Saudi Founding Day (Sumber: saudicultures.com)
Udara di seluruh kota-kota Arab Saudi mulai terasa istimewa. Jalan-jalan utama di Riyadh, Jeddah, hingga Dammam mulai dihiasi ornamen hijau dan putih, lampu-lampu gemerlap, serta spanduk bertuliskan “يوم التأسيس” atau Founding Day. Pemandangan ini bukan sekadar hiasan, melainkan prolog dari sebuah perayaan nasional yang telah dinanti-nantikan: Saudi Founding Day 2026.
Tahun ini, perayaan yang jatuh pada 22 Februari 2026 memiliki arti yang sangat spesial. Ini adalah momen di mana Kerajaan Arab Saudi merayakan 299 tahun perjalanan panjangnya—hanya selangkah lagi menuju usia tiga abad.
Namun, Founding Day bukanlah sekadar hitungan tahun. Ia adalah napas identitas Saudi yang hadir dalam setiap detak budaya, dalam setiap cerita leluhur, dan dalam setiap langkah menuju masa depan. Mari kita telusuri bagaimana kemeriahan menyelimuti negeri ini dalam perayaan Founding Day 2026.
22 Februari 2026 Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional
Pemerintah Arab Saudi, melalui Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial, telah menetapkan hari Minggu, 22 Februari 2026 sebagai hari libur resmi dan berbagai event telah dimulai. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh sektor: pemerintahan, swasta, hingga organisasi nirlaba.
Keputusan ini memastikan bahwa setiap warga negara dan ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi dapat merasakan dan berpartisipasi dalam euforia kebangsaan ini. Sekolah-sekolah pun telah lebih dulu menghangatkan suasana dengan kegiatan edukatif, mengenalkan siswa pada nilai-nilai kepemimpinan dan persatuan yang telah diwariskan sejak berdirinya negara pertama di Diriyah pada 1727 lalu.
Perayaan yang Hidup: Dari Museum Nasional hingga Festival Rakyat
Jika Anda berada di Riyadh pada akhir pekan ini, sempatkanlah untuk mengunjungi Museum Nasional di King Abdulaziz Historical Center. Sejak 19 Februari hingga 6 Maret 2026, museum ini menjadi episentrum perayaan yang memadukan sejarah dengan pengalaman interaktif.
Program yang digelar setiap malam mulai pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari ini dirancang untuk semua kalangan. Ada pameran tematik yang merekonstruksi kehidupan di era Negara Saudi Pertama, sesi mendongeng yang membawa pengunjung menyelami kisah-kisah heroik para pendahulu, hingga pengalaman kuliner khas Najd yang autentik. Suasana museum berubah menjadi ruang tamu raksasa, tempat generasi muda belajar tentang akar budaya mereka dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Di luar museum, kota-kota besar berubah menjadi panggung budaya. Distrik Qasr Al-Hukm, pusat pemerintahan lama di Riyadh, menyelenggarakan pertunjukan seni dan pasar tradisional. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan langsung pertunjukan Ardah, tarian tradisional yang penuh semangat. Dengan iringan drum yang menggelegar dan syair pujian, para penari berbaris rapat sambil membawa pedang, melambangkan kekuatan dan persatuan.
Tradisi juga terlihat jelas dari cara berpakaian masyarakat. Pria-pria Saudi tampil gagah dengan thobe putih bersih, dilapisi bisht atau daglah (jubah tradisional) berwarna gelap yang elegan, serta ghutra atau shemagh merah-putih yang diikat rapi dengan iqal. Para wanita dan gadis kecil pun demikian, mereka mengenakan baju tradisional dengan sulaman khas yang warna-warni, lengkap dengan perhiasan perak tua dan hiasan henna di tangan. Setiap helai kain dan setiap motif sulaman adalah bahasa visual yang mengatakan, “Inilah kami, pewaris budaya yang kaya.”
