Al-Baha: Keemiran Al-Baha berpartisipasi dalam Festival Unta Raja Abdulaziz ke-10 atas instruksi Gubernur Wilayah, Pangeran Hossam bin Saud bin Abdulaziz. Mereka menghadirkan sebuah paviliun khusus yang bertempat di dalam area pameran Oasis Keamanan Kementerian Dalam Negeri.
Paviliun ini bertujuan menampilkan peran penting unta dalam sejarah Al-Baha, sekaligus memperkenalkan warisan budaya dan peradabannya. Berbagai sektor utama dari wilayah tersebut turut dihadirkan untuk melengkapi pameran ini. Salah satunya adalah Pemerintah Kota (Amanah) Al-Baha yang memamerkan capaian pengembangan perkotaan, infrastruktur, dan peningkatan warisan arsitektur khas wilayah.
Memadukan Rasa dan Sejarah: Al-Baha Sajikan Kekayaan Agrikultur serta Budaya Tradisional
Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian cabang Al-Baha hadir untuk memamerkan berbagai inisiatif pertanian berkelanjutan. Sorotan utama diberikan pada proyek-proyek khusus seperti kota kopi, kota delima, dan kota anggur. Keberadaan proyek ini ditujukan untuk memaksimalkan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam daerah tersebut.

Pameran ini menyediakan area khusus untuk menyoroti pesona Desa Bersejarah “Thee Ain”. Pengunjung diajak melihat kekayaan sejarah dan keunikan arsitektur desa tersebut. Pameran ini juga menyertakan kerajinan tradisional seperti anyaman daun kurma dan pemintalan wol, bersanding dengan budidaya kopi Shadawi.
Paviliun ini juga menyajikan hidangan lokal kepada para pengunjung dan menayangkan film dokumenter yang berfokus pada pembangunan serta pariwisata di daerah tersebut. Partisipasi ini bertujuan untuk memperkenalkan warisan Al-Baha yang beragam dan kekayaan budayanya, sejalan dengan pencapaian tujuan utama festival tersebut.
Baca juga: Peraturan Peradilan pada Masa Pemerintahan Raja Abdulaziz (part 2)
Sumber: Saudi Press Agency. (2025, December 10). Al-Baha showcases heritage and sustainable agriculture at King Abdulaziz Camel Festival. https://www.spa.gov.sa/en/N2462732