Suasana Pusat Perbelanjaan di Arab Saudi (Sumber: Arab News)
Dinamika harga bahan pokok di Arab Saudi terus menjadi perhatian, terutama bagi warga lokal maupun ekspatriat Indonesia yang tinggal di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Data terbaru menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan di Saudi cukup terjaga, meski tetap dipengaruhi kondisi global dan kebijakan domestik.
Inflasi Pangan Saudi Tetap Terkendali
Menurut TradingEconomics, inflasi pangan di Arab Saudi pada Desember 2025 tercatat 1,30%, angka yang relatif rendah dibandingkan tren global. Sejak 2012, inflasi pangan Saudi rata-rata berada di kisaran 2,83%, dengan puncak tertinggi pada Juli 2020 sebesar 13,70% akibat tekanan harga global.
Stabilitas ini tidak lepas dari strategi pemerintah Saudi dalam menjaga pasokan, memperkuat sektor logistik, dan mengendalikan harga barang impor.
Harga Bahan Pokok: Gambaran Nyata di Lapangan
Data Numbeo memberikan gambaran detail mengenai harga rata-rata bahan makanan di Arab Saudi. Beberapa komoditas penting yang sering dibeli masyarakat menunjukkan harga yang cukup stabil dan kompetitif.
Contoh harga rata-rata (kurs per 24 Januari 2026, 1 SAR = Rp. 4.481):
- Susu 1 liter: sekitar 6,35 SAR
- Beras 1 lb: sekitar 3,80 SAR
- Telur 12 butir: sekitar 9,53 SAR
- Dada ayam 1 lb: sekitar 13,83 SAR
- Daging sapi 1 lb: sekitar 22,44 SAR
- Apel 1 lb: sekitar 3,68 SAR
Jika dihitung secara keseluruhan, kebutuhan makanan harian per orang diperkirakan sekitar 29,51 SAR, atau sekitar 914 SAR per bulan untuk pola makan ala Barat. Untuk pola makan ala Asia, biaya bulanannya lebih rendah, sekitar 716 SAR.
Perbandingan dengan Harga Bahan Pokok di Indonesia
Saudinesia menyoroti perbandingan menarik antara biaya hidup di Arab Saudi dan Indonesia. Meski PPN Saudi naik menjadi 15%, inflasi tetap terkendali dan harga kebutuhan pokok relatif stabil. Pada Mei 2025, inflasi umum Saudi hanya 1,6%, jauh lebih rendah dibanding tekanan inflasi di Indonesia yang dipicu pelemahan rupiah dan kenaikan harga pangan global.
Dalam konteks harga bahan pokok:
- Saudi lebih mahal dalam beberapa komoditas impor.
- Namun stabilitas harga dan daya beli masyarakat membuat biaya hidup terasa lebih terprediksi.
- Indonesia lebih murah dalam banyak kategori, tetapi lebih rentan terhadap fluktuasi harga.
Apa Artinya bagi Warga Saudi dan Ekspatriat?
Stabilnya harga bahan pokok di Arab Saudi memberi kepastian bagi keluarga, pekerja migran, dan pelaku usaha. Dengan inflasi yang rendah dan harga pangan yang relatif konsisten, masyarakat dapat merencanakan pengeluaran bulanan dengan lebih baik.
Di sisi lain, perbandingan dengan Indonesia menunjukkan bahwa meski beberapa barang lebih mahal di Saudi, kestabilan ekonomi dan daya beli yang lebih kuat membuat biaya hidup tetap kompetitif.
Harga Bahan Pokok Saudi Tetap Kompetitif di Tengah Gejolak Global
Arab Saudi berhasil menjaga stabilitas harga pangan melalui kebijakan ekonomi yang kuat dan pengelolaan pasokan yang efektif. Dengan inflasi rendah, harga bahan pokok yang terkontrol, serta daya beli masyarakat yang tinggi, Saudi tetap menjadi salah satu negara dengan kondisi pangan paling stabil di kawasan.
Baca juga: Kebutuhan Sehari-hari di Arab Saudi: Gas LPG dan BBM. Berapakah Harganya?
Referensi:
- Trading Economics. (2026). Inflasi Makanan Arab Saudi. Diambil dari https://id.tradingeconomics.com/saudi-arabia/food-inflation.
- Numbeo. (2026). Food Prices in Saudi Arabia. Diambil dari https://www.numbeo.com/food-prices/country_result.jsp?country=Saudi+Arabia.
- Saudinesia. (2025). Saudi vs Indonesia: Harga Barang Sehari-hari, Mana yang Lebih Hemat?. Diambil dari https://saudinesia.id/review/saudi-vs-indonesia-harga-barang-sehari-hari-mana-yang-lebih-hemat/.