MAKKAH: Sheikh Abdulrahman Al-Sudais dalam pernyataan terbarunya, beliau menekankan betapa pentingnya bagi setiap individu untuk memperoleh izin resmi haji. Beliau juga mengimbau seluruh pihak agar mematuhi peraturan yang telah ditetapkan untuk mengatur jalannya ibadah haji.
Kepala Kepresidenan Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tersebut menegaskan bahwa prinsip “no Hajj without a permit/tidak ada haji tanpa izin” merupakan aturan yang sangat krusial. Beliau menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sangat sejalan dengan prinsip-prinsip dasar dalam hukum Islam.
Langkah ini diambil demi melayani kepentingan jamaah, terutama dalam melindungi nyawa mereka selama di tanah suci. Selain itu, aturan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya bahaya serta kekacauan saat puncak ibadah berlangsung. Beliau menyerukan agar semua calon jamaah bekerja sama dengan otoritas terkait demi fasilitas pelayanan dengan standar tertinggi.
Tinjau Kesiapan Haji, Wagub Makkah Tekankan Kualitas Layanan dan Logistik
Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al-Rabiah. Pertemuan yang berlangsung di Jeddah tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat senior dari kementerian terkait. Dalam kesempatan itu, Pangeran Saud menegaskan bahwa arahan kepemimpinan Arab Saudi sangat berfokus pada mobilisasi seluruh sumber daya.
Upaya besar ini dilakukan agar para jamaah dapat melaksanakan setiap ritual haji dengan penuh kemudahan dan ketenangan. Beliau menerima pengarahan mendalam mengenai rencana strategis serta persiapan matang kementerian untuk musim Haji mendatang. Pangeran Saud juga memastikan kesiapan berbagai fasilitas di tempat-tempat suci dalam menyambut kedatangan jamaah dari seluruh dunia.
Selain fasilitas fisik, beliau meninjau ekosistem layanan digital yang dirancang khusus untuk mendukung kelancaran perjalanan haji. Peninjauan tersebut mencakup pula pengembangan logistik dan infrastruktur demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengunjung Masjidil Haram.
Sinergi Universitas Umm Al-Qura dan Kementerian Haji dalam Transformasi Layanan Transportasi
Pusat panduan bus untuk jamaah luar negeri bekerja sama dengan Institut Penelitian, Studi, dan Layanan Konsultasi Universitas Umm Al-Qura. Kerja sama ini dilaksanakan di bawah pengawasan langsung dari Kementerian Haji dan Umrah.
Mereka secara resmi telah meluncurkan sebuah program pelatihan khusus bagi para pemandu dan administrator bus. Program strategis ini memiliki target utama untuk melatih sebanyak 1.500 peserta. Total durasi yang dialokasikan dalam kegiatan ini mencapai lebih dari 7.500 jam pelatihan.
Fokus utamanya adalah membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan layanan berkualitas tinggi. Selain itu, program ini mendukung peran institut dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia secara profesional.
Upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas manajemen keramaian selama musim Haji dan Umrah. Melalui pelatihan terstruktur ini, diharapkan kompetensi staf meningkat sehingga kualitas layanan bagi jamaah menjadi lebih optimal.
Baca juga: Menelusuri Jejak Masjid Al-Ajlan: Simbol Peradaban 350 Tahun di Luar Tembok Kota Buraidah
Sumber: Arab News. (2026, April 14). Religious affairs chief calls for full compliance with Hajj permit rules to ensure safe pilgrimage.https://www.arabnews.com/node/2639883/saudi-arabia