Arab Saudi Memasuki Puncak Musim Panas (Sumber: Arab News)
Arab Saudi resmi memasuki puncak musim panas, periode tahunan yang dikenal sebagai fase terpanas dan paling intens dari seluruh musim. Mulai pertengahan Juli hingga awal Agustus, wilayah-wilayah di Kerajaan mengalami lonjakan suhu yang mencapai titik puncak, disertai angin panas dan kelembapan yang meningkat terutama di daerah pesisir.
Dalam kalender astronomi tradisional, fase ini dikenal sebagai Jamrat Al Qaydh, atau yang populer disebut “Tabbakh Al Tamr”—secara harfiah berarti “penanak kurma”. Nama ini merujuk pada fenomena alam di mana panas ekstrem mempercepat proses pematangan kurma hingga mencapai tahap rutab, yaitu kondisi lembut dan segar yang menjadi ciri khas kurma matang.
Fenomena Astronomi dan Musim Panas yang Menggigit
Menurut Barjas Al-Fulaih dari AFAQ Society for Astronomy, hari-hari ini menandai awal dari fase panas paling ekstrem dalam kalender musim panas. Periode ini bertepatan dengan awal fase kedua dari zodiak Gemini, yang disebut Al Han’ah, berlangsung selama 13 hari dan menjadi penanda astronomi penting dalam siklus iklim tradisional Arab.
Selama fase ini, suhu meningkat tajam, angin panas bergerak aktif, dan kelembapan di wilayah pesisir naik signifikan. Kondisi ini menjadikan Jamrat Al Qaydh sebagai periode yang menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat.
Peringatan Keselamatan: Hindari Matahari Langsung
Otoritas meteorologi dan pakar astronomi menyerukan masyarakat untuk mengikuti pedoman keselamatan selama puncak musim panas, termasuk:
- Menghindari paparan langsung sinar matahari antara tengah hari hingga sore hari
- Memperbanyak konsumsi air dan cairan untuk mencegah heat stress dan sunstroke
- Mengurangi aktivitas luar ruangan pada jam-jam kritis
Peringatan ini menjadi penting mengingat risiko kesehatan meningkat tajam selama periode panas ekstrem.
Cuaca Ekstrem di Berbagai Wilayah
Selain suhu tinggi, beberapa wilayah juga diperkirakan mengalami fenomena cuaca lain:
- Angin pengangkat debu di Jazan, Aseer, Al-Baha, Makkah, Tabuk, dan wilayah Timur
- Hujan sedang hingga lebat disertai kemungkinan hujan es di Jazan, Asir, Al-Baha, Makkah, dan wilayah Timur
- Hujan ringan di sebagian Madinah
- Kenaikan suhu signifikan di Riyadh dan wilayah Timur
- Angin laut kuat di sepanjang pesisir Laut Merah, dengan kecepatan mencapai 20–50 km/jam
Kombinasi panas ekstrem, angin, dan kelembapan menjadikan periode ini sebagai salah satu fase paling menantang dalam kalender iklim Arab Saudi.
Puncak Musim Panas dan Kehidupan Sehari-hari
Bagi masyarakat, puncak musim panas bukan hanya fenomena cuaca, tetapi juga bagian dari siklus budaya dan ekonomi. Panas ekstrem yang mempercepat pematangan kurma menjadi penanda penting bagi para petani dan produsen kurma di seluruh Kerajaan.
Di sisi lain, sektor kesehatan, transportasi, dan layanan publik meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi lonjakan kasus terkait panas dan potensi gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.
Baca juga: Puncak Musim Panas Arab Saudi 2026: 70 Hari Terpanas yang Perlu Diwaspadai
Referensi:
- SPA. (2026). Saudi Arabia Enters Hottest Weeks of Summer. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2636025.
- Ata, H. (2026). Saudi Arabia enters hottest stretch of summer. Diambil dari https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/saudi-arabia-enters-hottest-stretch-of-summer-1.500611233.
- SPA. (2026). Saudi Arabia braces for hottest weeks of the year. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2651315/saudi-arabia.