Terletak di tepi utara Ghaf Al-Jawa di Kegubernuran Oyoun Al-Jawa, Wilayah Qassim. Di lokasi ini berdiri Batu Antarah dan formasi batuan Al-Naslaa yang berada di dekatnya. Kedua batuan tersebut menjadi tengara abadi yang menghubungkan sastra puisi pra-Islam dengan warisan arkeologi setempat.
Saksi Bisu Puisi Arab Klasik dan Kisah Cinta Antarah ibn Shaddad
Situs ini diabadikan dalam sastra Arab klasik melalui bait-bait puisi karya Antarah ibn Shaddad. Ia merupakan seorang penyair sekaligus ksatria Arab pada era pra-Islam.
Karya-karya puisinya tersebut ditujukan secara khusus bagi sang kekasih, Abla. Menurut cerita rakyat setempat, Antarah biasa menambatkan kudanya pada batu yang mencolok di lokasi itu. Hal tersebut ia lakukan saat menemui Abla di bawah naungan tonjolan batu Al-Naslaa.
Keajaiban Geologis dan Bukti Arkeologis Peradaban Thamud
Batu Al-Naslaa memiliki ketenaran yang besar di luar dunia sastra. Formasi batuan unik berbentuk kerucut ini terbentuk akibat kikisan angin dan pelapukan alami. Di permukaannya, terdapat berbagai ukiran serta petroglif kuno khas budaya Thamud.
Gambar-gambar tersebut menampilkan sosok kambing gunung (ibex), unta, hingga simbol-simbol kesukuan. Kehadiran ukiran ini menjadi bukti arkeologis nyata mengenai peradaban kuno yang pernah mendiami kawasan tersebut.
Baca juga: Pesona Hijau Taman Al-Mughmas: Wajah Asri Makkah Pasca-Hujan yang Memikat Pencinta Alam
Sumber: Saudi Press Agency. (October 02, 2026). How Did a Rock in Qassim Become Immortalized in the Tale of Antarah and Abla?. https://www.spa.gov.sa/en/N2691505