Susu Unta saat Musim Semi di Provinsi Perbatasan Utara (Sumber: Arab News)
Di wilayah Perbatasan Utara, datangnya musim semi selalu membawa satu pemandangan khas: melimpahnya susu unta yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Badui. Cuaca yang lebih sejuk dan padang rumput yang kembali hijau membuat produksi susu meningkat, menjadikannya sajian utama bagi warga dan para pendatang yang berkemah di gurun.
Dalam budaya setempat, menyuguhkan susu unta kepada tamu di perkemahan musim semi bukan sekadar hidangan—melainkan simbol keramahan, identitas, dan kesinambungan tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Susu Unta sebagai Identitas dan Kebanggaan Lokal
Selama berabad-abad, susu unta menjadi sumber nutrisi penting bagi masyarakat gurun. Hingga kini, ia tetap menjadi ikon budaya yang mencerminkan hubungan erat antara manusia, hewan, dan alam.
Lonjakan konsumsi susu unta setiap musim semi memperlihatkan bagaimana masyarakat masih menjaga kedekatan dengan lingkungan dan tradisi pastoral yang menjadi bagian dari sejarah mereka.
Manfaat Kesehatan: Dari Tradisi hingga Bukti Medi
Selain nilai budayanya, susu unta kini semakin populer karena manfaat kesehatannya. Menurut Dr. Abrar Sheikh Al‑Eidrous, susu unta memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari susu sapi:
Apa yang membuat susu unta lebih mudah ditoleransi tubuh?
- Tidak mengandung beta‑lactoglobulin, protein yang sering memicu alergi susu.
- Mengandung lactoferrin dan kadar vitamin C yang lebih tinggi, membantu memperkuat sistem imun.
- Memiliki laktosa lebih rendah, sehingga lebih nyaman bagi mereka yang mudah mengalami kembung atau gangguan pencernaan.
Dr. Al‑Eidrous juga menyebutkan bahwa mengganti susu sapi dengan susu unta selama kehamilan dapat mengurangi rasa tidak nyaman akibat kembung. Bahkan, pada anak-anak dengan alergi protein susu sapi, susu unta menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal toleransi.
Jejak dalam Tradisi Islam
Manfaat susu unta bukan hanya dibuktikan oleh penelitian modern. Dalam tradisi Islam, Nabi Muhammad juga merekomendasikan susu unta sebagai minuman yang memiliki nilai terapeutik. Hal ini memperkuat posisinya sebagai minuman yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga spiritual.
Susu Unta: Warisan yang Relevan di Era Modern
Di tengah meningkatnya kasus alergi dan intoleransi makanan, susu unta kini dipandang bukan sekadar produk tradisional, tetapi solusi nutrisi fungsional yang lebih selaras dengan kebutuhan tubuh.
Musim semi di Northern Borders pun menjadi momen ketika warisan budaya, kesehatan, dan alam berpadu, menghadirkan kembali tradisi yang tetap hidup dan relevan hingga hari ini.
Baca juga: Paspor Unta: Inovasi Arab Saudi untuk Regulasi, Identitas, dan Masa Depan Industri Unta
Referensi:
- Hameed, N. (2026). Camel milk revives spring traditions in Northern Borders. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2638765/saudi-arabia.
- The Arab Mashriq. (2026). Camel Milk Revives Spring Traditions in Northern Borders Region. Diambil dari https://thearabmashriq.com/camel-milk-revives-spring-traditions-in-northern/.