Pasar al-Mawsim mengimpor barang-barangnya dari India dan bagian timur Semenanjung Arab, seperti kain mewah dan mutiara. Dari Basra dan Baghdad, pasar ini mengimpor tombak, kain, dan senjata, dan dari Yaman, mengimpor kopi. Pasar ini mengekspor unta, domba, wol, dan bulu burung unta ke Hijaz, dan kurma dari berbagai jenis ke Yaman.
Imam Saud bin Abdulaziz menetapkan sebuah majelis ulama harian yang bertempat di pasar al-Mawsim. Pertemuan rutin ini dihadiri oleh putra-putranya, saudara-saudaranya, penduduk Diriyah, serta para pengunjung pasar.
Dalam majelis tersebut, biasanya akan diadakan sekitar tiga sesi pelajaran utama untuk para peserta. Sesi pelajaran yang pertama akan segera dimulai tepat pada saat matahari terbit. Pada musim dingin, orang-orang biasanya mendengarkan pelajaran di toko-toko bagian barat, sedangkan di musim panas mereka akan berpindah ke toko-toko bagian timur.
Geliat Ekonomi Pasar al-Mawsim: Lonjakan Permintaan Toko dan Sistem Sewa
Pada era Negara Saudi Pertama, permintaan akan ruang usaha di pasar al-Mawsim mengalami peningkatan yang signifikan. Lonjakan minat ini mendorong para pedagang untuk berinisiatif mendirikan toko-toko sementara yang terbuat dari bahan alang-alang. Bentuk fisik toko-toko ini menyerupai gubuk kecil yang dirancang agar mudah dipindahkan oleh pemiliknya dari satu lokasi ke lokasi lain.
Sistem sewa toko di pasar al-Mawsim sendiri terbagi menjadi dua kategori, yakni sewa harian dan sewa bulanan. Biaya sewa untuk toko utama saat itu cukup tinggi, mencapai sekitar empat puluh lima riyal per bulan. Sementara itu, untuk toko-toko dengan ukuran atau fasilitas lebih sederhana, harga sewanya berkisar antara satu riyal hingga setengah riyal per hari.
Dinamika Harga Sewa dan Adaptasi Pasar al-Mawsim
Fluktuasi harga sewa pun terjadi mengikuti dinamika pasar dan kedatangan kafilah dagang tertentu. Sebagai contoh, harga sewa dapat melonjak hingga mencapai empat riyal per hari ketika kafilah pakaian tiba di pasar.
Tingginya beban biaya sewa tersebut memaksa para pedagang kecil untuk terus memanfaatkan gubuk sementara sebagai tempat memajang barang dagangan. Strategi pembangunan toko dari alang-alang ini menjadi solusi praktis bagi para pedagang agar tetap bisa bertahan dan berniaga di tengah ketatnya persaingan pasar.
Baca juga: Kelompok Pertama Tamu Undangan Umrah Raja Salman Apresiasi Sambutan Hangat dan Fasilitas
Sumber: Saudipedia. (2025). Markets in the First Saudi State. https://saudipedia.com/en/markets-in-the-first-saudi-state