Masjid Al-Mansaf adalah salah satu masjid bersejarah di Kerajaan Arab Saudi, yang berasal dari akhir abad kesembilan belas. Masjid ini dibangun pada tahun 1873 dengan gaya tradisional Najdi. Meskipun usianya sudah tua, masjid ini tetap aktif digunakan oleh para jamaah dan termasuk dalam fase pertama Proyek Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah.
Masjid ini terletak di desa tua Al-Mansaf, barat laut Kota Al-Zulfi yang berafiliasi dengan Provinsi Riyadh, sekitar tiga puluh delapan km jauhnya. Masjid ini terletak 272 km di utara Kota Riyadh dan menampilkan desain tradisional Najdi.
Konstruksi Khas Najdi dan Warisan Intelektual Sheikh Al-Jasser
Masjid Al-Mansaf dibangun menggunakan batu bata tanah liat dan semen. Atapnya dibangun menggunakan pelepah palem dan batang pohon tamaris.
Pembangunan masjid ini bertepatan dengan berdirinya desa Al-Mansaf. Masjid ini berfungsi sebagai sekolah pendidikan bagi penduduk desa dan masyarakat sekitarnya. Sheikh Jasser Bin Mohammed al-Jasser awalnya mengajar di sana, diikuti oleh Abdulrahman al-Jasser dan Ahmed Bin Abdulaziz al-Habees.

Pengembangan Infrastruktur dan Kapasitas Baru Masjid Al-Mansaf
Masjid al-Mansaf terpilih sebagai salah satu target pengembangan dalam fase pertama Proyek Mohammed bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah. Proyek prestisius ini diluncurkan secara resmi oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz, pada tahun 2018. Inisiatif tersebut bertujuan untuk melestarikan warisan arsitektur Islam sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid-masjid bersejarah di seluruh wilayah Kerajaan.
Masjid ini awalnya memiliki luas total sekitar 337 m² dan dapat menampung sekitar delapan puluh tujuh jamaah. Bangunan ini terdiri dari rumah masjid, ruang salat, halaman terbuka, dan ruang retret bawah tanah, serta toilet terpisah. Masjid ini memiliki dua pintu masuk utama, keduanya terletak di fasad selatan. Setelah pengembangan, masjid ini sekarang mencakup ruang salat, halaman terbuka, ruang salat wanita, toilet, fasilitas wudhu untuk pria dan wanita, dan ruang penyimpanan. Kapasitasnya telah meningkat menjadi 150 jamaah.
Baca juga: Hindari Kepadatan Puncak: Simak Panduan Waktu Terbaik Umrah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan