Runtuhnya negara Saudi pertama menandai berakhirnya sebuah era kejayaan bagi Dinasti Al Saud di wilayah tersebut. Ibrahim Pasha, yang dikirim oleh Sultan Ottoman untuk menanggulangi pengaruh negara Saudi pertama yang mengancam kekuasaan pusat di Istanbul, berhasil menaklukkan dan menghancurkan hampir seluruh infrastruktur negara tersebut. Pusat pemerintahan Saudi pertama dipindahkan ke tangan Ottoman.
Setelah keruntuhan tersebut, wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali negara Saudi pertama mengalami ketidakstabilan yang cukup panjang. Keadaan pasca-runtuhnya diwarnai oleh kekosongan kekuasaan, konflik internal, dan kebingungannya masyarakat.
Kekuasaan Ottoman tidak sepenuhnya diterima oleh penduduk lokal, dan kelompok-kelompok suku serta tokoh-tokoh agama berusaha untuk mengisi kekosongan tersebut. Ketidakstabilan ini berlangsung cukup lama, hingga pada akhirnya, keluarga Saud kembali bangkit dan mendirikan negara Saudi yang kedua, yang menjadi dasar bagi berdirinya kerajaan Saudi modern yang kita kenal sekarang.
Keadaan setelah runtuhnya negara Saudi pertama, meskipun penuh dengan pergeseran dan ketegangan, memberikan gambaran tentang daya tahan budaya dan ideologi di tengah masa-masa yang penuh tantangan. Era tersebut menjadi cikal bakal kesadaran politik dan sosial yang kelak akan mewarnai lahirnya negara Saudi modern di abad ke-20.
Sikap Masyarakat Terhadap Jatuhnya Negara Saudi Pertama
Diriyah jatuh ke tangan Ibrahim bin Muhammad Ali Pasha pada tahun 1233 H/1818 M, dan dengan jatuhnya, maka jatuhlah negara Saudi yang pertama, dan Jazirah Arab, khususnya pusatnya di bawah kendali tentara Muhammad Ali.
Rakyat terbagi menjadi tiga kategori, yang pertama: Mereka setia kepada tentara Muhammad Ali. Hal ini didorong oleh rasa takut akan penindasan pasukan Muhammad Ali.
Yang kedua: menunjukkan beberapa perlawanan. Tetapi mereka tidak dapat menahan kemampuan pasukan Muhammad Ali.
Dan yang ketiga: Mereka tidak bisa melakukan perlawanan, dan tidak rela menyerahkan diri. Mereka lebih memilih untuk meninggalkan daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh pasukan Muhammad Ali.
Tindakan Ibrahim Pasha Setelah Jatuhnya Negara Saudi Pertama
Ibrahim Pasha membunuh sejumlah pemimpin politik dan ulama, dan juga menangkap beberapa orang di kalangan kelompok mereka. Ibrahim Pasha juga mengirim mereka ke Mesir.
Dia juga menghancurkan Diriyah dan tembok-temboknya karena khawatir kota itu akan dibentengi dan kembali bangkit. Dia juga melakukan hal yang sama di kota-kota lain untuk tujuan yang sama.
Ibrahim Pasha melakukan perjalanan meninggalkan Jazirah Arab pada tahun 1235 H/ 1820 M. Dia meninggalkan pasukan terbatas di Najd untuk memungut pajak pajak.
Baca juga: Berakirnya Kekuasaan Negara Saudi Pertama, di sini.
Sumber: Dr. Faishal Al Saud, Mujaz Tarikh Ad-Daulah As-Suudiyah. Cetakan Pertama (Majmaah University:2018)
Seri Jejak Sejara negara Saudi Kedua
- Kondisi Setelah Jatuhnya Negara Saudi Pertama: