Ilustrasi Proses Penyerbukan Kurma (Sumber: SPA)
Di tengah lanskap gurun yang luas, sebuah ritual musim semi yang telah berlangsung selama berabad-abad kembali dimulai. Para petani di wilayah Najran, Arab Saudi, baru saja memulai musim penyerbukan pohon kurma, sebuah fase kritis yang akan menentukan manisnya buah yang akan dinikmati jutaan orang di akhir tahun. Tradisi serupa juga bergema di utara, di wilayah Al-Jouf, di mana lebih dari 980.000 pohon kurma bersiap menyambut musim ini.
Momen ini bukan sekadar rutinitas pertanian; ini adalah denyut nadi ekonomi lokal dan warisan budaya yang dijaga turun-temurun. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana para petani Saudi merawat “pohon kehidupan” mereka, memadukan kearifan lokal dengan sentuhan teknologi modern.
Februari Sebagai Waktu Dimulainya Penyerbukan Kurma
Dari dataran tinggi Najran hingga hamparan luas Al-Jouf, bulan Februari adalah bulan yang sibuk. Seperti yang dilaporkan oleh Saudi Press Agency, para petani di Najran telah memulai prosesnya ketika tandan bunga jantan (spathes) mulai muncul. Seorang petani lokal, Ahmed Al-Saqour, menjelaskan bahwa periode ini didahului oleh persiapan matang, termasuk pemangkasan pelepah kering, pembersihan duri, dan pemisahan anakan dari pohon induk.
Tahapan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pohon dalam kondisi prima untuk menerima serbuk sari. Di Al-Jouf, skala kegiatannya bahkan lebih masif. Otoritas setempat mencatat bahwa lebih dari 980.000 pohon kurma di wilayah tersebut memasuki musim penyerbukan, menyumbang secara signifikan terhadap lumbung kurma nasional.
Seni Penyerbukan: Menjodohkan Pohon untuk Buah Sempurna
Proses yang paling krusial adalah penyerbukan itu sendiri. Di Najran, para petani masih setia pada metode manual, yaitu dengan hati-hati menempatkan tepung sari (pollen) berkualitas tinggi ke dalam seludang bunga betina yang sedang berkembang. Praktik tradisional ini menjamin tingkat keberhasilan pembuahan yang maksimal.
Penyerbukan biasanya dilakukan antara pukul 10 pagi hingga 5 sore selama musim yang berlangsung dari Februari hingga April. Menariknya, tidak semua jenis kurma membutuhkan perlakuan yang sama. Beberapa varietas seperti Al-Shalabi, Al-Beid, dan Al-Sukkari dikenal rakus akan serbuk sari dan membutuhkan penyerbukan ekstensif. Sementara itu, varietas populer seperti Barhi, Khalas, dan Deglet Noor termasuk yang lebih mudah, di mana bantuan angin dan serangga sudah cukup untuk membantu penyerbukan.
Lebih dari Sekadar Penyerbukan: Resep Lengkap Perawatan Pohon Kurma
Penyerbukan yang sukses adalah puncak dari serangkaian perawatan sepanjang tahun. Kementerian Lingkungan, Air, dan Pertanian Saudi telah lama memberikan panduan komprehensif bagi para petani. Setelah penanaman anakan di musim semi atau musim gugur, pohon kurma membutuhkan perhatian khusus.
Irigasi yang Tepat: Memberi minum pohon kurma adalah ilmu tersendiri. Kekurangan air akan memperlambat pertumbuhan buah dan mengurangi kualitasnya. Sebaliknya, kelebihan air dapat menyebabkan kebusukan akar dan mengundang hama mematikan seperti kumbang terpal merah (red palm weevil). Metode irigasi modern seperti irigasi tetes kini semakin populer, meskipun irigasi banjir tradisional masih digunakan.
Nutrisi dan Pemangkasan: Pemupukan organik dan kimia diberikan untuk memastikan nutrisi tanah tercukupi. Sementara itu, pemangkasan dilakukan setahun sekali, biasanya sebelum penyerbukan. Pelepah kering dan yang tidak produktif dipotong untuk merangsang pertumbuhan baru dan memudahkan proses penyerbukan. Proses “skirting” atau pembersihan pangkal pohon juga dilakukan setiap dua hingga empat tahun untuk mencegah sarang hama dan memudahkan inspeksi.
Warisan, Ekonomi, dan Visi Masa Depan
Upaya para petani ini membuahkan hasil yang manis. Di Najran saja, lebih dari 526.000 pohon kurma yang tersebar di 2.696 hektar lahan pertanian mampu memproduksi lebih dari 40.000 ton kurma premium setiap tahunnya. Ini bukan hanya soal angka; ini adalah fondasi ekonomi yang menghidupi banyak keluarga dan komunitas.
Hebatnya, semangat ini selaras dengan Visi 2030 yang lebih besar. Seperti yang diungkapkan oleh pakar budaya Clotilde Entrecanales, Arab Saudi sedang membangun masa depan dengan warisan sebagai fondasinya. Sama seperti petani yang merawat pohon kuno dengan teknik baru, kerajaan ini merawat warisan budayanya—termasuk tradisi pertanian kurma—untuk dipersembahkan kepada dunia dengan wajah modern yang tetap autentik.
Dari penyerbukan manual di Najran hingga lanskap ribuan pohon di Al-Jouf, setiap butir kurma yang sampai ke meja kita membawa cerita tentang kesabaran, keahlian, dan visi besar sebuah bangsa yang tumbuh subur dari akar tradisinya.
Baca juga: Arab Saudi Pamerkan Inovasi Pertanian dan Capaian Ketahanan Pangan di Pameran AgriteQ 2026 Qatar
Referensi:
- Saudipedia. (2025). Palm Care in Saudi Arabia. Diambil https://saudipedia.com/en/palm-care-in-saudi-arabia.Â
- SPA. (2026). Najran farmers begin date palm pollination season. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2633034/saudi-arabia.
- SPA. (2025). Date Palm Pollination Season Begins in Al-Jouf with Over 980,000 Palm Trees. Diambil dari https://spa.gov.sa/en/N2307639.