Arab Saudi dan Oman memperkuat konektivitas logistik melalui Koridor Hijau Saudi-Oman atau Secure Green Land Corridor. Koridor ini dirancang untuk mempercepat arus barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan memperkuat perdagangan di kawasan Teluk.
Jalur tersebut memanfaatkan Saudi-Oman Highway yang telah dibuka sejak Desember 2021. Jalan ini menyediakan akses darat langsung antara kedua negara tanpa harus melewati negara ketiga. Pemerintah Oman menyebut panjang jalur langsung tersebut sekitar 725 kilometer.
Pengembangan koridor juga memiliki nilai strategis. Selain mempercepat perdagangan bilateral, jalur darat memberi pelaku logistik pilihan rute tambahan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur distribusi.
Menurut Sayed (2026), koridor ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan rantai pasok di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko jalur pelayaran regional.
Koridor Hijau Saudi-Oman Hubungkan Sohar dan SPARK
Kerja sama terbaru mempertemukan Arkan Logistics dari Oman dan SPARK Logistics dari Arab Saudi. Kedua perusahaan menandatangani kesepakatan pada 5 Agustus 2026 untuk mengembangkan Secure Green Land Corridor.
Kesepakatan tersebut menghubungkan SOHAR Port and Freezone di Oman dengan SPARK Dry Port di Arab Saudi. Koridor menggunakan jaringan jalan langsung melalui kawasan Rub’ al Khali atau Empty Quarter.
Secara umum, kerja sama ini diarahkan pada tiga sasaran utama:
- meningkatkan lalu lintas barang dan aktivitas transit antara Arab Saudi dan Oman;
- mempercepat serta menyederhanakan rantai pasok lintas batas; dan
- memperkuat koneksi antara pelabuhan, kawasan industri, serta pusat logistik.
Dengan jalur tersebut, perusahaan logistik memiliki opsi untuk memindahkan barang langsung antara Oman dan Arab Saudi. Mereka tidak lagi harus bergantung pada rute darat yang melewati negara ketiga.
Memanfaatkan Saudi-Oman Highway
Koridor Hijau Saudi-Oman tidak dibangun dari nol. Sistem ini memanfaatkan Saudi-Oman Highway yang sudah tersedia.
Jalan tersebut melintasi Rub’ al Khali, salah satu kawasan gurun terluas di dunia. Jalur ini menghubungkan wilayah Arab Saudi langsung dengan Oman.
Pemerintah Oman menyatakan panjang jalan sekitar 725 kilometer. Sekitar 564 kilometer berada di sisi Arab Saudi, sementara sisanya berada di Oman. Jalur tersebut resmi dibuka pada Desember 2021.
Di Arab Saudi, rute bergerak dari kawasan Batha-Haradh menuju Shaybah sebelum mencapai perbatasan Oman. Dari perbatasan, jalur berlanjut menuju jaringan jalan Oman.
Pembukaan jalan ini mengubah pola transportasi darat kedua negara. Sebelum jalur langsung tersedia, perjalanan darat Saudi-Oman umumnya harus melewati Uni Emirat Arab.
Karena itu, jalan baru memberi manfaat besar bagi kendaraan angkutan barang. Perjalanan menjadi lebih langsung dan proses transit lintas negara dapat berkurang.
Akses Lebih Cepat dari Pelabuhan Sohar ke Arab Saudi
Salah satu keunggulan utama koridor ini adalah koneksi antara Pelabuhan Sohar dan kawasan industri Arab Saudi.
Sohar memiliki posisi penting di Teluk Oman. Pelabuhan tersebut terhubung dengan jaringan perdagangan internasional sekaligus kawasan industri dan logistik Oman.
Melalui koridor baru, barang yang tiba di Sohar dapat diteruskan dengan transportasi darat menuju Arab Saudi. Salah satu titik tujuan utamanya adalah King Salman Energy Park atau SPARK.
Koneksi tersebut membuat rantai distribusi lebih sederhana. Barang dapat berpindah dari pelabuhan menuju pusat industri tanpa harus melalui terlalu banyak titik transit.
Secara lebih luas, Oman juga memiliki pelabuhan penting lain seperti Duqm dan Salalah. Infrastruktur pelabuhan tersebut memperkuat posisi Oman sebagai salah satu pintu perdagangan menuju Laut Arab dan Samudra Hindia.
Namun, kesepakatan Secure Green Land Corridor yang diumumkan pada Agustus 2026 secara khusus berfokus pada koneksi Sohar-SPARK.
