Pasukan Tentara Negara Saudi Pertama mengandalkan berbagai jenis senjata dalam melancarkan pertempuran dan serangan mereka. Perlengkapan tempur tersebut mencakup senapan flintlock, tombak, anak panah, serta senjata tajam seperti pedang dan belati. Selain itu, mereka juga memanfaatkan meriam yang berhasil dirampas dari musuh.
Sistem Pembagian Rampasan Perang dan Pembubaran Pasukan
Setelah meraih kemenangan, panglima pasukan akan membagikan rampasan perang. Penguasa mengambil seperlima bagian dari hasil rampasan untuk kas negara, sementara empat perlima sisanya dibagikan kepada para prajurit.
Setiap prajurit berkuda menerima dua bagian, sedangkan prajurit infanteri menerima satu bagian. Setelah pembagian tersebut, penguasa akan memerintahkan pasukan untuk membubarkan diri dan kembali ke daerah asal masing-masing.
Strategi Menjaga Stabilitas: Sinergi Pemimpin Suku dan Garnisun Militer
Para penguasa Negara Saudi Pertama sangat memprioritaskan aspek keamanan di wilayah kekuasaannya. Prioritas keamanan ini memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan dan stabilitas negara tersebut.
Para pemimpin suku memikul tanggung jawab langsung untuk menjaga ketertiban di lingkungan suku masing-masing. Mereka juga bertugas mencegah para pelaku kejahatan mendapatkan tempat perlindungan.
Selain peran suku, garnisun militer Saudi memegang peranan krusial dalam memelihara stabilitas keamanan. Para personel di garnisun ini ditugaskan secara bergilir dengan masa dinas selama satu tahun. Pasukan garnisun tersebut menegakkan ketertiban di berbagai lokasi strategis, seperti Diriyah, Hofuf, Qatif, Buraimi, Makkah al-Mukarramah, al-Madinah al-Munawwarah, dan Taif. Di samping itu, para penguasa dan gubernur juga didampingi oleh pasukan pengawal pribadi demi menjamin keselamatan mereka.
Sumber: Saudipedia. (2025, January 12). Army of the First Saudi State. Diambil 11 Agustus 2026, dari https://saudipedia.com/en/army-of-the-first-saudi-state