Ilustrasi Oud (Sumber: Visit Saudi)
Di tengah modernisasi Arab Saudi, ada satu aroma yang tetap membawa masyarakat kembali pada akar tradisi: oud. Aroma kayu yang khas, hangat, dan kuat ini bukan sekadar parfum mewah. Di Arab Saudi, oud telah menjadi bagian dari kehidupan sosial, keramahan, tradisi keagamaan, hingga identitas budaya.
Kini, peran oud bahkan berkembang lebih jauh. Seiring meningkatnya permintaan global terhadap parfum premium, Arab Saudi mulai melihat oud bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai komoditas bernilai ekonomi yang dapat mendukung diversifikasi di bawah Vision 2030.
Oud dan Akar Budaya Arab Saudi
Bagi masyarakat Arab Saudi, oud memiliki tempat khusus dalam kehidupan sehari-hari. Aroma oud dan bakhoor kerap hadir ketika keluarga menerima tamu di rumah. Kayu oud dibakar menggunakan mabkhara, yaitu tempat pembakaran dupa tradisional, sehingga asap beraroma memenuhi ruangan.
Tradisi tersebut mencerminkan keramahan dan penghormatan kepada tamu. Bahkan, kualitas oud yang disajikan secara tradisional dapat menjadi bagian dari cara tuan rumah menunjukkan penghargaan kepada orang yang datang berkunjung.
Kebiasaan menggunakan oud juga semakin terlihat pada momen-momen khusus. Pernikahan, pertunangan, Idulfitri, Ramadan, serta pertemuan keluarga menjadi beberapa kesempatan ketika aroma oud dan bakhoor hadir untuk menciptakan suasana yang lebih istimewa.
Di sisi lain, oud juga memiliki hubungan dengan tradisi hari Jumat. Di sejumlah rumah Arab Saudi, membakar oud pada hari tersebut menjadi bagian dari suasana menyambut hari yang dianggap istimewa secara spiritual dan sosial.
Dari Kayu Agarwood Menjadi Aroma Mewah
Oud berasal dari bagian dalam pohon Aquilaria, yang juga dikenal sebagai agarwood. Ketika pohon mengalami infeksi tertentu, bagian kayunya dapat menghasilkan resin beraroma khas. Resin inilah yang kemudian menjadi sumber utama oud.
Karakter aromanya sangat kompleks. Oud dapat memberikan kesan kayu, hangat, resinous, bahkan sedikit earthy dan leathery. Karena proses pembentukannya membutuhkan waktu panjang dan bahan berkualitas tinggi relatif langka, oud kemudian berkembang menjadi salah satu bahan parfum paling bernilai di dunia.
Secara historis, agarwood berasal dari berbagai wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Bangladesh, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Kawasan Teluk kemudian menjadi salah satu pasar terbesar untuk produk berbasis oud.
Oud Bukan Hanya untuk Dibakar
Ketika mendengar kata oud, sebagian orang mungkin langsung membayangkan potongan kayu yang dibakar di dalam mabkhara. Padahal, penggunaannya jauh lebih luas.
Oud dapat diolah menjadi minyak atau oud oil, kemudian digunakan langsung pada kulit maupun pakaian. Bahan tersebut juga menjadi komponen penting dalam berbagai parfum Arab dan parfum modern.
Di Arab Saudi, oud bahkan kerap diberikan sebagai hadiah pada acara pernikahan dan pertunangan. Sementara itu, ketika Idulfitri tiba, potongan kayu oud sering dibakar untuk menyambut tamu dan memenuhi rumah dengan aroma khas.
Karena itu, oud memiliki fungsi ganda. Ia merupakan produk wewangian sekaligus medium untuk mengekspresikan keramahan, kemewahan, dan hubungan sosial.
Dari Tradisi Lokal Menuju Pasar Global
Popularitas oud kini tidak lagi terbatas pada Arab Saudi dan kawasan Teluk. Industri parfum internasional semakin banyak menggunakan oud sebagai bahan dalam produk premium.
Perubahan ini menunjukkan bahwa konsumen modern tidak hanya mencari aroma. Mereka juga semakin tertarik pada cerita, asal-usul, keunikan bahan, serta nilai budaya yang berada di balik sebuah parfum. Tren tersebut turut memperkuat posisi oud sebagai bahan premium dalam industri wewangian global.
Menurut data Euromonitor yang dikutip Arab News, pasar ritel oud dan wewangian Arab Saudi diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 14 persen pada 2024–2029 dan mencapai sekitar SAR18,5 miliar pada akhir periode tersebut. Pertumbuhan tersebut terutama didorong meningkatnya permintaan terhadap parfum berbasis oud premium.
