Arab Saudi akan menggelar Hackathon Energi Arab Saudi 2026 untuk pertama kalinya di Riyadh pada 7–9 Oktober 2026. Ajang inovasi selama tiga hari ini ditujukan bagi talenta muda, pengembang teknologi, peneliti, serta pelaku industri energi.
Kegiatan tersebut digelar menjelang WPC Energy Congress ke-25 yang akan berlangsung di Riyadh pada 11–15 Oktober 2026. Melalui hackathon ini, pemerintah Arab Saudi ingin mendorong lahirnya solusi praktis untuk sektor minyak dan gas, energi terbarukan, hidrogen, serta pengelolaan jaringan listrik.iogp+1
Hackathon Energi Digelar di KAPSARC Riyadh
Kementerian Energi Arab Saudi telah membuka tahap pengajuan ide untuk Energy Hackathon 2026. Acara ini berada di bawah naungan Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz, Menteri Energi Arab Saudi.
Mengusung tema “Ignite Your Ideas”, hackathon akan berlangsung di King Abdullah Petroleum Studies and Research Center atau KAPSARC, Riyadh. Peserta akan mengikuti lokakarya teknis, mendapatkan pendampingan dari praktisi industri, dan mengembangkan purwarupa solusi selama kompetisi.
Program ini tidak hanya berorientasi pada penghargaan bagi pemenang. Penyelenggara juga menyiapkan program pemberdayaan pascakompetisi untuk membantu proyek unggulan berkembang menjadi produk atau solusi komersial.saudicon+1
Enam Tantangan Utama Hackathon Energi
Hackathon Energi Arab Saudi 2026 akan membahas enam tantangan yang dikelompokkan dalam tiga jalur utama: efisiensi operasional, inovasi transformatif, dan pengendalian cerdas.
| Jalur inovasi | Fokus solusi |
|---|---|
| Efisiensi operasional | Meningkatkan proses inspeksi di fasilitas minyak dan gas serta menjaga stabilitas jaringan listrik saat energi terbarukan semakin terintegrasi |
| Inovasi transformatif | Mengembangkan konsep stasiun pengisian bahan bakar pintar dan teknologi penyimpanan hidrogen |
| Pengendalian cerdas | Membuat sistem untuk memprediksi gangguan jaringan dan mengelola lonjakan beban listrik |
Tantangan ini menunjukkan kebutuhan Arab Saudi untuk menjaga keandalan pasokan energi sambil mempercepat pemanfaatan teknologi rendah karbon. Kompetisi tersebut juga dapat mendukung pengembangan kekayaan intelektual lokal, membuka peluang kerja berkeahlian tinggi, dan memperkuat rantai pasok energi nasional.english.ajel+1
Bagian dari Transformasi Energi Arab Saudi
Hackathon Energi Arab Saudi 2026 sejalan dengan agenda Saudi Vision 2030. Kerajaan berupaya mengurangi ketergantungan pembangkit listrik domestik pada bahan bakar cair dan meningkatkan pemanfaatan tenaga surya, tenaga angin, gas alam, sistem penyimpanan energi, serta hidrogen hijau.
Strategi tersebut memiliki dua sasaran utama. Pertama, minyak mentah yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan listrik di dalam negeri dapat dialihkan ke pasar ekspor. Kedua, bauran energi yang lebih banyak menggunakan energi terbarukan dan gas alam diharapkan membantu menekan emisi dari sektor ketenagalistrikan.
Salah satu proyek penting dalam agenda ini ialah NEOM Green Hydrogen Project. Proyek tersebut mengintegrasikan pembangkit surya dan angin untuk mendukung produksi hidrogen hijau yang akan dikonversi menjadi amonia hijau bagi pasar global.agsi+1
Target Energi Terbarukan Menuju 2030
Arab Saudi menargetkan energi terbarukan menyumbang 50 persen pasokan listrik nasional pada 2030, sedangkan sisanya berasal dari gas alam. Pemerintah juga menargetkan kapasitas energi terbarukan antara 100 GW hingga 130 GW pada akhir dekade ini.agsi
| Indikator | Target atau rencana |
|---|---|
| Porsi energi terbarukan dalam pasokan listrik 2030 | 50% |
| Target kapasitas energi terbarukan pada 2030 | 100–130 GW |
| Target kapasitas surya | Sekitar 58,7 GW |
| Target kapasitas tenaga angin | 40 GW |
| Tender energi terbarukan per tahun | Hingga 20 GW |
| Target penyimpanan energi baterai pada 2030 | 48 GWh |
Pencapaian target ini memerlukan pembangunan pembangkit, penguatan jaringan transmisi, penyimpanan energi skala besar, serta teknologi pengendalian jaringan yang lebih cerdas. Karena itu, tantangan yang dibawa dalam hackathon relevan dengan kebutuhan sistem energi Arab Saudi dalam beberapa tahun mendatang.agsi+1
Jadwal Pendaftaran dan Penghargaan
Pendaftaran Hackathon Energi Arab Saudi 2026 dibuka sejak 19 Agustus 2026 melalui portal resmi Kementerian Energi Arab Saudi. Batas akhir pengajuan ide adalah 16 September 2026.alarabiya+1
Para pemenang dijadwalkan memperoleh penghargaan pada rangkaian WPC Energy Congress di Riyadh Front Exhibition & Conference Center. WPC Energy Congress ke-25 sendiri akan berlangsung pada 11–15 Oktober 2026 dan mempertemukan pemimpin industri, pembuat kebijakan, serta inovator energi dari berbagai negara.iogp+1
Hackathon ini menegaskan ambisi Arab Saudi untuk memperluas perannya di sektor energi. Bukan hanya sebagai produsen minyak besar, tetapi juga sebagai pusat inovasi teknologi energi, pengembangan hidrogen, energi terbarukan, dan kewirausahaan berbasis talenta muda.
Referensi
- Kementerian Energi Arab Saudi. “Ministry of Energy Announces Opening of Registration and Call for Papers for the 25th WPC Energy Congress.”moenergy.gov
- Ajel. “Saudi Arabia Unveils First Energy Hackathon with WPC.” 19 Agustus 2026.english.ajel
- SaudiCon. “Energy Hackathon 2026.”saudicon
- International Association of Oil & Gas Producers. “25th WPC Energy Congress.”iogp
- Arab Gulf States Institute in Washington. “Saudi Arabia Ramps Up Renewables.”