Arab Saudi resmi memasuki musim panas pada 1 Juni 2025, berdasarkan pengumuman National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi. Musim ini diprediksi berlangsung hingga akhir September, dengan suhu rata-rata harian diperkirakan mencapai 45–50°C di wilayah seperti Mekkah, Madinah, dan Riyadh. Bahkan, beberapa area gurun mungkin mengalami puncak panas hingga 58°C, seperti yang pernah tercatat pada 2024.
Karakteristik Musim Panas 2025
Menurut NCM, musim panas tahun ini ditandai dengan kelembaban udara sangat rendah (di bawah 30%) dan angin kencang berdebu yang dapat mengurangi visibilitas hingga 50% di area terbuka. Fenomena unik seperti pohon kurma terbakar spontan akibat panas ekstrem juga mungkin terjadi, sebagaimana pernah dilaporkan pada 2024.
Dampak pada Kesehatan dan Langkah Antisipasi
Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengingatkan masyarakat dan jamaah haji untuk mewaspadai tiga risiko utama:
- Dehidrasi: Cuaca kering membuat tubuh tidak mudah berkeringat, sehingga rasa haus sering terlambat dirasakan. Ahli menyarankan minum 200–250 ml air per jam secara bertahap, meski tidak merasa haus.
- Heat Exhaustion dan Heat Stroke: Gejala seperti pusing, kram otot, hingga pingsan dapat terjadi akibat paparan panas berkepanjangan. Penggunaan payung, semprotan air dingin, dan menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari sangat dianjurkan.
- Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA): Udara kering memicu iritasi pada saluran pernapasan, meningkatkan risiko batuk dan ISPA. Masker dan menjaga kelembaban hidung dengan handuk basah menjadi solusi praktis.
Persiapan Menyambut Pergeseran Musim Haji
Musim panas 2025 menjadi musim terakhir haji dilaksanakan dalam cuaca ekstrem, karena mulai 2026, ibadah haji akan bergeser ke musim semi akibat siklus kalender Hijriah. Pergeseran ini diharapkan mengurangi risiko kesehatan jamaah, terutama setelah tragedi 2024 yang mencatat 2.760 kematian akibat heat stroke. Pemerintah Saudi telah meningkatkan infrastruktur pendukung, seperti area teduh tambahan, stasiun air berteknologi pendingin, dan sistem pemantauan cuaca real-time untuk musim haji 2025.

Adaptasi Masyarakat Lokal
Masyarakat Arab Saudi telah mengembangkan strategi bertahan hidup, seperti aktivitas luar ruangan yang dibatasi pada pagi dan siang hari, serta penggunaan pakaian longgar berbahan katun. Fenomena budaya seperti “siesta” (istirahat panjang di siang hari) juga semakin umum diterapkan.
Dengan kombinasi kesiapan infrastruktur, edukasi kesehatan, dan adaptasi budaya, Arab Saudi berupaya meminimalkan dampak musim panas sambil menyambut era baru ibadah haji yang lebih nyaman mulai 2026. Bagi jamaah haji 2025, kuncinya adalah disiplin dalam hidrasi, perlindungan fisik, dan koordinasi dengan petugas kesehatan selama menjalankan ibadah.
Baca juga: Keunikan Iklim dan Musim di Arab Saudi – KabarSaudi.com
Referensi:
- KSA Directory. (2025). Summer in Saudi Arabia starts on June 1. Diambil dari https://www.ksa.directory/summer-in-saudi-arabia-starts-on-june-1/1990/n.
- Saudi Gazette. (2025). NMC: Summer season to begin in Saudi Arabia on June 1. Diambil dari https://www.saudigazette.com.sa/article/651972/SAUDI-ARABIA/NMC-Summer-season-to-begin-in-Saudi-Arabia-on-June-1.