Arab Saudi, negara yang didominasi oleh dataran gurun, dikenal dengan iklim panasnya yang ekstrem dan musim dingin yang relatif sejuk. Dengan pengalaman berabad-abad, Kerajaan Arab Saudi telah menyesuaikan diri dengan baik terhadap kondisi iklim ini. Artikel ini mengulas iklim, musim, pakaian yang sesuai, dan aktivitas yang dapat dilakukan di negara ini sepanjang tahun, serta panduan bagi warga asing, termasuk warga Indonesia, yang akan datang ke Arab Saudi. Sebelum melihat lebih jauh tentang klim dan musim di Arab Saudi, berikut adalah pengantar sebagai perbandingan iklim dan musim antara Arab Saudi dan Indonesia.
| Parameter | Arab Saudi | Indonesia |
| Iklim Umum | Iklim gurun dengan suhu tinggi di siang hari dan rendah di malam hari. | Iklim tropis dengan suhu hangat dan kelembaban tinggi sepanjang tahun. |
| Jumlah Musim | 4 musim: musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. | 2 musim: musim hujan dan musim kemarau. |
| Suhu Rata-rata | Suhu musim panas dapat mencapai lebih dari 43°C, sedangkan musim dingin suhu dapat turun di bawah titik beku di beberapa wilayah. | Suhu rata-rata berkisar antara 25°C hingga 30°C sepanjang tahun. |
| Curah Hujan Tahunan | Rata-rata sekitar 100 mm per tahun, dengan variasi regional; beberapa wilayah menerima lebih banyak curah hujan. | Rata-rata sekitar 2.000–3.000 mm per tahun, dengan beberapa daerah menerima lebih dari 4.000 mm per tahun |
Iklim di Arab Saudi
Dikutip dari Expatica.com, Sebagian besar wilayah Arab Saudi adalah dataran tinggi gurun, sehingga kondisi cuaca cenderung stabil di banyak wilayah. Perbedaan utama dalam iklim terasa di antara daerah pesisir dan pedalaman. Musim panas di Arab Saudi sangat panas dan kering, sementara musim dingin lebih sejuk dengan suhu yang turun di malam hari. Hujan biasanya terjadi selama musim dingin.
Di ibu kota Riyadh, musim dingin bisa berubah-ubah dengan siang yang hangat dan malam yang dingin. Suhu musim panas di Riyadh bisa mencapai 47°C, meskipun tingkat kelembapan yang rendah memberikan sedikit kenyamanan. Di pegunungan utara, musim dingin lebih dingin, dan salju dapat turun di beberapa daerah. Sementara itu, daerah pesisir di sekitar Laut Merah dan Teluk Persia memiliki iklim yang hangat dan lembap sepanjang tahun.
Pada bulan Januari, yang dianggap sebagai puncak musim dingin, kondisi cuaca dapat sangat bervariasi. Di Mada’in Saleh, suhu malam bisa turun hingga 6°C, sementara Jeddah mengalami badai tropis dan suhu mencapai 30°C. Ini juga merupakan musim hujan di negara tersebut. Hujan biasanya turun antara November hingga April, dengan rata-rata curah hujan tahunan sebesar 111mm di Riyadh, sementara Madinah yang lebih kering hanya menerima sekitar 41mm.
Musim panas di Arab Saudi sangat panas dengan suhu rata-rata sekitar 40°C, dan bisa mencapai 50°C di beberapa tempat. Musim panas juga kering tanpa hujan dan hanya memiliki kelembapan sedang. Berbeda dengan negara tetangga seperti Oman atau Yordania yang memiliki angin laut yang menyejukkan, lokasi geografis Arab Saudi membuatnya terlindung di antara Laut Merah dan Teluk Persia, sehingga tidak mendapatkan manfaat dari angin pesisir yang sejuk. Rata-rata, wilayah ini menerima antara 9 hingga 12 jam sinar matahari per hari.
Salju jarang turun di Arab Saudi, tetapi wilayah utara seperti Turaif dan beberapa daerah pegunungan seperti Jabal al-Lawz dapat mengalami salju jika kondisi memungkinkan.

