King Faisal Prize (Sumber: kingfaisalprize.org)
King Faisal Prize 2028 resmi membuka nominasi mulai 1 September 2026. Memasuki edisi ke-50, penghargaan bergengsi Arab Saudi ini kembali mencari karya dan kontribusi terbaik dalam Islam, sastra Arab, kedokteran, serta sains.
Ada yang istimewa dari King Faisal Prize 2028. Bukan hanya karena penghargaan ini kembali mencari ilmuwan, akademisi, dan institusi berprestasi, tetapi juga karena edisi mendatang menandai 50 tahun perjalanan King Faisal Prize.
Sekretariat Jenderal King Faisal Prize secara resmi membuka periode nominasi pada 1 September 2026. Proses tersebut akan berlangsung hingga akhir Maret 2027. Dengan demikian, para institusi yang memenuhi syarat memiliki waktu sekitar tujuh bulan untuk mengajukan kandidat terbaik mereka.
King Faisal Prize 2028 Memasuki Edisi ke-50
King Faisal Prize memiliki sejarah panjang dalam memberikan penghargaan terhadap kontribusi yang dinilai mampu memperkaya pengetahuan dan memberikan manfaat bagi umat manusia.
Penghargaan ini didirikan pada 1977 oleh King Faisal Foundation dan pertama kali diberikan pada 1979. Sejak saat itu, King Faisal Prize berkembang menjadi salah satu penghargaan internasional yang memberikan perhatian pada pencapaian di bidang keislaman, humaniora, kedokteran, dan sains.
Memasuki edisi ke-50 pada 2028, penghargaan ini tetap mempertahankan lima kategori utama. Kelimanya adalah Layanan untuk Islam, Studi Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Kedokteran, serta Sains.
Karena itu, King Faisal Prize 2028 bukan sekadar momentum penghargaan. Edisi ini juga menjadi penanda perjalanan panjang sebuah institusi yang menempatkan ilmu pengetahuan dan kontribusi kemanusiaan sebagai bagian penting dari misinya.
Empat Tema Utama King Faisal Prize 2028
Untuk edisi 2028, panitia telah menetapkan tema khusus pada empat kategori akademik. Tema tersebut mencerminkan luasnya cakupan penghargaan, mulai dari warisan peradaban Islam hingga perkembangan biologi modern.
Pada kategori Studi Islam, tema yang dipilih adalah “The Islamic Heritage in al-Andalus” atau Warisan Islam di Andalusia. Tema ini membuka ruang bagi penelitian mengenai berbagai aspek warisan intelektual, budaya, dan peradaban Islam di Andalusia.
Sementara itu, kategori Bahasa dan Sastra Arab mengangkat tema “Arabic Literature from the Perspective of Comparative Studies”, yang dapat diterjemahkan sebagai Sastra Arab dalam Perspektif Studi Komparatif.
Tema tersebut memberikan perhatian pada kajian sastra Arab melalui pendekatan perbandingan. Dengan pendekatan ini, karya sastra dapat dikaji dalam kaitannya dengan tradisi, bahasa, pemikiran, dan perkembangan sastra lainnya.
Di bidang Kedokteran, King Faisal Prize 2028 memilih tema “RNA-Based Therapeutics” atau Terapi Berbasis RNA. Tema ini berada di salah satu bidang yang berkembang pesat dalam ilmu biomedis modern.
Sedangkan kategori Sains akan berfokus pada Biologi. Pemilihan tema ini menunjukkan perhatian King Faisal Prize terhadap perkembangan ilmu kehidupan dan kontribusinya terhadap masa depan manusia.
Siapa yang Dapat Mengajukan Nominasi?
King Faisal Prize tidak membuka nominasi secara bebas kepada setiap individu.
Menurut ketentuan penghargaan, nominasi dapat diajukan oleh universitas, organisasi, institusi, dan pusat penelitian ilmiah. Situs resmi King Faisal Prize juga menegaskan bahwa nominasi individual maupun dari partai politik tidak diterima.
