Indonesia menjadi negara asing pertama yang memiliki properti di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi. Melalui Danantara Indonesia, Indonesia mengakuisisi hotel Novotel Thakher Makkah beserta lahan pengembangan di sekitarnya. Nilai transaksi tersebut mencapai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar US$531,4 juta (Arab News, 2026).
Penyerahan sertifikat kepemilikan pada Oktober 2026 menandai penyelesaian rangkaian transaksi tersebut. Akuisisi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat investasi Indonesia di Arab Saudi, khususnya dalam penyediaan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah.
Akuisisi Hotel dan Lahan di Thakher Makkah
Aset yang diakuisisi mencakup Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar dan suite serta 14 bidang tanah pengembangan. Total luas lahan tersebut mencapai sekitar 44.088 meter persegi atau 4,4 hektare.
Menurut siaran pers resmi Danantara Indonesia (2026), proses akuisisi hotel dan lahan berlangsung dalam dua tahap. Danantara menerima hotel pada 11 Agustus 2026. Selanjutnya, proses akuisisi lahan diselesaikan pada 18 Oktober 2026.
Thakher Development, selaku pengembang utama kawasan Thakher Makkah, menyerahkan dokumen kepemilikan kepada Danantara. Penyelesaian transaksi ini juga mengikuti pemberlakuan aturan kepemilikan properti bagi warga non-Saudi yang mulai berlaku pada Januari 2026 (Arab News, 2026).
Kawasan Thakher Makkah terletak di sebelah utara Masjidil Haram. Lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena dapat mendukung kebutuhan akomodasi jemaah selama musim haji dan umrah.
Danantara Perkuat Akomodasi Jemaah Haji dan Umrah
Akuisisi properti di Thakher Makkah menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam mengelola kebutuhan akomodasi jemaah. Selama ini, penyediaan penginapan bagi jemaah haji dan umrah banyak bergantung pada kontrak sewa musiman.
Indonesia memiliki kuota haji reguler sebanyak 203.320 jemaah pada 2026. Selain itu, sekitar 1,5 juta warga Indonesia melaksanakan ibadah umrah setiap tahun. Besarnya jumlah jemaah tersebut mendorong kebutuhan terhadap akomodasi yang memadai dan terencana.
Arab News (2026) melaporkan bahwa Novotel Thakher Makkah dapat menampung sekitar 4.400 jemaah selama musim haji. Kepemilikan hotel ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat pengelolaan akomodasi dalam jangka panjang.
Direktur Utama Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut akuisisi tersebut sebagai langkah konkret untuk membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Ia juga menegaskan bahwa investasi ini membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara.
Rencana Pengembangan Hotel dan Pusat Perbelanjaan
Danantara tidak hanya berfokus pada pengelolaan hotel yang telah beroperasi. Perusahaan juga merencanakan pengembangan 14 bidang tanah di kawasan Thakher Makkah.
Menurut laporan Arab News (2026), rencana tersebut mencakup pembangunan hotel dengan sekitar 6.000 kamar tambahan dan pusat perbelanjaan yang memiliki lebih dari 90 gerai. Nilai investasi untuk pengembangan lanjutan diperkirakan melampaui 2 miliar riyal Saudi.
Sementara itu, Accor akan tetap mengoperasikan Novotel Thakher Makkah. Hotel tersebut terdiri atas tiga menara dengan masing-masing 19 lantai.
Rencana pengembangan ini masih memerlukan tahapan pelaksanaan, termasuk kajian kelayakan, persetujuan, dan perizinan sesuai ketentuan Arab Saudi. Jika terlaksana, pengembangan tersebut berpotensi memperluas kapasitas akomodasi sekaligus menghadirkan fasilitas komersial untuk memenuhi kebutuhan jemaah.
Memperkuat Kerja Sama Indonesia dan Arab Saudi
Investasi di Thakher Makkah menunjukkan upaya Indonesia untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Arab Saudi. Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas ibadah, tetapi juga mencakup investasi properti dan pengembangan layanan pendukung jemaah.
Danantara Indonesia juga membuka peluang investasi di Madinah dan sektor strategis lainnya. Langkah ini sejalan dengan upaya membangun kemitraan ekonomi yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Bagi Indonesia, kepemilikan aset di Makkah dapat menjadi landasan untuk meningkatkan perencanaan akomodasi jemaah. Pengelolaan yang baik juga diperlukan agar investasi tersebut memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Kepemilikan properti Indonesia di Thakher Makkah menandai perkembangan baru dalam investasi Indonesia di Arab Saudi. Melalui Danantara Indonesia, akuisisi Novotel Thakher Makkah dan lahan pengembangan di sekitarnya membuka peluang untuk memperkuat penyediaan akomodasi jemaah haji dan umrah.
Rencana pembangunan hotel tambahan dan pusat perbelanjaan juga menunjukkan potensi pengembangan kawasan tersebut dalam jangka panjang. Namun, manfaat investasi ini akan bergantung pada pelaksanaan rencana pengembangan, pengelolaan aset, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
Daftar Pustaka
Arab News. (2026, October 19). Indonesia first foreign country to own property in Makkah. Arab News. https://arab.news/vjkcd
Danantara Indonesia. (2026, October 19). Danantara Indonesia rampungkan akuisisi aset perhotelan di Makkah, dorong pengembangan ekosistem layanan jemaah dalam jangka panjang. https://www.danantaraindonesia.co.id/id/media-center/press-releases/danantara-completes-hospitality-acquisition-makkah