Ilustrasi Banjir di Arab Saudi (Sumber: Al Jazeera)
Setiap musim hujan, kota-kota di Arab Saudi seperti Jeddah dan Riyadh menghadapi risiko banjir akibat curah hujan lebat yang sering melampaui kapasitas jaringan drainase. Sejarah mencatat bahwa pembangunan di atas lembah alami memperburuk kerentanan kota, menyebabkan kerugian besar pada rumah, bisnis, dan infrastruktur publik
Bioswale: Solusi Alamiah untuk Mengendalikan Air
Sebagai bagian dari Saudi Vision 2030, pemerintah Saudi kini mengadopsi bioswale—saluran vegetasi yang dirancang untuk menangkap, menyaring, dan mengalirkan air hujan secara bertahap ke tanah. Bioswale tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas air dengan menyaring polutan seperti minyak, logam, dan sedimen.
Bioswale di Saudi disesuaikan dengan kondisi iklim kering dan tanah berpermeabilitas rendah. Lapisan tanah rekayasa, kerikil, serta sistem pipa bawah tanah digunakan untuk memastikan infiltrasi yang konsisten. Vegetasi lokal yang tahan panas dipilih agar sistem tetap berfungsi tanpa kebutuhan irigasi berlebih.

Integrasi Teknologi dan Infrastruktur Modern
Para ahli menekankan bahwa bioswale paling efektif bila dipadukan dengan infrastruktur rekayasa seperti retention basin, sistem drainase terkendali, serta pompa pintar dengan sensor cuaca. Pendekatan hibrida ini memungkinkan kota merespons hujan ekstrem secara lebih proaktif, mengurangi tekanan pada jaringan drainase, dan mencegah banjir mendadak.
Seruan Perencana Kota: Strategi Komprehensif
Selain bioswale, para perencana kota Saudi menyerukan strategi komprehensif untuk pengendalian banjir. Mereka menekankan pentingnya mengintegrasikan sistem alamiah dengan teknologi modern, memperbaiki kesalahan perencanaan masa lalu, serta memastikan pembangunan tidak lagi mengganggu jalur alami aliran air.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Bioswale juga membawa manfaat tambahan:
- Menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati lokal.
- Meningkatkan estetika kota dengan lanskap hijau.
- Mengurangi biaya pemeliharaan infrastruktur hidrolik.
Dengan kombinasi solusi berbasis alam dan teknologi, Arab Saudi bergerak menuju kota yang lebih tahan banjir, berkelanjutan, dan aman bagi generasi mendatang.
Baca juga: Upaya Arab Saudi Memulihkan Hutan Mangrove Demi Iklim dan Pariwisata Berkelanjutan
Referensi:
- Alshammari, H. (2025). Saudi urban planners embrace bioswales for flood control. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2624270/saudi-arabia.
- Muslim Network TV. (2025). Saudi cities adopt bioswales to curb flooding. Diambil dari https://www.muslimnetwork.tv/saudi-cities-adopt-bioswales-to-curb-flooding/.