Karya yang diajukan juga harus memenuhi persyaratan tertentu. Salah satunya adalah karya tersebut telah dipublikasikan, memiliki potensi memberikan manfaat bagi umat manusia, serta memberikan kontribusi yang diakui terhadap pengembangan pengetahuan.
Karena itu, King Faisal Prize tidak semata-mata mencari popularitas. Penghargaan ini menitikberatkan pada kualitas karya dan dampak kontribusi yang dihasilkan.
Kapan Nominasi King Faisal Prize 2028 Dibuka?
Periode nominasi King Faisal Prize 2028 berlangsung mulai 1 September 2026 hingga akhir Maret 2027. Pengajuan dapat dilakukan melalui portal nominasi daring atau melalui kontak resmi yang disediakan oleh pihak penyelenggara.
Setelah masa nominasi berakhir, proses berlanjut ke tahap penilaian. Karya-karya yang diajukan akan diperiksa oleh para ahli dan penilai dalam bidang masing-masing.
Tahap penilaian dijadwalkan berlangsung pada April hingga Desember 2027. Selanjutnya, komite seleksi akan menentukan penerima penghargaan dan mengumumkan nama pemenang pada Januari 2028.
Seremoni penghargaan kemudian dijadwalkan berlangsung sekitar Maret–April 2028.
Dari Arab Saudi untuk Dunia Ilmu Pengetahuan
Salah satu karakter penting King Faisal Prize adalah cakupannya yang bersifat internasional. Penghargaan ini tidak hanya berfokus pada akademisi dari Arab Saudi, tetapi memberikan ruang bagi kontribusi ilmiah dan intelektual dari berbagai negara.
Hal tersebut terlihat dari daftar penerima sebelumnya. Para laureate King Faisal Prize berasal dari berbagai latar belakang dan kewarganegaraan. Pada 2026, misalnya, penghargaan diberikan untuk kontribusi dalam bidang Layanan untuk Islam, Studi Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Kedokteran, serta Matematika.
Pada bidang kedokteran, Prof. Svetlana Mojsov menerima penghargaan 2026 atas penelitian yang berperan penting dalam pengembangan pemahaman terhadap GLP-1. Sementara itu, Prof. Carlos Kenig menerima penghargaan Sains untuk kontribusinya dalam persamaan diferensial parsial nonlinear dan analisis matematika.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan bagaimana King Faisal Prize berusaha menghubungkan pencapaian ilmiah dengan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Menatap Masa Depan melalui King Faisal Prize 2028
Edisi ke-50 King Faisal Prize hadir ketika dunia sedang menghadapi perubahan besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemilihan terapi berbasis RNA dan biologi sebagai tema Kedokteran dan Sains menunjukkan perhatian terhadap bidang yang memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan kesehatan dan ilmu kehidupan. Di sisi lain, tema Andalusia dan studi komparatif sastra Arab memperlihatkan bahwa perkembangan peradaban tidak hanya dibangun melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui pemahaman terhadap sejarah, budaya, bahasa, dan pengetahuan.
Dengan periode nominasi yang telah dibuka, perhatian kini beralih kepada universitas, institusi ilmiah, organisasi, dan pusat penelitian di berbagai negara untuk mengidentifikasi kandidat dengan kontribusi paling menonjol.
King Faisal Prize 2028 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang akan memenangkan penghargaan. Lebih dari itu, edisi ke-50 ini menjadi panggung untuk melihat karya-karya yang berpotensi memberi arah baru bagi ilmu pengetahuan, pemikiran, kebudayaan, dan kemanusiaan.
Baca juga: Omar Yaghi: Ilmuwan Saudi Peraih Nobel Kimia 2025 yang Mengubah Wajah Sains Modern
Referensi:
- King Faisal Prize. (2026). King Faisal Prize. Diambil dari https://kingfaisalprize.org/.
- Hameed, N. (2026). Nominations open for 2028 King Faisal Prize. Diambil dari https://www.arabnews.com/saudi-arabia/king-faisal-prize-opens-nominations-for-50th-edition-3000072.