Memangkas Jarak dan Biaya Logistik
Efisiensi jarak menjadi salah satu keuntungan utama Koridor Hijau Saudi-Oman.
Menurut Sayed (2026), penggunaan rute langsung melalui Empty Quarter dapat memangkas perjalanan sekitar 800 kilometer dibandingkan rute darat lama tertentu yang harus memutar melalui negara ketiga.
Jarak yang lebih pendek berpotensi memberi beberapa keuntungan. Waktu pengiriman dapat berkurang. Konsumsi bahan bakar juga dapat ditekan. Selain itu, perusahaan bisa mengurangi biaya operasional kendaraan.
Manfaat lainnya berasal dari berkurangnya titik perbatasan. Semakin sedikit negara yang harus dilalui, semakin sedikit pula tahapan administratif dan kepabeanan yang diperlukan.
Bagi perusahaan dengan pengiriman rutin, efisiensi tersebut dapat berdampak pada biaya logistik secara keseluruhan. Namun, besarnya penghematan tetap bergantung pada jenis barang, jadwal pengiriman, prosedur bea cukai, dan kondisi operasional.
Jarak tempuh yang lebih singkat juga berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar per perjalanan. Karena itu, koridor dapat mendukung transportasi yang lebih efisien, meskipun dampak lingkungan sebenarnya tetap bergantung pada volume barang dan jenis kendaraan yang digunakan.
Menjadi Alternatif bagi Jalur Perdagangan Maritim
Nilai koridor ini tidak hanya berasal dari efisiensi transportasi darat.
Bagi Arab Saudi, konektivitas dengan Oman menambah akses menuju pelabuhan yang terhubung dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Hal ini memberi perusahaan pilihan tambahan dalam menentukan jalur masuk dan keluar barang.
Sayed (2026) menilai diversifikasi rute semakin penting ketika risiko geopolitik memengaruhi jalur perdagangan maritim di kawasan. Dalam kondisi seperti itu, jalur darat dapat berfungsi sebagai alternatif untuk sebagian jenis pengiriman.
Namun, koridor darat tidak menggantikan transportasi laut sepenuhnya. Kapal tetap memiliki keunggulan untuk pengangkutan barang dalam volume sangat besar.
Sebaliknya, koridor Saudi-Oman menambah redundansi jaringan logistik. Artinya, perusahaan memiliki lebih banyak pilihan ketika menghadapi kemacetan, gangguan pelayaran, atau perubahan biaya pada rute tertentu.
Barang dari pasar internasional dapat masuk melalui Sohar, kemudian bergerak lewat darat menuju Arab Saudi. Sebaliknya, produk Saudi dapat dikirim menuju Oman sebelum diteruskan ke pasar internasional.
Memperkuat Ketahanan Rantai Pasok
Diversifikasi jalur menjadi salah satu unsur penting dalam membangun rantai pasok yang tangguh.
Jika perusahaan hanya bergantung pada satu pelabuhan atau satu jalur transportasi, gangguan di satu titik dapat memengaruhi seluruh proses pengiriman. Karena itu, penambahan koridor baru dapat memperkuat fleksibilitas jaringan.
Koridor Hijau Saudi-Oman menawarkan alternatif antara pusat industri Arab Saudi dan pelabuhan Oman. Pada saat yang sama, Arab Saudi terus mengembangkan pelabuhan, jalan, kawasan logistik, serta jaringan transportasi multimoda.
Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi pembangunan sektor logistik Saudi. Melalui National Industrial Development and Logistics Program (NIDLP), pemerintah ingin memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat industri dan logistik global.
Strategi itu tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur. Integrasi antara jalan, pelabuhan, kawasan industri, pusat distribusi, dan sistem kepabeanan juga menjadi faktor penting.
Sejalan dengan Saudi Vision 2030
Pengembangan koridor Saudi-Oman juga mendukung arah Saudi Vision 2030.
Salah satu tujuan utama visi tersebut adalah memanfaatkan posisi geografis Arab Saudi untuk meningkatkan konektivitas perdagangan. Negara itu berada di antara Asia, Eropa, dan Afrika.
Saudi Vision 2030 secara eksplisit menempatkan peningkatan kinerja pusat logistik serta konektivitas jaringan perdagangan sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional.
Karena itu, konektivitas dengan Oman memiliki nilai strategis. Arab Saudi memperoleh jalur tambahan menuju pelabuhan Oman, sementara Oman mendapatkan akses lebih langsung menuju pasar dan kawasan industri Saudi.