Musim Panas di Arab Saudi
Musim panas di Arab Saudi panjang dan tidak kenal ampun, berlangsung dari Mei hingga Agustus. Suhu meningkat dari sekitar 30°C di awal musim menjadi puncaknya sekitar 45°C pada bulan Agustus. Hampir tidak ada hujan, tetapi tingkat kelembapan juga relatif rendah.
Untuk menghadapi musim panas, penting untuk menemukan cara berpakaian yang sesuai dengan budaya setempat sekaligus tetap merasa nyaman. Pakaian ringan dari serat alami disarankan, tetapi membawa selendang atau cardigan juga penting karena pendingin udara di dalam ruangan bisa sangat dingin. Arab Saudi memiliki aturan berpakaian yang konservatif, sehingga baik pria maupun wanita disarankan tetap tertutup. Wanita biasanya mengenakan abaya ringan, dan meskipun penggunaan kerudung bersifat opsional, tidak memakainya dapat menarik perhatian negatif.
Meski panas, ada banyak cara untuk mengatasi suhu ekstrem di Arab Saudi. Snow City di Riyadh menawarkan aktivitas seperti ski dan seluncur es. Banyak mal, termasuk Royal dan Othaim, memiliki arena skating. Penduduk lokal sering mengunjungi hotel mewah seperti Marriott Diplomatic Quarter dan Burj Rafal untuk bersantai di kolam renang. Untuk pelarian dari kota, istiraha (rumah peristirahatan) dengan kolam renang di pinggiran kota atau dataran tinggi Al Taif menjadi pilihan populer.

Musim Gugur di Arab Saudi
Musim gugur berlangsung singkat dari September hingga Oktober. Suhu mulai turun pada pertengahan September dan rata-rata mencapai 26°C pada bulan Oktober. Sedikit hujan yang turun selama periode ini membantu meredakan panas. Pakaian transisi seperti kemeja longgar dan celana panjang dari bahan ringan adalah pilihan terbaik. Lapisan tambahan seperti jaket tipis bisa berguna menjelang akhir musim.
Musim gugur juga menjadi waktu untuk berbagai perayaan, termasuk Hari Nasional Saudi pada 23 September yang merayakan penyatuan Kerajaan pada tahun 1932. Dalam beberapa tahun terakhir, perayaan ini menjadi lebih meriah dengan kembang api dan acara publik.

Musim Dingin di Arab Saudi
Musim dingin berlangsung dari Desember hingga Januari, meskipun dapat meluas hingga sebulan sebelumnya atau setelahnya. Suhu rata-rata selama musim ini nyaman, sekitar 20°C. Namun, di beberapa daerah, suhu malam dapat mendekati 0°C. Januari dianggap sebagai bulan terdingin. Hujan mencapai puncaknya selama musim dingin, terutama di dataran tinggi tengah termasuk Riyadh. Salju jarang terjadi, tetapi daerah seperti Jabal al-Lawz dan Tabuk bisa mengalami sedikit salju.
Karena suhu yang bervariasi, penting untuk menyiapkan pakaian berlapis. T-shirt cocok untuk siang hari, tetapi jaket ringan atau sweater diperlukan untuk malam hari. Di daerah pegunungan atau utara, jaket tebal, syal, dan sepatu bot sangat berguna. Wanita disarankan memilih abaya yang lebih tebal dan menggunakan syal yang lebih hangat.Musim dingin adalah waktu terbaik untuk menikmati aktivitas luar ruangan di Arab Saudi. Banyak penduduk lokal memilih untuk berkemah, menunggang kuda, atau sandboarding di Al-Nafud dan Rub’ al Khali. Di Riyadh, balap kuda di King Abdulaziz Race Track menjadi hiburan akhir pekan yang populer. Libur sekolah selama dua minggu di Januari juga dimanfaatkan banyak keluarga untuk perjalanan liburan.

