Ilustrasi Kereta di Arab Saudi (Sumber: Arab News)
Dalam wawancara eksklusif dengan media, CEO Saudi Arabia Railways (SAR), Bashar bin Khalid Al-Malik, secara resmi mengumumkan bahwa proyek kereta Landbridge yang menghubungkan Riyadh dan Jeddah akan diselesaikan secara bertahap dengan target akhir tahun 2034. Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam membangun jaringan transportasi darat yang terintegrasi sebagai bagian dari Visi Saudi 2030.
Proyek yang telah melalui perjalanan panjang sejak pertama kali diumumkan pada 2004 ini akhirnya menemukan momentumnya. Setelah sempat tertunda pada 2010 dan dihidupkan kembali setahun kemudian, Landbridge kini memasuki fase implementasi dengan pendekatan baru. Al-Malik menekankan bahwa kontrak belum ditandatangani, dan SAR hanya akan melanjutkan proyek setelah mencapai kesepakatan yang benar-benar memenuhi kebutuhan dan ambisi Saudi.
Yang menarik, rencana sebelumnya bekerja sama dengan konsorsium internasional yang dipimpin perusahaan China tidak lagi dilanjutkan karena konsorsium tersebut dinilai tidak memenuhi persyaratan konten lokal. Ini mencerminkan perubahan strategi pengadaan proyek menuju model baru yang lebih mengutamakan pengembangan kapasitas dalam negeri.
Rute Strategis dan Skala Investasi Mega Proyek
Kereta Landbridge Saudi bukan sekadar jalur penghubung dua kota, melainkan transformasi menyeluruh sistem logistik nasional. Proyek ini mencakup lebih dari 1.500 kilometer jalur baru, dengan komponen inti berupa jalur sepanjang 900 kilometer yang menghubungkan langsung Riyadh dengan Pelabuhan Raja Abdullah di Laut Merah.
Rute yang telah diidentifikasi akan membentang dari Yanbu ke King Abdullah Economic City (KAEC), kemudian ke Jeddah dan Riyadh, sebelum akhirnya terhubung dengan Kereta Api Timur dan Kereta Api Utara yang sudah beroperasi. Proyek ini juga mencakup peningkatan jalur Riyadh–Provinsi Timur yang sudah ada agar memenuhi standar teknis modern.
Dari sisi investasi, proyek ini diperkirakan menelan biaya mencapai SR100 miliar (sekitar $26,67 miliar), menjadikannya salah satu proyek infrastruktur transportasi paling ambisius di kawasan Timur Tengah. Di bawah Strategi Transportasi dan Logistik Nasional, sektor perkeretaapian menerima porsi investasi terbesar hingga 2030, mencerminkan prioritas pemerintah dalam membangun konektivitas nasional dan regional.
Transformasi Logistik: Menghubungkan Laut Merah dengan Teluk
Manfaat terbesar dari proyek kereta Landbridge akan dirasakan di sektor logistik Kerajaan Arab Saudi. Dengan adanya jalur langsung antara Riyadh dan Jeddah, waktu pengiriman barang dari Laut Merah ke ibu kota diproyeksikan berkurang secara signifikan. Saat ini, angkutan barang antara dua kota tersebut harus melalui rute darat yang memakan waktu lebih lama atau melalui jalur laut yang kurang efisien.
“Landbridge akan menjadi tulang punggung baru sistem logistik nasional,” jelas Al-Malik dalam wawancaranya. Proyek ini tidak hanya menghubungkan Riyadh dan Jeddah, tetapi juga mengintegrasikan pelabuhan-pelabuhan utama Kerajaan. Rencana masa depan termasuk memperluas koneksi kereta api ke Pelabuhan Islam Jeddah, Pelabuhan King Abdullah Economic City, dan Pelabuhan Yanbu.
Integrasi ini akan menciptakan koridor logistik terpadu yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi yang menjadi tujuan utama Visi Saudi 2030. Dengan peningkatan kapasitas dan efisiensi, sektor logistik diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Konektivitas Regional: Dari Riyadh-Doha hingga Jaringan GCC
Sementara Landbridge fokus pada konektivitas internal, Saudi Arabia Railways juga mengembangkan proyek kereta yang memperkuat integrasi regional. Kereta api Riyadh-Doha digambarkan sebagai layanan kereta cepat pertama di wilayah yang menghubungkan dua negara tetangga.
Jaringan sepanjang 785 kilometer ini akan melayani Riyadh, Hofuf, Dammam, dan Doha, dengan total lima stasiun termasuk dua di ibu kota Qatar. Kereta diharapkan beroperasi dengan kecepatan minimal 300 km/jam, menghubungkan Bandara Internasional King Salman di Riyadh dengan Bandara Internasional Hamad di Doha.
