Ilustrasi Upaya Penghijauan Arab Saudi (Sumber: UNEP/Todd Brown)
Arab Saudi kembali mencatatkan pencapaian penting dalam agenda lingkungan global. Program Penghijauan Nasional atau National Greening Program mendapatkan penghargaan World Restoration Flagship dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghargaan ini diberikan karena program tersebut dinilai berhasil menunjukkan dampak nyata dalam memulihkan ekosistem yang terdegradasi, memperluas tutupan vegetasi, serta memperkuat ketahanan lingkungan di tengah tantangan kekeringan dan desertifikasi. Pengakuan tersebut diumumkan pada 26 Agustus 2026 dalam rangkaian Konferensi Para Pihak Konvensi PBB untuk Memerangi Desertifikasi atau UNCCD COP17 di Ulaanbaatar, Mongolia.
Penghargaan ini sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi dalam upaya global menghadapi perubahan iklim dan degradasi lahan.
Penghargaan PBB untuk Program Penghijauan Arab Saudi
World Restoration Flagship merupakan bagian dari UN Decade on Ecosystem Restoration 2021–2030. Program ini dipimpin oleh United Nations Environment Programme (UNEP) dan Food and Agriculture Organization (FAO).
Melalui penghargaan tersebut, PBB memberikan pengakuan kepada berbagai proyek restorasi ekosistem berskala besar yang dinilai memberikan dampak signifikan dan dapat menjadi contoh bagi negara maupun wilayah lain.
Program Penghijauan Nasional Arab Saudi dipilih bersama dua inisiatif lainnya dari Brasil dan kawasan Sahel. Ketiganya dianggap sebagai contoh penting mengenai bagaimana restorasi ekosistem dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Dengan demikian, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan terhadap aktivitas penanaman pohon. Lebih jauh, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan pendekatan restorasi yang mencakup pemulihan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan air, hingga perlindungan ekosistem pesisir.
159 Juta Pohon Telah Ditanam
Salah satu alasan utama di balik penghargaan tersebut adalah hasil nyata yang telah dicapai Arab Saudi.
Hingga Juni 2026, Program Penghijauan Nasional telah membantu memulihkan sekitar 1 juta hektare lahan terdegradasi. Pada periode yang sama, lebih dari 159 juta pohon telah ditanam di berbagai wilayah Kerajaan.
Restorasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui penanaman pohon. Pemerintah juga menerapkan regenerasi alami, penggembalaan terkendali, penghijauan kembali, pemanenan air hujan, serta pemanfaatan air limbah yang telah diolah.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena sebagian besar wilayah Arab Saudi memiliki kondisi lingkungan yang kering dan menghadapi keterbatasan sumber daya air.
Karena itu, keberhasilan restorasi tidak dapat hanya bergantung pada penanaman vegetasi. Pengelolaan air dan ekosistem secara terpadu juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Memulihkan Gurun hingga Ekosistem Pesisir
Program Penghijauan Nasional memiliki cakupan yang luas. Upayanya mencakup padang penggembalaan, hutan, kawasan gurun, wilayah perkotaan, hingga ekosistem pesisir seperti hutan mangrove.
Selain memperbaiki kondisi lahan, program tersebut juga berupaya mengembalikan spesies asli yang sebelumnya mengalami tekanan terhadap habitatnya.
Beberapa satwa yang telah menjadi bagian dari upaya pemulihan tersebut antara lain Arabian oryx, gazelle, dan ibex.
Langkah ini menunjukkan bahwa restorasi ekosistem di Arab Saudi diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan jumlah vegetasi. Pemerintah juga berupaya mengembalikan fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati di kawasan yang mengalami degradasi.
Target 2030 Semakin Ambisius
Capaian saat ini menjadi bagian dari target yang jauh lebih besar.
Hingga 2030, Arab Saudi menargetkan pemulihan sekitar 2,5 juta hektare lahan serta penanaman 215 juta pohon melalui program tersebut. Dalam jangka lebih panjang, Kerajaan memiliki ambisi untuk memulihkan 40 juta hektare ekosistem dan menanam hingga 10 miliar pohon.
Target tersebut sejalan dengan agenda lingkungan Arab Saudi yang lebih luas melalui Saudi Green Initiative (SGI) dan visi pembangunan nasional.
Dengan demikian, penghijauan diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi desertifikasi, meningkatkan kualitas lingkungan, melindungi keanekaragaman hayati, serta membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.
Restorasi Lingkungan Menjadi Investasi Masa Depan
Menurut Menteri Lingkungan, Air, dan Pertanian Arab Saudi, Abdulrahman bin Abdulmohsen Al-Fadley, keberhasilan memulihkan lebih dari 1 juta hektare lahan menunjukkan upaya Kerajaan dalam mengubah ambisi lingkungan menjadi hasil yang dapat diukur.
Pendekatan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta mitra lokal dan internasional.
Pada tingkat global, PBB menilai restorasi ekosistem memiliki manfaat yang jauh melampaui aspek lingkungan. Ekosistem yang sehat dapat mendukung ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim, kekeringan, dan degradasi lahan.
Karena itu, penghargaan PBB untuk Arab Saudi dapat dipandang sebagai pengakuan terhadap sebuah pendekatan pembangunan yang berusaha menghubungkan konservasi alam dengan manfaat sosial dan ekonomi.
Arab Saudi Perkuat Posisi dalam Agenda Lingkungan Global
Pengakuan sebagai World Restoration Flagship memberikan dimensi internasional yang semakin kuat terhadap agenda penghijauan Arab Saudi.
Program Penghijauan Nasional kini menjadi salah satu dari 30 inisiatif restorasi yang telah mendapatkan pengakuan dalam kerangka UN Decade on Ecosystem Restoration sejak 2022. Secara keseluruhan, inisiatif-inisiatif tersebut telah mencakup hampir 20 juta hektare area yang sedang direstorasi dan hampir 75 juta hektare yang ditargetkan untuk dipulihkan hingga 2030.
Bagi Arab Saudi, penghargaan ini juga memperlihatkan bahwa agenda lingkungan Kerajaan mulai menghasilkan capaian yang mendapat perhatian di tingkat internasional.
Di tengah tantangan desertifikasi dan perubahan iklim, upaya menghijaukan wilayah yang kering menjadi pekerjaan jangka panjang. Namun, dengan jutaan hektare lahan yang ditargetkan untuk direstorasi dan miliaran pohon yang direncanakan untuk ditanam, Arab Saudi sedang membangun strategi lingkungan dalam skala yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Penghargaan World Restoration Flagship dari PBB pun menjadi penanda bahwa transformasi tersebut mulai menghasilkan dampak yang dapat diukur dan diakui dunia.
Baca juga: Upaya Besar Arab Saudi untuk Penghijauan dan Pelestarian Tumbuhan
Referensi:
- UN. (2026). UN Recognizes Saudi Arabia’s National Greening Program as World Restoration Flagship. Diambil dari https://www.decadeonrestoration.org/un-recognizes-saudi-arabias-national-greening-program-world-restoration-flagship.
- SPA. (2026). Saudi Arabia Receives UN Award for World Restoration Flagships. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2662173.
- Ghandour, A. (2026). Saudi Arabia’s National Greening Program Nets UN Restoration Flagship Title. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/saudi-arabias-national-greening-program-nets-un-restoration-flagship-title/.