kecepatan unduh internet seluler median mencapai 216 Mbps.
Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari nilai pasar ICT Saudi yang mencapai SAR 199 miliar pada akhir 2025. Dalam lima tahun terakhir, sektor ini mencatat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 8%.
Transformasi Digital Saudi Mulai Memasuki Era Keberlanjutan
Peringkat pertama dalam ICT Development Index bukan satu-satunya pencapaian yang disoroti dalam laporan CST.
Kini, Arab Saudi berusaha menghubungkan pertumbuhan teknologi dengan agenda keberlanjutan. Pendekatan tersebut terlihat dari berbagai program yang mencakup ekonomi sirkular digital, pengelolaan limbah elektronik, regulasi teknologi, hingga teknologi ruang angkasa.
Salah satu langkah penting adalah peluncuran panduan global untuk pengembangan kebijakan dan regulasi e-waste. Inisiatif ini diarahkan untuk memperbaiki pengelolaan limbah elektronik sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi sirkular.
Langkah tersebut menjadi semakin penting karena ekspansi perangkat dan layanan digital juga meningkatkan kebutuhan terhadap pengelolaan limbah elektronik yang lebih bertanggung jawab.
Dengan demikian, pembangunan ekosistem digital tidak berhenti pada penyediaan jaringan dan perangkat. Saudi juga mulai memperhatikan dampak lingkungan yang muncul dari pertumbuhan teknologi.
Riyadh Perkuat Peran dalam Regulasi Digital Global
Peran Arab Saudi dalam transformasi digital juga semakin terlihat pada level regulasi internasional.
Riyadh menjadi tuan rumah Global Symposium for Regulators (GSR-25). Forum tersebut mengangkat tema “Regulation for Sustainable Digital Development” dan mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas masa depan regulasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Pertemuan tersebut menghasilkan Riyadh Outcome Statement. Dokumen tersebut memperkuat kontribusi Saudi dalam mendorong pendekatan regulasi digital yang inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Arab Saudi juga bergabung dalam dewan Digital Regulation Network. Posisi tersebut memberikan ruang lebih besar bagi Kerajaan untuk berkontribusi dalam pembentukan standar dan praktik regulasi digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Teknologi Antariksa Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Transformasi digital Saudi juga semakin terhubung dengan perkembangan teknologi antariksa.
Laporan CST menyoroti peluncuran Earth Observation Platform serta satelit Shams. Teknologi tersebut dapat mendukung pemantauan Bumi dan lingkungan, sekaligus memperkuat kemampuan Saudi dalam memahami berbagai fenomena yang berkaitan dengan ruang angkasa.
Pemanfaatan observasi Bumi berbasis satelit juga memiliki nilai strategis. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk pemantauan lingkungan dan pengambilan keputusan berbasis data.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi antariksa tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, teknologi ini menjadi bagian dari ekosistem digital yang lebih luas.
AI dan Teknologi Digital Menghasilkan Dampak Nyata
Laporan Digital and Space Sustainability 2026 juga memuat 14 kisah sukses nasional dari lebih dari 25 entitas pemerintah dan swasta.
Berbagai kisah tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi canggih mulai diterapkan untuk menjawab persoalan nyata. Artificial intelligence (AI), teknologi antariksa, dan observasi Bumi berbasis satelit digunakan untuk menciptakan manfaat di bidang lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Perkembangan ini penting karena keberhasilan transformasi digital tidak hanya dapat diukur dari jumlah jaringan, perangkat, atau layanan digital. Dampak nyata terhadap masyarakat dan lingkungan juga menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
Sejalan dengan Vision 2030
Arah baru ini juga sejalan dengan ambisi Saudi Vision 2030. Transformasi digital menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun ekonomi yang lebih beragam, inovatif, dan berbasis teknologi.
Pada saat yang sama, agenda keberlanjutan semakin terintegrasi ke dalam pembangunan sektor ICT dan ruang angkasa.
Karena itu, posisi pertama Arab Saudi dalam ICT Development Index dapat dilihat bukan hanya sebagai pencapaian konektivitas. Prestasi tersebut mencerminkan perkembangan ekosistem digital yang mencakup infrastruktur, regulasi, inovasi, investasi, dan kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta.
Arab Saudi Ingin Menjadikan Teknologi sebagai Mesin Keberlanjutan
Perjalanan transformasi digital Saudi kini memasuki tahap yang lebih kompleks. Setelah berhasil memperluas konektivitas dan memperkuat infrastruktur, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi menghasilkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Laporan CST menunjukkan arah tersebut dengan cukup jelas. AI, teknologi digital, teknologi antariksa, dan data satelit semakin ditempatkan sebagai instrumen untuk menghadapi tantangan lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial.
Dengan fondasi digital yang kuat dan posisi teratas dalam indeks ICT global, Arab Saudi kini memiliki modal penting untuk membangun ekosistem digital yang tidak hanya lebih canggih, tetapi juga lebih berkelanjutan.
Baca juga: Arab Saudi Mantapkan Dominasi Regional dalam Layanan Pemerintahan Digital
Referensi:
- Elsheikh, E. (2026). Saudi Arabia Tops Global ICT Rankings as Digital Sustainability Takes Center Stage. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/saudi-arabia-tops-global-ict-rankings-as-digital-sustainability-takes-center-stage/.
- Saudi Gazette. (2026). Saudi Arabia Ranks First Regionally in Digital Government Services. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/663978/saudi-arabia/saudi-arabia-ranks-first-globally-in-ict-development-index-cst-sustainability-report-reveals.