Al-Malik menambahkan bahwa Arab Saudi bertujuan meningkatkan pangsa transportasi kereta api menjadi 30 persen setelah penyelesaian Landbridge dan koneksi kereta api masa depan di seluruh GCC. Ini sejalan dengan upaya menciptakan jaringan kereta api terintegrasi di kawasan Teluk yang dapat mendukung mobilitas manusia dan barang secara lebih efisien.
Prestasi Operasional dan Inovasi Layanan
Di tengah persiapan proyek-proyek besar, Saudi Arabia Railways terus meningkatkan layanan operasionalnya. Kereta Haramain High-Speed Railway digambarkan sebagai “sistem unik, khusus penumpang” yang menghubungkan dua kota suci Islam. Layanan ini beroperasi dengan kecepatan hingga 300 km/jam, menjadikannya salah satu dari 10 kereta tercepat di dunia.
SAR juga mengoperasikan Kereta Mashaaer selama musim haji dengan 100 persen tenaga kerja Saudi. “Kereta Mashaaer termasuk yang terbesar di dunia,” kata Al-Malik, menambahkan bahwa setiap kereta dapat membawa sekitar 3.000 penumpang per perjalanan.
Inovasi layanan juga menjadi fokus dengan rencana peluncuran aplikasi seluler terpadu sebelum akhir tahun ini, yang akan menyediakan platform tunggal untuk semua layanan kereta antarkota di Kerajaan. Selain itu, program pelatihan untuk masinis kereta cepat telah menarik partisipasi kuat dari wanita Saudi—tren langka secara global—dengan kinerja yang sangat baik.
Progres Infrastruktur dan Perluasan Jaringan
Setelah jeda panjang dalam pengembangan perkeretaapian setelah pembukaan jalur Riyadh-Dammam pada 1950, Kerajaan kini mengoperasikan sekitar 4.000 km jalur kereta api dan berencana menambah setidaknya 2.000 km lagi melalui berbagai proyek termasuk Landbridge.
Untuk Kereta Api Utara yang saat ini mengoperasikan enam kereta dan dianggap sebagai salah satu rute kereta api paling maju di dunia, rencana penambahan hingga 10 kereta tambahan sedang disiapkan dengan tender yang diharapkan pada kuartal ketiga tahun ini.
Di sisi timur, pekerjaan pengembangan sedang berlangsung di Jaringan Kereta Api Timur, dengan kereta baru yang akan diperkenalkan untuk menggandakan kapasitas penumpang pada akhir 2027. Perkembangan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk memperluas dan memodernisasi jaringan kereta api nasional.
Dampak Ekonomi dan Masa Depan Transportasi Saudi
Proyek kereta Landbridge dan inisiatif perkeretaapian lainnya diperkirakan akan membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan menghubungkan pusat-pusat ekonomi utama dan pelabuhan, efisiensi logistik akan meningkat secara dramatis, mengurangi biaya operasional bisnis dan meningkatkan daya saing Saudi di panggung global.
Pembangunan fase demi fase hingga 2034 memungkinkan penyesuaian strategis sesuai perkembangan kebutuhan dan teknologi. Pendekatan bertahap ini juga memungkinkan integrasi lebih baik dengan proyek infrastruktur lainnya yang sedang berlangsung di Kerajaan.
Ke depan, jaringan kereta api Saudi tidak hanya akan menjadi tulang punggung transportasi barang tetapi juga alternatif mobilitas penumpang yang cepat dan efisien. Dengan kecepatan tinggi dan konektivitas yang luas, kereta diharapkan dapat mengubah pola perjalanan dalam negeri dan regional, mendukung tujuan keberlanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan raya.
Dengan semua perkembangan ini, Arab Saudi sedang menulis babak baru dalam sejarah transportasinya—dari negara yang mengandalkan jalur darat dan udara menjadi pusat logistik regional dengan jaringan kereta api modern yang terintegrasi. Tahun-tahun mendatang akan menjadi saksi transformasi besar-besaran yang tidak hanya mengubah lanskap fisik tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi dan integrasi regional.
Baca juga: 10 Jaringan Kereta Baru akan Melengkapi Moda Transportasi di Arab Saudi
Referensi:
- Hameed, N. (2026). Saudi Arabia plans Riyadh-Jeddah railway by 2034. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2630157/saudi-arabia.
- Saudi Gazette. (2026). Saudi Railways says Riyadh–Jeddah Land Bridge project to be delivered by 2034. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/658314.
- Iqbal. Y. (2026). Saudi Landbridge rail scheme to be delivered by 2034. Diambil dari https://www.meed.com/saudi-landbridge-rail-scheme-to-be-delivered-by-2034.