Musim Semi di Arab Saudi
Musim semi di Arab Saudi berlangsung singkat antara Maret dan April. Suhu meningkat tajam selama dua bulan ini, mencapai pertengahan 30-an pada akhir musim. Hampir tidak ada hujan selama periode ini. Dengan cuaca yang mulai menghangat, ini adalah waktu untuk mengganti pakaian ke gaya musim panas. Kemeja longgar, celana panjang, serta pakaian berbahan katun atau linen menjadi pilihan tepat. Meski gaya berpakaian lebih santai, tetap penting untuk menjaga kesopanan dalam berpakaian.
Musim semi adalah waktu untuk berbagai festival di Arab Saudi, seperti Festival Bunga Yanbu, Pameran Buku Internasional Riyadh, dan turnamen golf. Ini juga saat yang tepat untuk menjelajahi keindahan alam, seperti danau musiman Kharrarah atau mendaki Edge of the World. Vegetasi di Arab Saudi bermekaran selama musim semi, membuatnya menjadi momen terbaik untuk melihat flora dan fauna lokal, termasuk bunga mawar di Taif.

Perubahan Iklim dan Fenomena Cuaca Ekstrem
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah mengalami fenomena cuaca yang tidak biasa, yang dikaitkan dengan perubahan iklim global. Salah satu contohnya adalah turunnya salju di gurun Al-Jawf, sebuah fenomena langka yang mengubah lanskap gurun menjadi putih. Selain itu, curah hujan yang meningkat telah menyebabkan banjir di beberapa kota, termasuk Mekkah dan Jeddah.
Perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi cuaca, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari dan lingkungan di Arab Saudi. Peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan mempengaruhi pertanian, sumber daya air, dan kesehatan masyarakat. Pemerintah Arab Saudi telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi tantangan ini, termasuk inisiatif penghijauan dan investasi dalam energi terbarukan.
Tips Menghadapi Iklim Arab Saudi
Bagi penduduk lokal maupun wisatawan, seperti jamaah umrah dan haji dari Indonesia, penting untuk memahami dan mempersiapkan diri menghadapi kondisi iklim di Arab Saudi. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:
- Pakaian: Kenakan pakaian ringan dan berwarna terang selama musim panas untuk memantulkan sinar matahari dan menjaga tubuh tetap sejuk. Selama musim dingin, terutama di malam hari, disarankan mengenakan pakaian hangat.
- Hidrasi: Selalu bawa air minum untuk mencegah dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan selama musim panas.
- Perlindungan Matahari: Gunakan tabir surya, kacamata hitam, dan topi untuk melindungi diri dari paparan sinar UV yang berlebihan.
- Waktu Aktivitas: Hindari melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan pada siang hari selama musim panas. Pilih waktu pagi atau sore hari ketika suhu lebih sejuk.
Dengan pemahaman yang baik tentang kondisi cuaca dan persiapan yang tepat, penduduk lokal dan wisatawan dapat menyesuaikan diri dan menikmati berbagai aktivitas yang ditawarkan negara ini sepanjang tahun. Selain itu, kesadaran akan perubahan iklim dan dampaknya menjadi semakin penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup di Arab Saudi.
Referensi :
- Bhaumik, G. (2024). The climate and seasons in Saudi Arabia. Diambil dari https://www.expatica.com/sa/moving/about/the-climate-and-seasons-in-saudi-arabia-71019/ .
- CNBC Indonesia. (2024). Tanda ‘Kiamat’ Baru? Hujan Salju Turun di Gurun Al-Jawf Arab Saudi. Diambil dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20241112062234-4-587418/tanda-kiamat-baru-hujan-salju-turun-di-gurun-al-jawf-arab-saudi .
- Mukhaer, A.A. (2023). Akibat Perubahan Iklim yang Kian Nyata: Menghijaunya Tanah Arab Saudi. Diambil dari https://nationalgeographic.grid.id/read/133647160/akibat-perubahan-iklim-yang-kian-nyata-menghijaunya-tanah-arab-saudi?page=all .
- Ibad, M.L.F. (2023). Arab Saudi Makin Giat Atasi Perubahan Iklim dengan Energi Berkelanjutan. Diambil dari https://www.liputan6.com/tekno/read/5418829/arab-saudi-makin-giat-atasi-perubahan-iklim-dengan-energi-berkelanjutan .
- Wikipedia. (2024). Iklim Arab Saudi. Diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Iklim_Arab_Saudi .
- Traveloka. (2024). Musim di Arab Saudi. Diambil dari https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/musim-di-arab-saudi-trp/384007 .
- Weather Spark. (2024). Iklim dan Cuaca Rata-rata di Arab Saudi Sepanjang Tahun. Diambil dari https://id.weatherspark.com/countries/SA .