International Falcon Breeders Auction Berlangsung anggal 5 - 25 Agustus 2026 di Malham (Sumber: SPA)
Tradisi falconry kembali menjadi pusat perhatian di Arab Saudi. Tahun ini, International Falcon Breeders Auction 2026 digelar dengan menghadirkan peternak dan pembeli dari berbagai negara.
Lelang yang berlangsung di Malham, sebelah utara Riyadh, tidak hanya menjadi ajang jual beli falcon. Acara ini juga memperkuat posisi Arab Saudi sebagai salah satu pusat pembiakan, perdagangan, dan olahraga falcon di tingkat internasional.
Memasuki malam ketiga penyelenggaraan pada 11 Agustus 2026, tiga ekor falcon berhasil terjual dengan nilai keseluruhan mencapai SR155.000. Angka tersebut menjadi salah satu catatan terbaru dari rangkaian lelang yang berlangsung sepanjang 5–25 Agustus.
Persiapan Lelang Falcon Dimulai dari Kedatangan Burung Internasional
Persiapan International Falcon Breeders Auction 2026 telah dilakukan sejak sebelum acara resmi dibuka.
Sejumlah pengiriman falcon dari peternakan pembiakan internasional mulai tiba di Arab Saudi. Di antaranya berasal dari Austria, Belanda, Rumania, dan Irlandia.
Beberapa peternakan yang disebut dalam persiapan tersebut antara lain Hermann Falcons dan AW Falcons dari Austria, Naseem Bahrain dari Belanda, RO Falcons dari Rumania, serta Falco Ireland dari Irlandia.
Kedatangan berbagai falcon dari luar negeri menunjukkan skala internasional acara tersebut. Selain itu, pengiriman dari peternakan pembiakan lainnya juga diperkirakan terus berdatangan selama periode penyelenggaraan.
Aturan Baru Membuat Lelang Falcon 2026 Lebih Menarik
Ada perubahan penting dalam penyelenggaraan tahun ini.
Falcon yang dibeli melalui International Falcon Breeders Auction mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai kategori perlombaan anak falcon di tingkat lokal dan internasional, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kebijakan tersebut memberikan nilai tambah bagi pembeli. Sebab, keputusan membeli falcon tidak lagi hanya berkaitan dengan kualitas keturunan atau nilai ekonominya.
Potensi prestasi di arena perlombaan juga menjadi pertimbangan penting.
Dengan demikian, calon pembeli dapat melihat kombinasi antara silsilah, kualitas pembiakan, kemampuan terbang, potensi balap, dan performa garis keturunan sebelum menentukan pilihan.
Hadiah Kompetisi Capai SR50 Juta
Daya tarik lainnya datang dari besarnya hadiah yang tersedia dalam kompetisi yang diselenggarakan atau didukung National Center for Falcons.
Total hadiah yang ditawarkan mencapai SR50 juta, setara sekitar US$13,3 juta.
Insentif tersebut berpotensi meningkatkan persaingan di antara para pemilik dan peternak falcon. Pada saat yang sama, kebijakan ini dapat mendorong meningkatnya minat terhadap burung yang memiliki kemampuan kompetitif tinggi.
Salah satu kategori yang mendapat perhatian adalah Melwah, kompetisi kecepatan falcon yang menguji kemampuan terbang dalam jarak pendek.
Karena itu, falcon dengan kombinasi keturunan unggul dan kemampuan balap berpotensi menjadi semakin diminati.
Malam Ketiga, Tiga Falcon Laku SR155.000
Antusiasme pasar mulai terlihat dalam pelaksanaan lelang.
Pada malam ketiga, tiga ekor falcon berhasil terjual dengan total nilai SR155.000.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas transaksi tetap berlangsung kuat di tengah rangkaian lelang yang masih akan berjalan hingga 25 Agustus 2026.
Nilai transaksi juga menjadi gambaran bahwa pasar falcon di Arab Saudi memiliki segmen pembeli yang bersedia membayar tinggi untuk burung dengan kualitas tertentu.
Lelang Falcon Riyadh Terus Berkembang
International Falcon Breeders Auction bukan acara baru dalam kalender falconry Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraannya menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Pada 2025, sebanyak 1.103 falcon terjual dalam lelang. Burung-burung tersebut berasal dari 67 peternakan pembiakan yang mewakili 23 negara, termasuk 19 peternakan dari Arab Saudi.
Total nilai penjualan saat itu melampaui SR13 juta.
Dibandingkan tahun sebelumnya, nilai penjualan meningkat 23 persen. Jumlah falcon yang terjual juga naik 27 persen. Sementara itu, jumlah peternakan yang berpartisipasi meningkat 20 persen dan jumlah negara yang terwakili bertambah 21 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa lelang falcon semakin berkembang dari sekadar kegiatan budaya menjadi bagian dari ekosistem ekonomi dan olahraga falconry.
Bukan Sekadar Lelang, tetapi Ekosistem Falconry
International Falcon Breeders Auction 2026 juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung.
Pengunjung dapat menemukan paviliun peternakan lokal dan internasional. Selain itu, tersedia area perlengkapan falconry, paviliun “Falconer of the Future”, berbagai pengalaman interaktif, serta platform lelang langsung untuk falcon hasil penangkaran berkualitas tinggi.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan pendekatan yang lebih luas terhadap pelestarian dan pengembangan budaya falconry.
Arab Saudi tidak hanya mempertahankan tradisi tersebut. Negara ini juga berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan pembiakan, perdagangan, olahraga, investasi, dan pengembangan generasi baru falconer.
Agenda Falconry Arab Saudi Berlanjut hingga Akhir Tahun
Aktivitas falconry di Arab Saudi tidak berhenti setelah International Falcon Breeders Auction berakhir.
National Center for Falcons telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan. Di antaranya International Saudi Falcons and Hunting Exhibition pada 1–10 Oktober, Melwah Race pada 4–9 Oktober, National Falcon Center Auction pada 1 Oktober–30 November, serta King Abdulaziz Falconry Festival pada 17–30 November.
Rangkaian agenda tersebut memperkuat posisi falconry sebagai bagian penting dari warisan budaya sekaligus sektor kegiatan yang memiliki daya tarik internasional.
Arab Saudi Memperkuat Posisi sebagai Pusat Falconry Dunia
Dari proses persiapan hingga pelaksanaan lelang, International Falcon Breeders Auction 2026 menunjukkan bagaimana tradisi dapat berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Kedatangan peternak internasional, aturan kompetisi baru, nilai hadiah yang besar, serta transaksi bernilai tinggi membuat lelang tahun ini memiliki dimensi yang lebih luas.
Bagi Arab Saudi, pengembangan ekosistem falconry juga sejalan dengan upaya memperkuat warisan budaya dan membuka peluang ekonomi baru.
Sementara itu, bagi para peternak dan pembeli, lelang di Malham menjadi tempat bertemunya kualitas genetik, prestasi olahraga, tradisi, dan nilai investasi.
Dengan penyelenggaraan yang terus berkembang, Riyadh semakin menegaskan perannya sebagai salah satu tujuan utama bagi komunitas falconry internasional.
Baca juga: Tradisi Falconry di Arab Saudi, Warisan Berburu yang Tetap Hidup – Jelajah Saudi – KabarSaudi.com
Referensi:
- Jambi, R. (2026). Global falcon breeders prepare for Riyadh auction. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2653130/saudi-arabia.
- SPA. (2026). Three Falcons Sold for SAR155,000 on Third Night of International Falcon Breeders Auction. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2651302.