Masjid Tujuh merupakan situs bersejarah yang terletak di kota suci Al-Madinah Al-Munawwarah, Kerajaan Arab Saudi. Masjid ini dibangun tepat di area parit yang dahulu digali oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat untuk mempertahankan kota dari serangan musuh.
Pembangunan parit tersebut dilakukan selama Perang Parit, atau yang dikenal sebagai Perang Al-Ahzab (Kaum Sekutu), pada tahun 626 Masehi. Berdasarkan riwayat sejarah, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya pernah menunaikan shalat di lokasi-lokasi tersebut.
Evolusi Arsitektur Masjid Tujuh: Dari Era Umayyah hingga Zaman Modern
Situs bersejarah Masjid Tujuh di Al-Madinah Al-Munawwarah menyimpan rekam jejak arsitektur yang melintasi berbagai zaman. Berawal dari struktur batu kokoh yang didirikan pada era Umayyah di bawah pemerintahan Umar Bin Abdulaziz antara tahun706–712 M, kompleks ini terus bertransformasi demi menjaga nilai sejarahnya.
Renovasi besar pertama pada masjid ini tercatat dilakukan pada tahun 1179 atas perintah Menteri Sayf Al-Din Bin Abi Al-Hayja. Langkah pemugaran tersebut kemudian disusul dengan pembangunan kembali secara menyeluruh yang berlangsung pada tahun 1851. Rangkaian upaya restorasi ini terus berlanjut hingga masa kini guna memastikan warisan fisik lokasi pertahanan parit Nabi Muhammad SAW tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Misteri di Balik Nama Masjid Tujuh: Enam Bangunan Bersahaja di Kaki Gunung Sela’
Kompleks Masjid Tujuh berdiri kokoh di sebelah barat Gunung Sela’ sebagai penjaga memori sejarah Islam. Lokasinya yang strategis berada tepat di titik krusial yang dahulu menjadi area pertahanan dalam Perang Parit di Madinah. Situs ini menawarkan panorama historis yang memikat, namun menyimpan sebuah fakta unik bagi setiap peziarah yang datang.
Meski dikenal luas dengan nama Masjid Tujuh, jumlah bangunan masjid yang berdiri di sana sebenarnya hanyalah enam buah. Bangunan-bangunan kecil ini tetap mempertahankan kesederhanaan arsitekturnya yang sarat akan nilai spiritual mendalam. Hingga saat ini, identitas nama “Tujuh” tetap melekat kuat dan menjadi daya tarik misterius yang memikat hati para wisatawan dunia.
Daftar Enam Masjid Bersejarah dan Alasan di Balik Penamaan “Masjid Tujuh”
Urutan masjid ini dimulai dari sisi utara ke selatan, yang diawali oleh Masjid Al-Fath atau yang dikenal juga sebagai Masjid Al-Ahzab. Setelah itu, rangkaian bangunan suci tersebut diikuti berturut-turut oleh Masjid Abu Bakr Al-Siddiq, Masjid Omar Bin Al-Khattab, Masjid Ali Bin Abi Talib, Masjid Fatimah Al-Zahra, serta Masjid Salman Al-Farisi. Meskipun lokasinya berjarak sekitar satu kilometer, Masjid Al-Qiblatayn turut ditambahkan ke dalam rangkaian daftar ini. Penambahan tersebut dilakukan karena para pengunjung umumnya mendatangi Masjid Al-Qiblatayn dalam satu rute perjalanan yang sama, sehingga secara kolektif seluruhnya dikenal sebagai Masjid Tujuh.
Masjid Al-Fath, yang juga dikenal sebagai Masjid Al-Ahzab atau Masjid Atas, merupakan bangunan terbesar di antara rangkaian Masjid Tujuh. Struktur ini berdiri megah di atas sebuah bukit yang terletak di lereng barat Gunung Sela’. Penamaannya merujuk pada peristiwa sejarah saat Nabi Muhammad SAW mendirikan shalat di sana selama Perang Al-Ahzab, sekaligus menjadi lokasi diturunkannya Surah Al-Fath.
Baca juga: Mengenal Sejarah Masjid Al-Rahma Jeddah: Dari Nama Al-Sayyidah Fatimah Hingga Jadi Ikon Kota Tua
Sumber: Saudipedia. (n.d.). The Seven Mosques. Diakses pada 28 Januari 2026, dari https://saudipedia.com/en/the-seven-mosques