Kehadiran Menteri Lingkungan, Air, dan Pertanian Arab Saudi (MEWA) di AgriteQ 2026 (Sumber: Arab News)
Doha, 14 Februari 2026 – Arab Saudi kembali menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam sektor pertanian regional dengan menjadi tamu kehormatan (Guest of Honor) dalam pameran pertanian internasional bergengsi, AgriteQ 2026, yang berlangsung di Katara Cultural Village, Doha, Qatar. Partisipasi bergengsi ini tidak hanya menampilkan produk unggulan, tetapi juga memaparkan strategi komprehensif Kerajaan dalam mencapai ketahanan pangan dan memodernisasi sektor pertaniannya.
Delegasi tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian, Yang Mulia Insinyur Abdulrahman Abdulmohsen Alfadley, hadir untuk membagikan peta jalan kesuksesan Arab Saudi dalam mentransformasi sektor agrikultur. Kehadiran ini menjadi magnet tersendiri di ajang yang berlangsung pada 12-16 Februari 2026 tersebut, menarik perhatian para investor, pejabat internasional, dan pelaku bisnis global.
Lompatan Swasembada: Dari Kurma Hingga Perikanan
Salah satu sorotan utama dalam paviliun Arab Saudi adalah pencapaian luar biasa dalam rasio swasembada pangan. Data yang dipresentasikan menunjukkan penurunan drastis ketergantungan pada impor, bahkan beberapa komoditas telah melampaui kebutuhan domestik. Berikut adalah capaian impresif yang dipamerkan:
- Kurma: 118% (ekspor netto)
- Telur: 101% (swasembada penuh)
- Sayuran: 78%
- Unggas (Ayam Potong): 69%
- Ikan: 61.5%
Khusus untuk kurma, Pusat Kurma dan Palma Nasional (National Center for Palms and Dates) memamerkan bagaimana produksi tahunan yang mencapai lebih dari 1,9 juta ton tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi komoditas ekspor andalan. Inovasi produk olahan kurma bernilai tambah juga dipajang, menarik minat kuat dari investor dan perusahaan teknologi asing yang ingin menjalin kemitraan.
Label Kualitas: Jaminan Mutu Produk Saudi
Untuk bersaing di pasar global, Arab Saudi memperkenalkan empat label kualitas pangan yang menjadi standar baru produk nasional. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan nilai jual, mendukung petani, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Keempat label tersebut adalah:
- Organic: Menjamin produk dihasilkan dari praktik pertanian organik.
- SAMAQ: Berfokus pada produk perikanan dan akuakultur berkualitas tinggi.
- Saudi Dates: Label khusus yang menegaskan keaslian dan kualitas kurma Saudi.
Saudi GAP (Good Agricultural Practices): Sertifikasi praktik pertanian yang baik, aman, dan berkelanjutan.
Dukungan Penuh untuk Petani dan Pengusaha Lokal
Partisipasi Arab Saudi di AgriteQ 2026 juga menyoroti peran penting Program Pembangunan Pertanian Pedesaan Berkelanjutan, atau yang dikenal sebagai Saudi Reef. Program ini mengambil peran strategis dengan memperkuat kehadiran produk pertanian dari petani kecil dan keluarga pedesaan. Paviliun Saudi Reef memamerkan berbagai produk unggulan seperti madu, kopi, dan kurma, yang mencerminkan kekayaan dan kualitas hasil bumi lokal.
Juru bicara Saudi Reef, Majed Al-Buraikan, menegaskan bahwa partisipasi ini bertujuan untuk membuka pasar baru dan memperluas kemitraan di negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Fokusnya adalah pada pengembangan rantai nilai pertanian, pertukaran pengetahuan tentang praktik berkelanjutan, serta memperkuat sektor ini secara regional.
Insentif Investasi dan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan
Lebih dari sekadar pameran produk, delegasi Saudi secara aktif mempromosikan peluang investasi di sektor pertanian Kerajaan. Pemerintah menawarkan serangkaian insentif menarik untuk mendorong adopsi teknologi pertanian modern dan inovasi, antara lain:
- Penyediaan lahan investasi.
- Pembiayaan melalui Dana Pembangunan Pertanian (Agricultural Development Fund).
- Proses perizinan yang lebih efisien.
- Dukungan teknis dan konsultasi bagi para investor.
Menteri Alfadley, dalam kunjungannya ke paviliun bersama para pejabat Qatar, menekankan bahwa penguatan sektor swasta adalah kunci keberhasilan pertanian berkelanjutan. “Industri pengolahan pangan memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan pangan, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional,” ujarnya. Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen Arab Saudi untuk menjadi mitra terpercaya dalam inovasi dan keamanan pangan di kawasan.
Baca juga: Lahan Percobaan Al-Lith: Inovasi Pertanian Cerdas Masa Depan Arab Saudi
Referensi:
- Arab News. (2026). Saudi inventor wins two gold medals at Mideast International Invention Fair. Diambil https://www.arabnews.com/node/2632958/saudi-arabia.Â
- SPA. (2026). Saudi Inventor Wins Two Gold Medals at Mideast International Invention Fair. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2511566.
- Madhyamam. (2026). Saudi inventor wins two gold medals at Kuwait invention fair. Diambil dari https://madhyamamonline.com/middle-east/saudi-arabia/saudi-inventor-wins-two-gold-medals-at-kuwait-invention-fair-1494819.