Smartphone (kiri) dan Ponsel Jadul (kanan) (Sumber: Arab News)
Di tengah dominasi smartphone dan layanan digital berkecepatan tinggi, muncul fenomena menarik di Saudi Arabia: sebagian warga—terutama mahasiswa, kreator konten, dan profesional muda—mulai beralih ke handphone jadul atau dumb phones.
Motivasi mereka bukan nostalgia, melainkan kebutuhan untuk mengendalikan kembali fokus, waktu, dan kesehatan mental.Fenomena ini sejalan dengan tren global digital minimalism, yaitu praktik membatasi konsumsi digital secara sadar untuk mengurangi distraksi dan kelelahan kognitif.
Tekanan dari Notifikasi Tanpa Henti
Data dari DataReportal menunjukkan bahwa tingkat penetrasi media sosial di Saudi mencapai lebih dari 90%, dengan penggunaan harian rata-rata lebih dari tiga jam.
Paparan yang begitu besar membuat banyak anak muda merasa kewalahan oleh notifikasi, pesan, dan aliran konten yang tak pernah berhenti.
Seorang kreator konten asal Riyadh, Noura Al-Qahtani, menggambarkan transisi ke ponsel sederhana sebagai “kembali menemukan keheningan.” Ia menyadari bahwa sebagian besar waktunya hilang untuk scrolling tanpa tujuan, dan ponsel jadul membantunya kembali fokus.Penelitian juga mendukung pengalaman ini. Studi Nature Communications (2021) menunjukkan bahwa mengurangi gangguan digital dapat meningkatkan kemampuan fokus dan kontrol kognitif.
Dampak pada Produktivitas dan Kesehatan Mental
Bagi mahasiswa seperti Abdulrahman Al-Harbi dari Dammam, ponsel jadul menjadi “penyelamat” saat musim ujian. Tanpa aplikasi dan notifikasi, ia merasa pikirannya lebih stabil dan tidak mudah terdistraksi.
Gangguan digital juga berdampak pada kualitas tidur. Harvard Medical School mencatat bahwa paparan layar sebelum tidur dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
Beberapa pengguna bahkan menyadari bahwa ketergantungan pada alat bantu digital—termasuk AI—membuat mereka kehilangan kemampuan berpikir mendalam. Dengan mengurangi penggunaan smartphone, mereka merasa “pikiran kembali jernih.”
Pendekatan Hybrid: Tidak Meninggalkan Smartphone Sepenuhnya
Tidak semua orang benar-benar meninggalkan smartphone. Banyak warga Saudi memilih pendekatan hybrid:
- Smartphone tetap digunakan untuk pekerjaan dan layanan penting
- Ponsel jadul digunakan saat keluar rumah atau saat ingin fokus
Pendekatan ini terbukti efektif. Penelitian dalam Computers in Human Behavior menunjukkan bahwa membatasi penggunaan smartphone, tanpa harus berhenti total, dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan.
Bukan Anti-Teknologi, Tapi Pro-Kendali
Para ahli menegaskan bahwa smartphone tetap penting dalam kehidupan modern—terutama di Saudi yang sangat terdigitalisasi.
Masalahnya bukan pada teknologinya, tetapi kurangnya batasan.
Bagi sebagian warga Saudi, beralih ke ponsel jadul bukanlah bentuk penolakan terhadap kemajuan, melainkan cara untuk mengambil kembali kendali atas perhatian, yang kini menjadi sumber daya paling berharga di era hiper-konektivitas.
Baca juga: Arab Saudi Masuk 22 Negara Paling Bahagia di Dunia 2026, Bukti Nyata Transformasi Visi 2030
Referensi:
- Hussain, W. (2026). Why some Saudis are switching to ‘dumb’ phones. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2638754/saudi-arabia.