Faisal bin Turki Al Saud (bahasa Arab: فيصل بن تركي آل سعود) adalah penguasa kedua Negara Saudi Kedua. Tampuk kepemimpinannya diperoleh setelah menumpas Pangeran Mishari bin Abdulrahman. Hal itu terjadi setelah Mishari berhasil menggulingkan kekuasaan ayahnya dengan meracuninya dengan bantuan pelayan Imam Turki.
Setelah menggantikan ayahnya sebagai penguasa Negara Saudi Kedua, orang-orang berbondong-bondong ke Riyadh untuk berbaiat kepadanya.
Mengundang Hakim
Imam Faisal bin Turki Al Saud mengundang para hakim di negara-negara tersebut ke Riyadh. Ia memberikan penghargaan kepada mereka. Beliau mendorong mereka untuk tekun dalam pekerjaan mereka dan berbuat adil kepada masyarakat.
Pidato Kebangsaan
Imam menyampaikan pidato umum kepada para rakyatnya. Menyerukan kepada mereka untuk mengikuti prinsip-prinsip hukum Islam dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Penarikan Zakat
Ia menyerukan pembayaran zakat, karena zakat adalah salah satu rukun Islam dan merupakan pemasukan penting bagi negara. Dengan membayar zakat menunjukkan ketulusan patuh pada negara.
Oleh karena itu, ketika beberapa suku menolak untuk membayar zakat, Imam mengirim pasukan kepada mereka. Ia menyatakan perang kepada mereka yang memberontak dan menolak untuk membayar zakat hingga para pemberontak menyatakan kesetiaan kepada negara. Ini adalah langkah positif yang digunakan Imam Faisal untuk mengkonsolidasikan pemerintahan dan memulihkan persatuan negara.
Penunjukan Abdullah bin Rasyid Sebagai Pemimpin Hail
Penunjukan Abdullah bin Rasyid ke Hail merupakan penghargaan pribadi atas sikap positifnya dalam pengepungan Pangeran Mishari bin Abdulrahman. Dan pandangan Imam bahwa ia adalah sosok yang mampu mengelola peristiwa.
Pengangkatan Abdullah bin Rasyid ke Hail adalah benih dari inti kekuatan politik di wilayah tersebut yang memainkan peran utama dalam berbagai peristiwa.
Menyelesaikan Masalah di Akhir Masa Pemerintahan Ayahnya
Setelah mengkonsolidasikan pengaruhnya di pusat Jazirah Arab, Imam Faisal mengarahkan pandangannya ke Arab timur, yang telah memberontak selama masa pemerintahan ayahnya.
Ia membangun keamanan di sana. Langkah lain terhadap suku-suku yang memberontak,dengan kekuatan dan ketegasannya, sang Imam mampu memaksa mereka untuk setia dan tunduk kepada negara.
Sumber: Dr. Faishal Al Saud, Mujaz Tarikh Ad-Daulah As-Suudiyah. Cetakan Pertama (Majmaah University:2018)
Seri Jejak Sejarah Negara Saudi Kedua:
- Kondisi Setelah Jatuhnya Negara Saudi Pertama
- Hegemoni Kekuatan Yang Muncul Pasca Ditinggal Ibrahim Pasha (1)
- Hegemoni Kekuatan Yang Muncul Pasca Ditinggal Ibrahim Pasha (2)
- Pendirian Negara Saudi Yang Kedua
- Imam Turki dan Rival-Rival Tangguhnya
- Berakhirnya Kekuasaan Imam Turki bin Abdullah
- Imam Faishal bin Turki Al Saud: Penguasa Kedua Negara Saudi Kedua