Peta NCM yang menunjukkan daerah yang diperkirakan akan mengalami suhu di atas rata-rata pada bulan Oktober. (Sumber: Saudi Gazette)
Arab Saudi diperkirakan akan mengalami suhu udara yang lebih tinggi dari rata-rata hingga Oktober 2026. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memprediksi sebagian besar wilayah Kerajaan akan menghadapi kondisi yang lebih panas dibandingkan rata-rata klimatologis, disertai perubahan pola curah hujan yang berpotensi meningkat secara signifikan mulai September hingga Oktober.
Prospek iklim musiman yang dirilis NCM untuk periode Agustus–Oktober menunjukkan peluang antara 60 hingga 80 persen bahwa suhu permukaan di sebagian besar wilayah Arab Saudi akan berada di atas normal. Bahkan, di sejumlah daerah, kenaikan suhu diperkirakan dapat mencapai 2,5 derajat Celsius dibandingkan rata-rata jangka panjang.
Agustus Menjadi Bulan Terpanas
Menurut analisis iklim NCM, Agustus secara historis merupakan bulan dengan suhu rata-rata, suhu maksimum, dan suhu minimum tertinggi di Arab Saudi sebelum mulai menurun secara bertahap pada September dan Oktober. Tahun ini, kondisi tersebut diperkirakan akan semakin terasa dengan peluang suhu di atas normal mencapai 55–80 persen di hampir seluruh wilayah Kerajaan.
Wilayah yang diprediksi mengalami kenaikan suhu paling signifikan pada Agustus meliputi bagian barat Al-Baha, barat Asir, serta barat daya Makkah. Di kawasan-kawasan tersebut, suhu diperkirakan bisa mencapai sekitar 2,5°C lebih tinggi dibandingkan rata-rata klimatologis.
Sementara itu, Riyadh dan Provinsi Timur (Eastern Province) diproyeksikan tetap mengalami kondisi yang lebih panas dari biasanya sepanjang tiga bulan ke depan. Khusus Provinsi Timur, wilayah bagian barat daya diperkirakan mencatat salah satu kenaikan suhu terbesar pada Oktober.
Curah Hujan Meningkat Mulai September
Meski Agustus diperkirakan menjadi bulan yang relatif kering, situasi diproyeksikan berubah mulai September. Curah hujan diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah seperti Tabuk, Madinah, Al-Baha, Asir, Makkah, Qassim, Hail, Al-Jouf, dan Northern Borders. Intensitas hujan pada periode ini diperkirakan berkisar dari sedang hingga lebat.
Memasuki Oktober, hampir seluruh wilayah Arab Saudi diprediksi mengalami curah hujan di atas rata-rata. NCM memperingatkan bahwa beberapa daerah bahkan berpotensi menghadapi hujan lebat hingga sangat lebat, dengan intensitas ekstrem yang dapat terjadi secara lokal.
Data historis NCM menunjukkan bahwa wilayah Jazan merupakan daerah dengan rata-rata curah hujan tertinggi pada Agustus, sedangkan pada Oktober, Jazan kembali menjadi wilayah dengan rata-rata curah hujan bulanan tertinggi, diikuti Makkah dan Taif.
Rekor Suhu Ekstrem Pernah Mencapai 51°C
Catatan meteorologi Arab Saudi menunjukkan bahwa suhu ekstrem bukanlah hal baru. Rekor suhu tertinggi pada Agustus mencapai 51°C, yang tercatat di Qaisumah pada 19 Agustus 1998 dan kembali terjadi di Dammam pada 13 Agustus 2021. Sementara itu, suhu tertinggi pada September mencapai 49,4°C, sedangkan Oktober pernah mencatat suhu hingga 48,4°C di Rafha pada 2019.
Data tersebut menjadi gambaran bahwa musim panas di Arab Saudi memang memiliki potensi menghasilkan suhu yang sangat tinggi, terlebih ketika dipengaruhi oleh anomali iklim musiman.
Kecepatan Angin Juga Diperkirakan Meningkat
Selain suhu dan hujan, NCM juga memperkirakan adanya peningkatan kecepatan angin di berbagai wilayah. Selama periode Agustus hingga Oktober, kecepatan angin diproyeksikan meningkat hingga sekitar 1,5 meter per detik di sebagian besar wilayah, bahkan dapat mencapai 2,4 meter per detik di kawasan selatan, tengah, dan timur pada Oktober.
Peningkatan kecepatan angin ini berpotensi memicu debu dan pasir beterbangan di sejumlah daerah, sehingga masyarakat diimbau tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru.
NCM Imbau Masyarakat Terus Memantau Peringatan Cuaca
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi mengingatkan bahwa prakiraan musiman memberikan gambaran umum kondisi iklim, namun fenomena cuaca ekstrem dapat berkembang secara cepat di tingkat lokal. Oleh karena itu, instansi pemerintah, layanan darurat, dan masyarakat diminta terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca harian serta sistem peringatan dini yang diterbitkan NCM.
Langkah antisipasi ini dinilai penting mengingat kombinasi suhu tinggi, potensi hujan lebat, serta peningkatan kecepatan angin dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, perjalanan, hingga keselamatan di berbagai wilayah Arab Saudi selama beberapa bulan mendatang.
Referensi:
- Arab News. (2026). Saudi meteorology center forecasts hotter-than-normal weather through October. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2652983/saudi-arabia.
- Saudi Gazette. (2026). Saudi Arabia forecasts above-normal temperatures from August through October. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/663363/saudi-arabia/saudi-arabia-forecasts-above-normal-temperatures-from-august-through-october.