Suasana Hijau di Al-Baha (Sumber: SPA)
Dua perkembangan terbaru menunjukkan semakin luasnya upaya penghijauan di Arab Saudi. Di wilayah Al-Baha, sebuah inisiatif lingkungan meraih penghargaan tingkat Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) berkat keberhasilan memperluas tutupan vegetasi dan melibatkan masyarakat. Sementara itu, tiga taman besar di Riyadh telah mencapai lebih dari 85 persen penyelesaian sebagai bagian dari program Green Riyadh.
Kedua proyek tersebut memperlihatkan bahwa penghijauan di Arab Saudi tidak hanya berfokus pada penanaman pohon. Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas udara, mengoptimalkan penggunaan air, memperluas ruang publik, dan mendukung kualitas hidup masyarakat.
Al-Baha Green Initiative Raih Penghargaan Lingkungan Tingkat Teluk
Wilayah Al-Baha mencatat pencapaian penting dalam pengembangan lingkungan berkelanjutan. Al-Baha Green Initiative, yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Wilayah Al-Baha, meraih posisi pertama dalam GCC Municipal Work Award edisi keenam untuk periode 2025–2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program dalam memperluas tutupan vegetasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, memperbaiki lanskap perkotaan, serta mendukung keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini juga dilaporkan menghasilkan manfaat ekonomi lebih dari 25 juta riyal Saudi, atau sekitar US$6,7 juta.
Gubernur Al-Baha, Pangeran Hussam bin Saud bin Abdulaziz, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan efektivitas inovasi pemerintah daerah dan koordinasi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung tujuan Saudi Green Initiative.
Lebih dari Satu Juta Pohon dan Tanaman Ditanam
Salah satu hasil utama program ini adalah penanaman lebih dari satu juta pohon, semak, dan tanaman berbunga. Sebagian besar merupakan spesies lokal yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Penanaman tersebut dilakukan di 143 taman publik. Selain itu, sekitar 52.000 pohon ditanam untuk mendukung Saudi Green Initiative. Program ini juga membangun koridor hijau seluas lebih dari 1,25 juta meter persegi di sepanjang jalan dan jalur pejalan kaki.
Upaya tersebut tidak hanya memperindah kawasan perkotaan. Vegetasi yang semakin luas juga membantu meningkatkan kualitas ruang publik dan mendukung lingkungan yang lebih nyaman bagi penduduk.
Partisipasi Masyarakat Menjadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan penghijauan Al-Baha turut didukung oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi nirlaba, dan masyarakat.
Menurut laporan Arab News yang mengutip Saudi Press Agency (SPA), program ini melibatkan 10.150 sukarelawan dengan total kontribusi mencapai 84.500 jam kerja. Pemerintah daerah juga membangun 151 kemitraan dan menandatangani 70 nota kesepahaman.
Kolaborasi tersebut meningkatkan indeks dampak sosial program sebesar 20 persen. Angka ini memperlihatkan bahwa penghijauan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan kerja sama lintas sektor.
Penghijauan Membantu Mengurangi Emisi dan Menghemat Air
Dampak lingkungan Al-Baha Green Initiative juga terlihat melalui sejumlah indikator yang dilaporkan pemerintah daerah. Program ini dikaitkan dengan penurunan emisi nitrogen oksida sebesar 20 persen serta penyerapan sekitar 10.600–18.600 ton karbon dioksida per tahun.
Kualitas udara regional dilaporkan meningkat sebesar 7–10 persen. Di sekitar kawasan dengan vegetasi yang lebih padat, peningkatannya dapat mencapai 20 persen. Angka tersebut merupakan hasil yang dilaporkan dalam program, bukan jaminan bahwa seluruh dampak berasal dari penanaman pohon saja.
Di sisi lain, pengelolaan air menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan. Sebanyak 75 persen kebutuhan irigasi program dipenuhi menggunakan air olahan. Penggunaan jaringan irigasi pintar juga membantu mengurangi konsumsi air tawar hingga 40 persen.
Sistem otomatis tersebut terhubung dengan platform pengelolaan aset dan pemantauan kualitas lingkungan. Teknologi ini memungkinkan pemeliharaan prediktif serta penyesuaian penyiraman berdasarkan kondisi cuaca, dengan tingkat akurasi yang dilaporkan mencapai 97 persen.
Tiga Taman Besar Riyadh Capai Lebih dari 85 Persen Penyelesaian

Sementara itu, upaya penghijauan di ibu kota Arab Saudi juga menunjukkan kemajuan. Pembangunan tiga taman besar di kawasan Al-Qadisiyah, Al-Rimal, dan Al-Munsiyah telah mencapai lebih dari 85 persen penyelesaian.
Proyek ini merupakan bagian dari program Green Riyadh yang berada di bawah pengawasan Royal Commission for Riyadh City. Pembangunannya dimulai pada 2024 dan dirancang untuk memperluas ruang terbuka hijau sekaligus menyediakan fasilitas olahraga serta rekreasi bagi penduduk.