Angka tersebut menunjukkan bahwa budaya wewangian di Arab Saudi telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang semakin penting.
Vision 2030 Membawa Oud ke Level Baru
Transformasi industri oud juga sejalan dengan agenda Vision 2030. Arab Saudi melihat industri parfum, khususnya oud, sebagai salah satu sektor nonmigas yang memiliki potensi untuk meningkatkan diversifikasi ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Pemerintah juga mendorong perusahaan parfum lokal untuk memperluas pasar internasional melalui pelatihan, misi dagang, dan berbagai program pendukung ekspor. Dengan demikian, keahlian pengrajin lokal dan warisan budaya Arab Saudi dapat memperoleh pasar yang lebih luas.
Salah satu perkembangan penting terjadi ketika Al-Majed for Oud menjadi salah satu perusahaan parfum Arab Saudi yang mengumumkan rencana pencatatan saham pada 2024. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana bisnis oud mulai bergerak dari industri tradisional menuju sektor bisnis modern yang memiliki daya tarik investasi.
Tantangan Keberlanjutan di Balik Popularitas Oud
Namun, meningkatnya permintaan global juga menghadirkan tantangan. Agarwood berkualitas tidak tersedia tanpa batas. Karena itu, keberlanjutan menjadi salah satu isu penting dalam masa depan industri oud.
Arab Saudi mulai mengeksplorasi budidaya pohon Aquilaria secara lokal. Salah satu proyek yang disoroti adalah pengembangan tanaman agarwood di Madinah. Pada saat yang sama, pelaku industri juga membangun rantai pasok dengan mitra di Asia Tenggara serta mengeksplorasi teknologi untuk menghasilkan resin tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap hutan alami.
Langkah tersebut menjadi penting karena masa depan oud tidak hanya ditentukan oleh permintaan konsumen. Ketersediaan bahan baku dan kemampuan menjaga ekosistem juga akan menentukan keberlangsungan industri ini.
Oud sebagai Warisan yang Terus Berkembang
Yang membuat oud menarik adalah kemampuannya menjembatani masa lalu dan masa depan. Aroma yang dahulu digunakan dalam rumah, majelis, dan berbagai perayaan kini juga hadir dalam parfum modern dan pasar internasional.
Arab Saudi pun berusaha memperkuat posisi tersebut melalui kolaborasi dengan rumah parfum global, pameran, dan pertukaran pengetahuan. Berbagai kerja sama memungkinkan pengrajin lokal mempertahankan teknik tradisional sambil memanfaatkan pendekatan modern dalam pengembangan aroma.
Dengan demikian, oud tidak berhenti sebagai simbol nostalgia. Ia berkembang menjadi bagian dari industri kreatif dan ekonomi Arab Saudi yang menghubungkan budaya, bisnis, pariwisata, dan perdagangan global.
Aroma Arab Saudi yang Membawa Cerita ke Dunia
Pada akhirnya, oud bukan sekadar aroma yang memenuhi ruangan. Di Arab Saudi, setiap kepulan asap dari mabkhara dapat membawa cerita tentang keramahan, keluarga, perayaan, dan warisan yang diwariskan antargenerasi.
Kini, cerita tersebut sedang memasuki babak baru. Dengan dukungan Vision 2030, inovasi industri, serta perhatian terhadap keberlanjutan, oud berpeluang menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya Arab Saudi dapat diubah menjadi aset ekonomi yang memiliki daya saing global.
Dari rumah-rumah Arab Saudi hingga pasar parfum internasional, oud terus membawa satu pesan yang sama: tradisi dapat bertahan bukan dengan menolak perubahan, tetapi dengan berkembang bersamanya.
Baca juga: Musim Semi di Taif: Ketika Mawar Mekar dan Tradisi Air Mawar Menghidupkan Kota
Referensi:
- Maher. (2023). Oud and Saudi Culture. Diambil dari https://oudalmaher.com/en/oud-and-saudi-culture/?srsltid=AfmBOop3h5_L08fuXzvti1u6jpNnwJKnGJUeJVP8t-gRTAnFcepEbSkt.
- Visit Saudi. (2026). Saudi scents: What are oud fragrances?. Diambil dari https://www.visitsaudi.com/en/stories/saudi-scents-what-are-oud-fragrances.
- Walid, R. (2025). The scent of Vision 2030: Saudi oud’s journey to world markets. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2616992/business-economy.