Suasana di World Defense Show (Sumber: The Aviator Africa)
Dunia pertahanan global kini menyoroti Arab Saudi. Di atas landasan pacu khusus sepanjang 2,700 meter, di jantung kompleks pameran baru yang megah, World Defense Show (WDS) 2026 secara resmi dibuka, menandai babak baru ambisi strategis Kerajaan. Menteri Pertahanan, Pangeran Khalid bin Salman, membuka gelaran bergengsi lima hari ini (8-12 Februari 2026) atas nama Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sekaligus meluncurkan serangkaian inisiatif dan kerja sama besar yang mempercepat pencapaian target Visi 2030.
Dengan tema “The Future of Defense Integration”, ajang yang dihelat oleh Otoritas Umum untuk Industri Militer (GAMI) ini bukan sekadar pameran. Ini adalah pernyataan visi. Sebanyak 1,486 peserta dari 89 negara hadir, menyaksikan transformasi Saudi dari pembeli alutsista menjadi pusat inovasi dan kemitraan industri pertahanan global yang mandiri.
Dari Visi Menjadi Kenyataan: Kemajuan Nyata Lokalisasi Industri Pertahanan di Arab Saudi
Pidato Gubernur GAMI, Ahmad Al-Ohali, menggarisbawahi terobosan nyata yang telah dicapai. Target Visi 2030 untuk melokalisasi lebih dari 50% pengeluaran militer kini sedang dalam jalur yang tepat.
“Tingkat lokalisasi pengeluaran militer mencapai sekitar 25% pada akhir 2024, meningkat dari hanya 4% pada 2018,” ungkap Al-Ohali. Ini adalah lompatan signifikan yang menunjukkan momentum yang terjaga.
Kemajuan ini didorong oleh ekosistem yang sengaja dibangun. Hingga kuartal ketiga 2025, GAMI telah menerbitkan sekitar 344 izin dan otorisasi operasional, ditambah 603 izin dasar, mencakup manufaktur militer, pasokan produk, dan layanan militer. Sektor ini diproyeksikan menyumbang sekitar SR 94 miliar terhadap PDB nasional dan menciptakan 100,000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung pada 2030.
“World Defense Show sekarang diposisikan sebagai pameran pertahanan nomor satu di dunia,” tegas Andrew Pearcey, CEO World Defense Show, kepada Arab News.
Peluncuran Strategis & Inovasi Teknologi Buatan Saudi
Di Paviliun Grup Saudi Arabian Military Industries (SAMI), Pangeran Khalid meresmikan tonggak sejarah baru untuk integrasi vertikal industri pertahanan dalam negeri:
- SAMI Land Co. & SAMI Autonomous Co.: Dua entitas baru yang fokus pada pengembangan sistem darat dan teknologi otonom.
- SAMI Land Industrial Complex: Kompleks industri yang akan memperkuat kapasitas manufaktur lokal.
- Program RUKN dan HEET: Inisiatif untuk memperkuat rantai pasok lokal dan pengembangan kapabilitas industri.
Di sisi teknologi operasional, berbagai lembaga keamanan Saudi memamerkan inovasi mutakhir:
- Mobil Keamanan Elektrik AI “Lucid Gravity” (Keamanan Publik): Mengintegrasikan kecerdasan buatan dan peralatan keamanan khusus untuk mempercepat respons darurat.
- Helmet Cerdas (Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil): Dilengkapi kamera siang-malam dan sensor material berbahaya, berfungsi sebagai node komando mobile yang mengirimkan umpan video langsung ke pusat kendali.
- Sistem Keamanan Perbatasan Terintegrasi (Direktorat Jenderal Penjaga Perbatasan): Memadukan radar dan kamera termal untuk mendeteksi drone dan mengklasifikasikan target bergerak.
- Teknologi Meteorologi Canggih (Pusat Nasional Meteorologi): Mendukung keamanan operasi udara dan latihan militer dengan data cuaca akurat.
Partisipasi Prince Sattam bin Abdulaziz University dengan menampilkan teknologi robotika, AI, dan sistem pengawasan cerdas semakin mempertegas peran akademisi dalam ekosistem Riset & Pengembangan pertahanan nasional.
Memperdalam Kemitraan Global: Dari Slovakia hingga Korea Selatan
WDS 2026 juga menjadi katalis bagi kerja sama internasional. Di hari pembukaan, sejumlah nota kesepahaman (MoU) penting ditandatangani:
- MoU dengan Slovakia, Malaysia, dan Somalia: Ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan untuk memperkuat kerja sama bilateral di sektor pertahanan.
- MoU dengan Korea Selatan: Kerja sama antara Otoritas Umum Pengembangan Pertahanan Saudi dan Badan Pengembangan Pertahanan Korea (ADD) dalam penelitian pertahanan tingkat lanjut dan inovasi teknologi militer.
Masa Depan Dimulai di Riyadh: Menuju Integrasi yang Lebih Dalam
World Defense Show 2026 telah melampaui fungsi sebuah pameran dagang konvensional. Acara ini adalah cerminan dari sebuah perjalanan transformasi yang terukur dan ambisius. Setiap inovasi yang dipamerkan, setiap perjanjian yang ditandatangani, dan setiap diskusi yang terbangun adalah batu bata yang menyusun fondasi kekuatan pertahanan mandiri Arab Saudi.
Dengan menggabungkan kemauan politik yang kuat, investasi strategis di bawah Visi 2030, dan keterbukaan untuk bermitra dengan pemain global terbaik, Saudi tidak hanya membangun industri, tetapi juga menulis ulang masa depan lanskap keamanan dan pertahanan regional. Dunia menyaksikan, dan masa depan integrasi pertahanan sedang dibentuk di Riyadh.
Baca juga: Lahan Percobaan Al-Lith: Inovasi Pertanian Cerdas Masa Depan Arab Saudi
Referensi:
- KSA Directory. (2026). Saudi Defense Minister inaugurates World Defense Show 2026. Diambil dari https://www.ksa.directory/saudi-defense-minister-inaugurates-world-defense-show-2026/2282/n.
- Aboalsaud, T. (2026). Saudi Arabia launches key projects at World Defense Show in Riyadh. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2632288/saudi-arabia.
- Sayed, A. (2026). WDS 2026: Saudi Arabia Unveils Defense Innovations, Deepens Partnerships. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/wds-2026-saudi-arabia-unveils-defense-innovations-deepens-partnerships/.
- Arab News. (2026). Prince Sattam University to showcase innovative solutions, emerging technologies at World Defense Show. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2632118/saudi-arabia.
- SPA. (2026). Boeing Highlights Strategic Partnerships with Saudi Arabia at World Defense Show. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2507960.