Luas Kawasan Lebih dari 550.000 Meter Persegi
Ketiga taman tersebut mencakup area gabungan lebih dari 550.000 meter persegi. Sekitar 65 persen dari total luasnya dialokasikan untuk ruang hijau.
Rencana penataan lanskap mencakup penanaman lebih dari 585.000 pohon dan semak, disertai vegetasi penutup tanah. Dengan komposisi tersebut, taman-taman ini diharapkan dapat memperluas tutupan hijau dan membantu mengurangi dampak suhu tinggi di kawasan perkotaan.
Selain berfungsi sebagai ruang hijau, taman tersebut dirancang untuk menjadi pusat aktivitas masyarakat. Fasilitas yang direncanakan meliputi lapangan olahraga, area kebugaran, wahana permainan air, jalur bersepeda, dan lintasan seluncur.
Jalur Pejalan Kaki dan Fasilitas Keluarga
Perencanaan fasilitas di ketiga taman juga mencakup sekitar 18 kilometer jalur pejalan kaki, 8 kilometer lintasan lari, dan 8,5 kilometer jalur bersepeda. Selain itu, tersedia rencana pembangunan 22 area bermain anak.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuat ruang hijau lebih mudah dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat. Warga dapat berolahraga, berjalan santai, atau menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas komersial.
Meski progres konstruksi telah melampaui 85 persen, laporan yang tersedia belum memberikan tanggal pasti pembukaan ketiga taman tersebut untuk umum.
Green Riyadh Perluas Target Penghijauan hingga 2030
Pembangunan tiga taman tersebut merupakan bagian dari strategi penghijauan yang lebih luas. Diluncurkan pada 2019, Green Riyadh menargetkan penanaman lebih dari 7,5 juta pohon hingga 2030.
Program ini juga bertujuan meningkatkan ketersediaan ruang hijau dari 1,7 meter persegi menjadi 28 meter persegi per penduduk. Pada saat yang sama, cakupan vegetasi ditargetkan meningkat dari 1,5 persen menjadi 9 persen dari total luas kota Riyadh.
Royal Commission for Riyadh City melaporkan bahwa lebih dari 4,5 juta pohon telah ditanam menuju target tersebut. Artinya, pembangunan taman baru berjalan beriringan dengan penanaman pohon dan pengembangan kawasan hijau di berbagai bagian ibu kota.
Pada 13 Oktober 2026, otoritas Riyadh juga menyampaikan bahwa pekerjaan sedang berlangsung di lebih dari 250 taman lingkungan. Selain itu, terdapat rencana untuk mengembangkan lebih dari 1.500 taman tambahan.
Pendekatan ini penting karena ruang hijau tidak hanya dibangun dalam bentuk taman besar. Penyebaran taman lingkungan dapat membuat fasilitas rekreasi lebih dekat dengan tempat tinggal masyarakat.
Penghijauan Arab Saudi: Dari Al-Baha hingga Riyadh
Perkembangan di Al-Baha dan Riyadh memperlihatkan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam agenda penghijauan Arab Saudi.
Di Al-Baha, keberhasilan program ditopang oleh penanaman vegetasi lokal, kemitraan masyarakat, penggunaan air olahan, dan penerapan irigasi pintar. Program tersebut juga menunjukkan bahwa inisiatif lingkungan dapat menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi, selain manfaat ekologis.
Di Riyadh, fokusnya mencakup pembangunan taman berskala besar, penambahan jalur pejalan kaki dan olahraga, serta perluasan ruang hijau di lingkungan permukiman. Dengan demikian, penghijauan menjadi bagian dari perencanaan kota dan peningkatan kualitas hidup penduduk.
Kedua perkembangan tersebut sejalan dengan tujuan Saudi Green Initiative dan Saudi Vision 2030 dalam mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada pemeliharaan pohon, ketersediaan air, ketahanan vegetasi terhadap iklim kering, serta evaluasi dampak lingkungan secara berkelanjutan.
Bagi Arab Saudi, penghijauan bukan sekadar menambah jumlah pohon. Program-program ini juga menjadi upaya membangun kota yang lebih nyaman, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan memperkuat ketahanan lingkungan untuk masa depan.
Baca juga: PBB Beri Penghargaan untuk Program Penghijauan Arab Saudi, Diakui sebagai World Restoration Flagship
Referensi:
- Hassan, R. (2026). Al-Baha Green Initiative wins GCC award for environmental sustainability. Diambil dari https://www.arabnews.com/saudi-arabia/al-baha-green-initiative-wins-gcc-award-for-environmental-sustainability-3007888.
- Albasrawi, B. (2026). 3 major Riyadh parks surpass 85% completion under Green Riyadh program. Diambil dari https://www.arabnews.com/saudi-arabia/3-major-riyadh-parks-surpass-85-completion-under-green-riyadh-program-3007721.