Arab Saudi saat ini menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Dengan anggaran pendidikan mencapai $53,4 miliar per tahun, atau sekitar 8,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB)—hampir dua kali rata-rata global—negara ini membuktikan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia berkualitas. Sistem pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, terbuka untuk seluruh warga negara dan sepenuhnya gratis. Sistem ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Technical and Vocational Training Corporation (TVTC), serta beberapa lembaga lain seperti Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri yang menyelenggarakan pendidikan khusus untuk staf.

Sejarah dan Struktur Pendidikan
Sejarah pendidikan formal di Arab Saudi bermula dari Kuttab, sekolah tradisional yang berpusat di masjid, di mana imam mengajarkan membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an. Pada 1926, Departemen Pendidikan pertama didirikan oleh Raja Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud, yang menjadi tonggak awal modernisasi pendidikan. Pada 1957, berdiri Universitas King Saud sebagai universitas pertama di negara ini, menandai era baru pendidikan tinggi di kawasan Teluk Arab.

Sistem pendidikan Arab Saudi terdiri dari tiga jenjang: pendidikan dasar (6 tahun), menengah pertama (3 tahun), dan menengah atas (3 tahun). Pendidikan dasar wajib untuk semua anak, dengan kurikulum yang menekankan bahasa Arab, pendidikan Islam, matematika, sains, dan seni. Sejak 2021, bahasa Inggris juga diajarkan sejak kelas satu SD untuk meningkatkan daya saing global siswa.

Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi di Arab Saudi berkembang pesat. Saat ini, terdapat 29 universitas negeri dan puluhan universitas swasta. Lebih dari 70% mahasiswa mengambil bidang humaniora dan ilmu sosial, namun pemerintah terus mendorong peningkatan lulusan di bidang sains, teknologi, dan vokasi melalui berbagai program beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Uniknya, perempuan mendominasi jumlah mahasiswa di perguruan tinggi, dengan lebih dari 60% mahasiswa adalah perempuan. Bahkan, tingkat partisipasi perempuan di pendidikan tinggi melebihi laki-laki, dengan 52% dari seluruh mahasiswa pada 2015 adalah perempuan.
Pendidikan Inklusif dan Khusus
Arab Saudi juga sangat memperhatikan pendidikan inklusif. Siswa dengan disabilitas dan kebutuhan khusus mendapat layanan pendidikan di sekolah khusus atau melalui program inklusi di sekolah reguler. Selain itu, pemerintah menyediakan program khusus untuk siswa berbakat, seperti program pengayaan musim panas yang berfokus pada STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika). Program ini dijalankan oleh Mawhiba dan telah memberi manfaat kepada ribuan siswa berbakat setiap tahun.
Pendidikan Swasta dan Internasional
Sektor swasta juga berperan penting dalam mendukung pendidikan di Arab Saudi. Sekolah swasta diawasi oleh Kementerian Pendidikan dan menerima bantuan buku pelajaran serta dana tahunan dari pemerintah. Selain itu, terdapat lebih dari 200 sekolah internasional yang melayani kebutuhan pendidikan anak-anak ekspatriat dari berbagai negara. Sekolah internasional dan komunitas ini diizinkan menggunakan kurikulum negara asal dan tidak diwajibkan memisahkan siswa laki-laki dan perempuan, berbeda dengan sekolah swasta lokal yang harus mengikuti aturan gender segregation.
Reformasi dan Tantangan
Sistem pendidikan Arab Saudi sempat dikritik karena terlalu berfokus pada hafalan dan pendidikan agama, serta kurang mendorong pemikiran kritis dan inovasi. Namun, pemerintah telah melakukan berbagai reformasi, termasuk mengintegrasikan teknologi pendidikan, memperbarui materi ajar, dan mengurangi konten intoleransi dalam buku pelajaran. Pada 2021, pemerintah bahkan meninjau ulang dan menghapus beberapa materi yang dianggap mengandung unsur anti-Semit dan anti-wanita, yang mendapat apresiasi dari komunitas internasional.
Literasi dan Akses Pendidikan
Tingkat literasi di Arab Saudi sangat tinggi, dengan angka melek huruf mencapai 98% pada 2020 (pria 99%, wanita 96%). Angka ini menjadi bukti keberhasilan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, termasuk melalui program pendidikan nonformal di masjid dan lembaga keagamaan.
Visi Masa Depan
Dalam rangka mendukung Saudi Vision 2030, Arab Saudi terus memperkuat pendidikan berbasis teknologi, memperluas akses pendidikan jarak jauh, dan meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan generasi muda yang siap bersaing di era global, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama.
Baca juga: Pendidikan Tinggi di Arab Saudi
Referensi:
- Wikipedia. (2025). Education in Saudi Arabia. Diambil dari https://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Saudi_Arabia.