Ilustrasi Kondisi Sekolah di Arab Saudi (Sumber: Arabian Business)
Kementerian Pendidikan Arab Saudi kembali mengambil langkah tegas. Sejumlah sekolah swasta dicabut izinnya setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius terkait keselamatan, standar bangunan, dan kepatuhan regulasi. Kebijakan ini memicu diskusi luas di kalangan orang tua, pemilik sekolah, hingga pakar pendidikan.
Faktor Penutupan: Prioritas Utama adalah Keselamatan Siswa
Menurut laporan Gulf News, pencabutan izin dilakukan setelah inspeksi menemukan bahwa beberapa sekolah tidak memenuhi persyaratan keselamatan dan standar operasional yang diwajibkan pemerintah.
Juru bicara Kementerian Pendidikan, Mona Al Ajmi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari proses regulasi bertahap yang memberi sekolah kesempatan memperbaiki pelanggaran sebelum izin benar‑benar dicabut.
Kementerian menegaskan bahwa:
- keselamatan siswa adalah prioritas utama,
- standar pendidikan tidak boleh dikompromikan,
- dan proses pemindahan siswa ke sekolah alternatif akan difasilitasi tanpa mengganggu stabilitas akademik mereka.
Orang Tua Khawatir, Pemilik Sekolah Protes
Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Banyak yang menilai bahwa perpindahan mendadak dapat memengaruhi kondisi psikologis dan performa akademik anak.
Di sisi lain, sejumlah pemilik sekolah swasta menyampaikan keberatan. Mereka menilai beberapa persyaratan baru—terutama terkait standar bangunan, ruang minimum, aksesibilitas, dan sertifikasi keselamatan kebakaran—sulit diterapkan pada gedung yang sudah lama beroperasi.
Beberapa operator sekolah juga mengeluhkan keterlambatan pemberitahuan izin dan tumpang tindih antara izin kotamadya dan sertifikasi pertahanan sipil.
Regulasi Baru: Standar Bangunan Lebih Ketat
Kementerian Kota dan Perumahan baru‑baru ini memperbarui regulasi bangunan untuk institusi pendidikan swasta. Aturan baru mencakup:
- standar ruang minimum,
- aksesibilitas yang lebih baik,
- serta persyaratan keselamatan kebakaran yang lebih ketat sesuai Saudi Building Code.
Langkah ini sejalan dengan upaya nasional meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan memastikan seluruh fasilitas pendidikan memenuhi standar modern.
Pakar Pendidikan: Langkah Ini Sejalan dengan Visi 2030
Konsultan pendidikan Abdul Latif Al Hammadi menilai keputusan ini tepat dan sejalan dengan komitmen Saudi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam kerangka Visi 2030.
Menurutnya, izin operasional tidak boleh diberikan kepada sekolah yang mengabaikan keselamatan siswa atau gagal memenuhi standar minimum.
Apa Selanjutnya?
Kementerian memastikan bahwa:
- siswa dapat dipindahkan langsung ke sekolah negeri atau swasta lain yang memenuhi syarat,
- kondisi tenaga pendidik—terutama guru Saudi—akan dipantau agar tidak terdampak secara ekonomi,
- dan pengawasan terhadap sekolah swasta akan terus diperketat demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, stabil, dan berkualitas.
Baca juga: Arab Saudi Larang Toko Rokok Dekat Masjid dan Sekolah
Referensi:
- Ata, H. (2026). Saudi Arabia revokes licences of several private schools over safety, regulatory breaches. Diambil dari https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/saudi-arabia-revokes-licences-of-several-private-schools-over-safety-regulatory-breaches-1.500543033.
- Saudi Gazette. (2026). Education Ministry revokes licenses of 74 private schools for violations. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/658715/saudi-arabia/education-ministry-revokes-licenses-of-74-private-schools-for-violations.