Kombinasi tersebut menciptakan jaringan logistik yang lebih luas. Pelabuhan Saudi di Laut Merah dan Teluk Arab dapat dilengkapi dengan akses menuju jaringan pelabuhan Oman.
Dalam jangka panjang, semakin banyak pilihan rute dapat meningkatkan daya saing sektor logistik kawasan.
Mendukung Oman Vision 2040
Bagi Oman, kerja sama logistik dengan Arab Saudi juga mendukung agenda diversifikasi ekonomi.
Oman Vision 2040 menjadi kerangka utama pembangunan ekonomi dan sosial negara tersebut. Di dalamnya, peningkatan daya saing ekonomi dan optimalisasi posisi strategis Oman menjadi bagian penting dari transformasi nasional.
Konektivitas Saudi-Oman dapat membantu meningkatkan pemanfaatan pelabuhan, kawasan industri, dan layanan logistik Oman.
Selain itu, jalur langsung memperbesar potensi Oman sebagai pintu masuk barang menuju pasar regional. Barang yang tiba melalui pelabuhan Oman tidak hanya ditujukan bagi pasar domestik, tetapi juga dapat diteruskan ke negara tetangga.
Memperkuat Integrasi Ekonomi GCC
Koridor ini juga mencerminkan meningkatnya integrasi ekonomi antara Arab Saudi dan Oman.
Hubungan kedua negara mendapat dorongan penting pada 2021 melalui pembentukan Saudi-Omani Coordination Council. Dewan tersebut menjadi wadah koordinasi berbagai bidang kerja sama kedua negara.
Dalam pernyataan bersama pada Desember 2021, Arab Saudi dan Oman menegaskan pentingnya jalan langsung sepanjang 725 kilometer bagi pergerakan masyarakat dan integrasi rantai pasok. Kedua negara juga menekankan upaya meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi yang mendukung Saudi Vision 2030 serta Oman Vision 2040.
Logistik menjadi salah satu bidang yang memiliki potensi besar. Infrastruktur lintas batas dapat memperlancar perdagangan, sementara penyelarasan prosedur dapat mengurangi hambatan distribusi.
Dalam konteks GCC, perkembangan tersebut menunjukkan pergeseran menuju jaringan perdagangan yang semakin terhubung. Jalan, pelabuhan, pusat industri, dan nantinya jaringan kereta dapat membentuk sistem transportasi regional yang lebih terintegrasi.
Peluang Baru bagi Perdagangan Saudi-Oman
Koridor Hijau Saudi-Oman menunjukkan bahwa hubungan logistik kedua negara memasuki tahap yang lebih terintegrasi.
Koridor ini bukan sekadar jalur baru bagi kendaraan angkutan barang. Infrastruktur tersebut menghubungkan pelabuhan, kawasan industri, pusat logistik, dan pasar melalui rute darat yang lebih langsung.
Pemanfaatan Saudi-Oman Highway memberikan keuntungan praktis. Jarak pengiriman dapat menjadi lebih pendek. Transit melalui negara ketiga juga dapat dikurangi.
Sementara itu, hubungan antara Pelabuhan Sohar dan SPARK membuka jalur distribusi baru bagi perusahaan yang beroperasi di kedua negara.
Dari sisi strategis, keberadaan rute tambahan juga memperkuat ketahanan rantai pasok. Pelaku usaha memiliki lebih banyak pilihan ketika jalur perdagangan lain menghadapi gangguan atau kenaikan biaya.
Dengan dukungan Saudi Vision 2030 dan Oman Vision 2040, Koridor Hijau Saudi-Oman berpotensi menjadi bagian penting dari integrasi ekonomi regional. Koridor ini sekaligus menunjukkan bahwa konektivitas darat akan memainkan peran semakin besar dalam membentuk jaringan perdagangan baru di kawasan Teluk.
Referensi
Sayed, A. (2026). Logistics Breakthrough: Saudi-Omani Green Land Corridor Accelerates Gulf Trade. Leaders MENA.
Ministry of Foreign Affairs, Sultanate of Oman. (2021). A Joint Statement from the Sultanate of Oman and the Kingdom of Saudi Arabia. Pemerintah Oman.
Saudi Vision 2030. (2026). National Industrial Development and Logistics Program. Kingdom of Saudi Arabia.
Saudi Vision 2030. Overview: A Thriving Economy and Global Logistics Hub. Kingdom of Saudi Arabia.
Oman Vision 2040 Implementation Follow-up Unit. Oman Vision 2040. Sultanate of Oman.