Green Riyadh Program Menargetkan Penanaman 7,5 Juta Pohon di Penjuru Kota hingga 2030 (Sumber: Arab News)
Di tengah tantangan iklim ekstrem dan urbanisasi pesat, kota-kota di dunia Arab mulai mengadopsi solusi hijau yang inovatif. Dari taman atap di Amman hingga lumut fasad di Riyadh. Transformasi ini bukan sekadar estetika, melainkan strategi nyata untuk menurunkan suhu, meningkatkan kualitas udara, dan memperkuat ketahanan komunitas.
Taman Atap dan Ruang Hijau: Oase Baru di Tengah Beton
Di Amman, lebih dari 100 atap di kawasan Citadel telah disulap menjadi kebun produktif berisi sayuran dan rempah. Program ini didukung oleh organisasi seperti Anera dan Greening the Camps, yang menyediakan barrel, tanah, benih, dan bahkan rumah kaca mini.
Studi dari Universitas Petra menunjukkan bahwa penggunaan material ringan, sistem irigasi tetes, dan daur ulang air abu-abu dapat mengubah ribuan atap tradisional menjadi habitat hijau yang menyerap panas dan air hujan.
Di Kairo, ruang hijau per kapita menurun drastis, mendorong pemerintah meluncurkan inisiatif “Green Food from Green Roofs” untuk mengedukasi warga dan mempromosikan pertanian atap.
Lumut di Tengah Kota: Solusi Rendah Air untuk Permukaan Panas
Di Saudi Arabia, lumut tanah seperti Bryum argenteum dan Tortula atrovirens menjadi primadona baru. Tumbuhan ini mampu hidup di permukaan keras tanpa tanah dan hanya membutuhkan kelembapan mikro untuk aktif kembali. Lumut dapat dipasang di fasad, jembatan, dan atap. Ini berfungsi sebagai “kulit kota” yang menyerap karbon, menurunkan suhu, dan mengikat debu serta logam berat.
Air kondensasi dari AC menjadi sumber air gratis yang ideal untuk menyirami panel lumut. Hal ini sejalan dengan prinsip Circular Carbon Economy dan Saudi Green Initiative.
Manfaat Ekologis dan Psikologis: Lebih dari Sekadar Tanaman
Menurut Dr. Aseel Takshe dari Canadian University Dubai, paparan tanaman hijau terbukti menurunkan kadar kortisol, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan fungsi kognitif.
Sheena Khan dari Expo City Dubai menambahkan bahwa akses ke alam di kota bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan, terutama di wilayah dengan tingkat gangguan kecemasan dan depresi yang tinggi.
Saudi Arabia di Garis Depan: Dari Pocket Parks hingga Panel Lumut
Program Green Riyadh menargetkan penanaman 7,5 juta pohon hingga 2030, sementara taman-taman kecil mulai bermunculan di distrik ritel sebagai ruang teduh dan penjernih udara.
Para ahli seperti Ahmed Al-Jameel menyarankan agar pemerintah mempercepat adopsi lumut dengan pilot project di gedung publik, koridor transportasi, dan kampus.
Baca juga: Pocket Parks: Solusi Cerdas untuk Tata Kota Berkelanjutan di Arab Saudi
Referensi:
- Khamis, J. (2025). How rooftop gardens and urban greenery are transforming Arab cities. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2616114/middle-east.
- Joudah, G. (2025). How land-based moss could cool, decarbonize Saudi cities. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2615033/saudi-arabia.