Lebih dari Sekadar Perayaan: Refleksi Identitas dan Masa Depan
Apa yang membedakan Founding Day dari perayaan nasional lainnya? Jawabannya terletak pada kedalaman historisnya. Jika Hari Nasional (23 September) memperingati penyatuan Kerajaan pada 1932, maka Founding Day adalah penghormatan pada titik mula—saat benih-benih pemerintahan, ketahanan, dan identitas kolektif pertama kali ditanam di lembah subur Wadi Hanifah, Diriyah, hampir tiga abad silam.
Perayaan ini menjadi momen refleksi bagi seluruh rakyat Saudi. Nilai-nilai seperti persatuan, keadilan, ketangguhan, dan kebanggaan nasional tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali. Di tengah laju transformasi besar-besaran Visi 2030, Founding Day hadir sebagai jangkar yang mengingatkan bahwa kemajuan yang pesat ini berakar pada sejarah yang kokoh.
Pesan ini bergema hingga ke panggung internasional. Para pemimpin negara tetangga, seperti Presiden Uni Emirat Arab, secara konsisten memberikan ucapan selamat, menggarisbawahi peran sentral Arab Saudi sebagai pilar stabilitas dan kemitraan di kawasan.
Diriyah: Dari Bata Lumpur Menuju Panggung Dunia
Tidak lengkap rasanya membicarakan Founding Day tanpa menyebut Diriyah. Kota bata lumpur di tepi Wadi Hanifah ini adalah saksi bisu lahirnya negara. Pada 1727, Imam Muhammad bin Saud mempersatukan wilayah tersebut dan meletakkan fondasi negara yang kelak akan membentuk wajah Jazirah Arab.
Kini, Diriyah tidak hanya menjadi monumen sejarah. Ia adalah proyek masa depan yang megah. Otoritas Pengembangan Diriyah tengah mentransformasikannya menjadi destinasi budaya dan warisan dunia kelas atas. Di sinilah kontras yang indah terjadi: di satu sisi, kita merayakan akar sejarah di bawah naungan pohon kurma, di sisi lain, proyek-proyek raksasa seperti NEOM, Qiddiya, dan persiapan Riyadh menyambut Expo 2030 dan Piala Dunia 2034 terus melesat.
Seperti yang pernah dikatakan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, “Kami memiliki akar sejarah yang sangat penting, sejak dahulu kala, yang bertemu dengan banyak peradaban.”
Saudi Founding Day 2026 bukanlah akhir dari sebuah perayaan. Ia adalah pengingat tahunan bahwa perjalanan bangsa ini dimulai dari sebuah kota kecil di Najd dan terus berkembang hingga menjadi kekuatan global. Ketika kembang api menghiasi langit Riyadh pada malam 22 Februari, ketika aroma kopi Arab bercampur kurma memenuhi rumah-rumah, dan ketika suara drum Ardah menggema di seluruh negeri, satu hal menjadi jelas:
Masa lalu tidak pernah benar-benar pergi. Ia hadir di tangan kita, di pakaian yang kita kenakan, dan di cerita yang kita wariskan. Dan masa depan, dengan segala ambisi besarnya, sedang dibangun di atas fondasi kokoh yang sama.
Baca juga: Hari Nasional Arab Saudi ke-95: Merayakan Warisan, Ambisi, dan Kepemimpinan Global
Referensi:
- Albahouth, A. (2026). Saudi Founding Day: History, Rituals, & the Road to Vision 2030. Diambil https://www.saudicultures.com/blog/saudi-founding-day-history-rituals-the-road-to-vision-2030/.
- TOI World Desk. (2026). Saudi Arabia Founding Day 2026: Date, history, significance and celebration of 300 years of statehood. Diambil dari https://timesofindia.indiatimes.com/world/middle-east/saudi-arabia-founding-day-2026-date-history-significance-and-celebration-of-300-years-of-statehood/articleshow/128505240.cms.
- Arab News. (2026). National Museum launches events to celebrate Saudi Founding Day and Ramadan. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2633508/saudi-arabia.