Konferensi Tahunan Industri Maritim Berkelanjutan ke-2 resmi dibuka di Ritz-Carlton Jeddah, Arab Saudi. Acara yang diselenggarakan oleh Transport General Authority (TGA) ini menandai langkah penting dalam memperkuat sektor transportasi maritim sekaligus mendorong keberlanjutan global.
Pada hari pertama, ditandatangani 10 perjanjian strategis antara lembaga pemerintah dan mitra sektor swasta. Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan regulasi, perlindungan pekerja, efisiensi logistik, serta inisiatif ramah lingkungan.
Perjanjian Strategis di Sektor Maritim
Beberapa poin penting dari kesepakatan tersebut antara lain:
- TGA & Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial: mengatur serta mengawasi kontrak kerja maritim untuk melindungi hak pekerja dan menarik minat profesi pelaut.
- TGA & Kementerian Kesehatan: pemeriksaan medis bagi pelaut guna menjamin keselamatan kerja.
- TGA & Otoritas Pelabuhan Saudi (Mawani): regulasi mediasi kargo untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, selaras dengan Strategi Nasional Transportasi dan Logistik.
Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan
Dukungan terhadap riset lingkungan menjadi fokus penting. TGA menandatangani kerja sama dengan King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) dalam penelitian pengurangan emisi karbon dan pengembangan proyek berkelanjutan.
Selain itu, terdapat perjanjian lain:
- Dengan Gulf Petrochemicals and Chemicals Association (GPCA): transportasi petrokimia yang aman dan ramah lingkungan.
- Dengan National Center for Waste Management (MWAN): peningkatan pengelolaan limbah laut berkelanjutan.
- Dengan National Center of Wildlife (NCW) dan Saudi Investment Recycling Company (SIRC): mendukung pelestarian lingkungan dan daur ulang.
Pendidikan dan Pelatihan Maritim
Bidang pendidikan juga menjadi perhatian utama:
- Akademi Maritim Nasional bekerja sama dengan Fakultas Studi Maritim Universitas King Abdulaziz dan Asosiasi Asim untuk pelatihan dan pemberdayaan anak yatim.
- Mediterranean Shipping Company (MSC) Saudi Arabia menjalin kemitraan dengan Applied College Universitas Jeddah untuk mendukung pengembangan tenaga kerja maritim.
Dialog Tingkat Menteri Internasional
Sesi pembukaan konferensi dihadiri tokoh penting dunia, di antaranya:
- Saleh Al-Jasser (Menteri Transportasi & Layanan Logistik Saudi)
- Dr. Shaikh Abdullah bin Ahmed Al Khalifa (Menteri Transportasi & Telekomunikasi Bahrain)
- Sirleaf Ralph Tyler (Menteri Transportasi Liberia)
- Marina Hadjimanolis (Menteri Pelayaran Siprus)
- Denise Charles-Pemberton (Menteri Pariwisata Dominika)
Diskusi berfokus pada praktik berkelanjutan di pelabuhan, manajemen armada, transformasi digital, dan kerja sama internasional. Topik utama mencakup pengurangan emisi, keselamatan pelayaran, serta pengembangan sumber daya manusia.
Sesi dan Lokakarya Konferensi
Agenda konferensi mencakup:
- Perspektif Kepemimpinan dalam Industri Maritim Berkelanjutan: membahas tren global dan kerja sama internasional.
- Efisiensi Energi dalam Pelayaran: fokus pada energi terbarukan dan teknologi canggih.
- Asuransi dan Pembiayaan Maritim: strategi pendanaan inovatif untuk sektor maritim.
- Solusi Finansial & Teknologi untuk Efisiensi Energi: peran inovasi dalam energi berkelanjutan.
Tiga lokakarya interaktif juga digelar, mencakup:
- Implementasi strategi dekarbonisasi.
- Penyusunan peta jalan keberlanjutan bagi UMKM maritim.
- Pengurangan kebisingan bawah laut demi iklim dan keanekaragaman hayati.
Konferensi ini menegaskan komitmen Arab Saudi dalam mendorong keberlanjutan maritim, inovasi teknologi, dan kolaborasi global demi masa depan industri yang lebih ramah lingkungan.
Referensi
Hasan, S. (2025). Sustainable Maritime Industry Conference Opens in Jeddah. Leaders. Diakses dari https://www.leaders-mena.com/?p=90874