Moody’s Corp resmi mendirikan kantor pusat regional (Regional Headquarters/RHQ) di Riyadh, Arab Saudi, pada 18 Februari 2026. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat kehadiran perusahaan di Timur Tengah sekaligus mendukung pengembangan pasar modal dan perekonomian nasional.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Arab News dalam artikel yang ditulis oleh Miguel Hadchity. Dalam pernyataan resminya, Moody’s menegaskan bahwa pendirian RHQ mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi Arab Saudi.
Dukungan terhadap Program Kantor Pusat Regional
Pembukaan kantor pusat regional Moody’s sejalan dengan Program Regional Headquarters yang diluncurkan pemerintah Arab Saudi. Program ini bertujuan menjadikan Kerajaan sebagai pusat operasional utama perusahaan multinasional di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, lebih dari 600 perusahaan global telah bergabung, termasuk:
- Morgan Stanley
- PepsiCo
- PwC
- Deloitte
Program ini menawarkan berbagai insentif menarik, antara lain:
- Bebas pajak penghasilan badan dan pajak pemotongan hingga 30 tahun
- Pengecualian kewajiban Saudisasi selama 10 tahun
- Fasilitas residensi premium bagi eksekutif utama
Berkat insentif tersebut, Arab Saudi semakin kompetitif sebagai pusat bisnis regional.
Optimisme terhadap Pertumbuhan Ekonomi Saudi
Presiden dan CEO Moody’s, Rob Fauber, menyatakan bahwa pembukaan RHQ di Riyadh mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Arab Saudi.
Menurutnya, kehadiran kantor regional ini memungkinkan Moody’s menyediakan analisis pasar, penilaian risiko, serta intelijen ekonomi yang dibutuhkan investor dalam menghadapi dinamika kawasan Timur Tengah.
Moody’s sendiri telah hadir di Arab Saudi sejak membuka kantor perwakilan pertamanya pada tahun 2018. Ekspansi ini menjadi kelanjutan dari komitmen tersebut.
Pentingnya Substansi Operasional Perusahaan
Pendiri dan Managing Partner GCG Structuring, Peter Ivantsov, menekankan bahwa Arab Saudi kini menuntut kehadiran bisnis yang nyata, bukan sekadar administratif.
Menurutnya, perusahaan yang sukses memanfaatkan program RHQ adalah mereka yang benar-benar memindahkan aspek berikut ke Arab Saudi:
- Tata kelola perusahaan
- Pengawasan dewan direksi
- Alokasi modal
- Akuntabilitas eksekutif
Kantor pusat yang hanya bersifat formal tanpa kewenangan operasional dinilai berisiko dan kurang berkelanjutan.
Program RHQ Melampaui Target
Program Kantor Pusat Regional Arab Saudi terus menunjukkan kinerja impresif. Pada tahun pertama, target 160 perusahaan tercapai lebih cepat dari jadwal.
Pada Oktober 2025, Menteri Investasi saat itu, Khalid Al-Falih, mengumumkan bahwa target 500 RHQ dalam kerangka Visi 2030 telah terlampaui. Saat itu, sebanyak 675 kantor pusat regional telah berdiri di Riyadh.
Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Arab Saudi.
Dampak bagi Ekonomi dan Investasi
Dengan hadirnya kantor pusat regional Moody’s, kerja sama dengan lembaga-lembaga Saudi diperkirakan semakin kuat. Perusahaan juga akan menyediakan akses yang lebih luas terhadap:
- Data keuangan berkualitas tinggi
- Analisis risiko global
- Wawasan pasar regional
- Rekomendasi investasi strategis
Semua layanan tersebut sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor keuangan dan investasi.
Selain itu, langkah ini semakin memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat bisnis dan keuangan utama di Timur Tengah, sekaligus meningkatkan daya tariknya di mata investor global.
Pendirian kantor pusat regional Moody’s di Riyadh menjadi bukti meningkatnya kepercayaan perusahaan global terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Arab Saudi. Melalui Program Regional Headquarters, Kerajaan berhasil menarik investasi berkualitas sekaligus mendorong kehadiran bisnis yang berorientasi jangka panjang.
Dengan fokus pada penguatan substansi operasional dan pengembangan ekosistem bisnis, Arab Saudi semakin memantapkan posisinya sebagai pusat ekonomi strategis di kawasan Timur Tengah.
Referensi
Hadchity, M. (2026, February 18). Moody’s establishes regional HQ in Saudi Arabia, deepening its Middle East footprint. Arab News. https://arab.news/wqg4x